Selasa, 13 Desember 2016

Wisata Camping ke Pulau Opak di Pulau Seribu | Kepulauan Seribu

Pulau Opak memang cukup lucu dan unik mendengar nama pulau yang satu ini. Teringat akan sebuah makanan sejenis kerupuk, berbahan utama yang terbuat dari tepung beras. Apakah ada hubungannya dari makanan opak tersebut dengan pulau cantik ini, sehingga namanya hampir serupa? Memang hingga saat ini belum dapat diketahui secara pasti, mengapa pulau ini dinamakan demikian.

Seperti yang telah diketahui, bahwasanya kawasan Pulau Seribu memang terdiri dari gugusan pulau-pulau cantik yang memiliki banyak potensi wisata. Terdiri dari beberapa pulau berpenghuni hingga yang tak berpenghuni, seakan semua pulau-pulau tersebut memberikan pengalaman berlibur yang berbeda-beda. Terletak tak jauh dari pusat ibukota, membuat Kepulauan Seribu banyak diserbu para wisatawan kala waktu libur tiba. Beberapa nama pulau yang sudah cukup populer seperti Pulau Bidadari, Pulau Tidung, Pulau Pramuka, Pulau Perak, Pulau Harapan, Pulau Kelapa dan lain-lainnya, menjadi tempat wisata murah meriah bagi para warga Jakarta dan sekitarnya.

Tempat Wisata di Jakarta yang satu ini memang mempunyai daya tarik tersendiri, bukan hanya dari sederet nama-nama pulau berpenghuni diatas, namun nyatanya bagi yang mempunyai kegemaran akan kegiatan outdoor sangat cocok bila datang berkunjung. Dimana kamu dapat merasakan berkemah di sebuah pulau yang tak berpenghuni, seakan menjadi pulau pribadi saja. Kamu dapat memilih secara bebas hamparan pulau yang menjadi tujuan wisata kamu. Sungguh seru bukan? Seperti halnya saya yang memilih Pulau Opak sebagai lokasi berkemah kali ini. Penasaran akan keseruannya, kamu dapat simak dalam konten artikel saya berikut ini.

Pada pagi hari ini saya akan mencoba memaparkan secara detail perihal wisata camping ke Pulau Opak di Pulau Seribu atau Kepulauan Seribu. Semoga dari informasinya dapat diterima dan bermanfaat bagi kamu dan para pembaca budiman dimanapun kamu berada.

pulau opak
welcome to Opak Island

Tepat pada 11/12/2016 secara kebetulan saya dan beberapa kerabat yang ingin berlibur di pulau seribu, maka kami sepakat untuk berangkat sedari pukul 05.00 WIB pagi hari untuk menuju Muara Angke. Untuk dapat melancong ke kawasan Pulau Seribu, kamu di haruskan menyebrang melalui pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara. Kemudian kamu dapat membeli tiket perahu tradisional dengan biaya sekitar Rp. 55.000/orang untuk menuju Pulau Harapan/Pulau Kelapa sebagai tempat transit. Untuk lama perjalanan dari Muara Angke menuju Pulau Harapan sekitar 3 jam perjalanan laut. Sebelum mengunjungi Pulau Opak memang kamu diharuskan untuk singgah terlebih dahulu di pulau tersebut. Setibanya di Pulau Harapan, kamu sudah disambut oleh para warga pulau yang menawarkan jasanya untuk mengantarkan kamu menuju pulau-pulau disekitar. Namun bila kamu tak ingin repot, kamu dapat menggunakan jasa kenalan saya bernama "Bang Olid-081932851673". Perihal biaya, kamu dapat langsung bernegosiasi dengan Bang Olid. Seperti halnya sewaktu camping di Pulau Melinjo, Bang Olid memang menjadi kawan langganan untuk berpetualang yang rekomended. Bila kamu bingung untuk memilih pulau apa, kamu dapat menanyakan pada beliau untuk tempat wisata camping di Pulau seribu. Beliau akan siap memberikan beberapa nama pulau-pulau rekomendasinya.

di pulau harapan
tiba di Pulau Harapan
Setelah mempersiapkan segala kebutuhan selama camping, maka siap sudah waktunya untuk melanjutkan menyebrang ke Pulau Opak, dengan estimasi waktu perjalanan dari Pulau Harapan sekitar 20 menit saja (tergantung kondisi laut). Letaknya yang tepat berhadapan dengan Pulau Harapan, sehingga tak butuh waktu yang lama. Dengan cekatan Bang Olid mengarahkan perahunya untuk membelah ombak, dari kejauhan terlihat sebuah pulau yang cukup besar dengan hamparan pasir pantai yang berwarna putih. Tak terasa waktu yang telah dilalui maka tibalah kami di Pulau Opak. 

Memiliki suasana yang masih asri dengan hamparan pasir putih yang mengelilingi pulau, kian mempercantik Pulau Opak. Dimana terdapat dibagian tengah pulau sebuah hutan dan beberapa tumbuhan bakau kian menambah eksotis pulau ini. Setelah menentukan lokasi yang akan digunakan untuk berkemah, maka kami sesegera mungkin mendirikan tenda dan mempersiapkan segalanya. Keseruan sudah di mulai sejak menginjakkan jemari kaki di Pulau Opak, saling canda gurau menjadi penghangat suasana camping kali ini. Jangan khawatir dengan binatang, pasalnya di Pulau Opak sangatlah aman. Tak terasa matahari mulai berada tepat di atas kepala, menjadi penanda sudah tiba waktu makan siang, dengan bahan makanan logistik yang telah dipersiapkan dengan baik, mulailah acara makan siang bersama di pulau eksotis ini. Kicauan burung-burung menjadi suara backsong alam yang menambah kesyahduan acara makan kali ini.

camping
bongkar muat untuk pasang tenda
camping ceria di pulau opak
camping di Pulau Opak
kumpul
mari merapat ayo kita kumpul
Selepas acara makan bersama, maka tibalah saat bermain. Ini adalah moment yang saya tunggu-tunggu sedari tadi. Pasalnya perairan Pulau Opak memang menjadi penggoda untuk sesegera mungkin dapat berenang merasakan keseruannya. Keringat dan lelah setelah perjalanan, dalam sekejab hilang berganti kesegaran berenang bersama para sahabat. Memiliki air yang tenang dan jernih serta keadaan bawah laut yang masih terjaga menjadi nilai lebih dari Pulau Opak. Bagi kamu yang gemar akan snorling, menghabiskan waktu di pulau ini sangatlah tepat. Pasalnya tak perlu jauh-jauh, cukup dari bibir pantai saja kamu sudah dapat menemukan berbagai jenis ikan berwarna-warni. Pulau Opak memiliki karakteristik perairan dangkal dengan arus relatif tenang, sehingga aman bagi kamu untuk bersnorkling ria. Selain itu, terdapat pula aneka terumbu karang berbagai bentuk yang menjadi rumah bagi banyak kawanan ikan, sungguh cantik bukan?

Selain snorkling, masih ada keseruan yang dapat kamu lakukan yaitu memancing. Khusus bagi penghobi mancing kamu dapat puaskan hobi tersebut dengan memancing dari bibir pantai. Tak perlu menunggu lama, dalam hitungan menit saja umpan langsung disambar ikan. Berbagai jenis ikan seperti ikan kakatua, ikan pasir hingga berbagai jenis ikan warna-warni dapat kamu pancing untuk tambahan bahan untuk makan malam nanti. Seru bukan?

snorkling di pulau opak
jebryurrrrr
mancing di pulau opak
yuk teriak "Mantabbbb"
keceriaan di pulau opak
serunya Pulau Opak
serunya pulau opak
selfie dulu yuk, ceklikkkk
bakar ikan
ikan laut yang berlimpah
Tak terasa malam hari mulai menjelang, dimana nilai tambah dari Pulau Opak ialah letak pulaunya yang memungkinkan untuk kamu dapat menikmati moment sunset dan sunrise dalam satu lokasi. Sehingga kian menjadi pelengkap liburan yang tak terlupakan. Terpaan sinar orange yang menerangi langit sore ini, terasa begitu syahdu dan menenangkan hati. Keceriaan di Pulau Opak masih belum habis, acara makan malam bersama menjadi agenda saya kali ini. Dengan ikan laut yang telah dibakar hasil memancing seharian, menambah lezat makan malam ini. Canda tawa serta bernyanyi menikmati setiap momentnya begitu menyenangkan. Akan tetapi, tiba-tiba awan cerah turun dan berganti dengan awan mendung. Betul saja, tiba-tiba cuaca yang tenang berganti seketika dengan angin yang cukup kencang dan disusul dengan hujan yang cukup deras. Berkumpul didalam tenda dan saling menghangatkan diri menjadi kegiatan malam ini. Memang agak disayangkan, moment malam yang terlewatkan. Namun hal tersebut termasuk lumrah, pasalnya keadaan cuaca yang sulit diprediksi menjelang pertengahan bulan Desember yang identik dengan curah hujan yang tinggi. Syukur alhamdulillah, tak terjadi apapun dan kami dapat beristirahat dengan tenang malam ini.

suasana malam di pulau opak
ayo kumpul
ikan bakar
bakar-bakar
Matahari dari ufuk barat mulai menampakkan diri, menjadi pengingat untuk terjaga dari tidur yang nyenyak. Menyiapkan diri untuk memulai aktifitas pagi ini dengan secangkir kopi hangat terasa nikmat. Kembali agenda liburan di wisata Pulau Opak ialah bermain air, kulit yang menghitam dan terbakar tak jadi soal. Kebahagiaan dan keceriaan masih tetap berlanjut, perut yang lapar mulai memanggil untuk makan. Sarapan yang telah disiapkan menjadi obat bagi perut ini. Waktu yang mulai siang, menjadi pengingat untuk saatnya kembali pulang. Puas berlibur dan merefreshkan pikiran dari penat kehidupan sehari-hari, dirasakan sangat tepat. Membuat ceria kembali hati ini dan tak salah memang untuk memilih Pulau Opak sebagai tujuan tempat wisata pulau di Pulau Seribu yang patut untuk dimasukkan dalam list liburan kamu.

*Tips
  • Usahakan datang pagi sekitar pukul 06.00 WIB di Pelabuhan Muara Angke, pasalnya kapal berangkat pada jam 08.00 WIB.
  • Bagi yang suka snorkeling sewa terlebih dahulu peralatan snorkeling di Pulau Harapan, dengan biaya sekitar Rp. 35.000/orang (pelampung, snorkle).
  • Untuk minum, kamu dapat membeli air mineral ukuran galon di Pulau Harapan dengan biaya sekitar Rp. 30.000/galon.
  • Hati-hati bila berenang, karena Pulau Opak termasuk perairan dangkal sehingga bisa saja kulit tergores karang. 
  • Untuk jam kepulangan dari Pulau Harapan menuju Muara Angke sekitar pukul 12.00 WIB. Usahakan jangan terlambat.

Duduk bersama menikmati sunset di Pulau Opak terasa spesial terlebih bilamana dengan para sahabat. Bicara tentang moment spesial adalah disaat kamu saling bertatapan dan tau apa yang kalian pikirkan dan akhirnya tertawa lepas. Karena teman itu seperti bintang, tak selalu nampak, namun selalu ada di hati. Sahabat akan selalu menghampiri bahkan disaat dunia menjauh, pasalnya persahabatan itu seperti mata dan tangan. Saat tangan terluka, maka mata akan menangis, dan saat mata menangis, akan ada tangan yang menghapusnya. Berkawanlah dengan orang yang lebih baik dari dari dirimu, pilihlah sahabat yang memiliki kepribadian yang lebih baik dari dirimu, maka kamu akan mencoba hal yang sama.

Kamu dapat pula membaca tentang Pulau Oar

Demikanlah ulasan saya kali ini tentang wisata camping ke Pulau Opak di Pulau Seribu atau Kepulauan Seribu. Semoga dari apa yang telah disampaikan dapat deijadikan sumber referensi tambahan bagi kamu dan para pembaca yang budiman sekalian.

Jumat, 09 Desember 2016

Pendakian Gunung Prau Dieng Wonosobo via Patak Banteng

Gunung Prau atau Gunung Prahu sering disebut juga dengan Gunung Dieng, memang memiliki begitu banyak pesona. Hamparan padang savana dan bukit-bukit indah, sehingga banyak orang menyebutnya dengan Bukit Teletubbies. Terletak di kawasan dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah membuat cuaca sejuknya dan dinginnya tak perlu dipertanyakan lagi. 

Dieng memang menjadi daratan tertinggi di Jawa Tengah, sehingga cuaca yang dingin membuat tanah di kawasan ini sangat subur, terdapat berbagai tanaman sayur seperti cabai, sawi putih hingga kentang mampu tumbur subur, sehingga menjadi berkah tersendiri bagi para warganya yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Segala potensi wisata dan bentang alam mampu membuat siapapun kagum dengan kawasan Dieng. Ramah tamah dari para warganya terasa hangat ditengah cuaca dingin terasa menyentuh kulit. 

Berdiri di puncak prau memang menjadi pengalaman tersendiri yang cukup berharga bagi saya, mengingat ini adalah kali pertama saya mulai melakukan pendakian. Terbilang cukup nekat memang melakukan pendakian gunung yang dilakukan hanya dua orang saja dan itu pun keduanya masih seorang yang amatir dalam pendakian gunung. Syukur alhamdulillah, masih dalam perlindungan Allah SWT, semua berjalan lancar tak kurang apapun. Mendatangi Dieng, dengan tujuan utama ingin melihat kecantikan panorama alamnya dan penasaran akan adanya para anak Dieng yang memiliki rambut gimbal, yang sering disebut dengan "Anak Gembel". Kamu dapat membaca secara detail pengalaman mendaki Gunung Prau, dalam konten artikel dibawah ini.

Pada siang hari ini saya akan memaparkan secara detail perihal pendakian Gunung Prau Dieng Wonosobo via Patak Banteng. Semoga informasinya dapat dijadikan sebagai referensi tambahan bagi kamu atau para pembaca budiman dimanapun anda berada.

view gunung prau
view Gunung Prau

Gunung Dieng merupakan bukan gunung bertype api dengan memiliki ketinggian puncak sekitar 2.565 mdpl. Meskipun terbilang tak terlalu tinggi namun gunung ini mempunyai cuaca yang sangat dingin kala berada di puncaknya, itulah ciri khas yang di miliki oleh pegunungan Dieng. Terdapat tiga opsi jalur pendakian yang dapat digunakan, yaitu via Jalur Pranten, Kenjuran dan Patak Banten. Dikarenakan jalur yang aman dan bonus pemandangan yang banyak di jalurnya, maka saya memutuskan untuk menggunakan Jalur Patak Banteng. Berbekal informasi dari google, kami berangkat menuju Dieng. Untuk menuju Dieng, jika kamu berdomisili di Jakarta terdapat dua opsi perjalanan yang dapat kamu gunakan,

  • Pertama menggunakan kereta api dari Stasiun Senen menuju Purwokerto, kemudian di lanjutkan menggunakan Bis untuk menuju Terminal Wonosobo. Setibanya di terminal, carilah angkutan mobil elf jurusan Dieng. 
  • Kedua menggunakan bus antarkota untuk langsung menuju Terminal Wonosobo. Sesampainya di terminal tersebut, sama seperti halnya dengan yang menggunakan kereta perjalanan dilanjutkan menggunakan elf untuk menuju Dieng. Biaya untuk elf dari Terminal Wonosobo menuju Dieng berkisar sekitar Rp. 15.000/orang.
Kamu dapat mengatakan pada supir mobil elf untuk mengantarkan kamu menuju pos pendakian Patak Banteng. Setibanya di pos pendakian, kamu dapat meregistrasikan diri kamu dan membayar biaya retribusi pendakian. Gunung Prau merupakan sebuah kawasan cagar alam yang di kelola oleh pihak PT. Perhutani. Oleh karena itulah untuk mendaki gunung ini, kamu tak di kenakan biaya SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi), melainkan hanya sebuah tiket masuk saja.

Gunung Prau
peta pendakian Gunung Prau via patak banteng

pos pendakian patak banteng
suasana pos Patak Banteng
Selesai mengurus semua persyaratan, maka tibalah saatnya menyusuri jalan setapak untuk memulai mendaki. Dimana pertama akan menaiki sebuah tangga yang cukup banyak melewati area perkampungan warga, kemudian persawahan, barulah mulai memasuki hutan. Dengan karakteristik jalur yang cukup aman bagi seorang pemula, seperti halnya saya. Kontur jalan yang terdiri dari tanah, akar, bebatuan dan beberapa tanjakan, memang memberikan sensasi kala mendaki Gunung Prau. Dalam melakukan pendakian Gunung Prau via Patak Banteng terdapat 3 pos pendakian yang akan dilalui. Sebagai titik cek point pertama ialah pos ke 1 dengan nama "Sikut Dewo", sebetulnya pada titik ini biasa saja tak ada bangunan/shelter. Dengan yang masih bisa dikatakan cukup landai. Setelah beristirahat sejenak, maka kembali dimulai perjalanan untuk menuju cek point selanjutnya.

pos 1
suasana di Pos 1

Gunung Prau
jalur melewati hutan pinus
Untuk tujuan berikutnya yaitu pos ke 2 dengan nama "Canggal Walangan". Beristirahat seraya mengisi kembali tenang dengan memakan sedikit logistik yang telah disiapkan sebelumnya. Dengan dikelilingi pepohonan yang tinggi, menambah keasriannya yang masih terjaga dengan baik. Tak lama berselang, saya mulai melanjutkan perjalanan menuju pos ke 3 atau yang sering disebut dengan nama "Cacingan". Pada titik ini, jalur yang di lalui sudah mulai dirasakan cukup berat. Pasalnya terdapat beberapa titik tanjakan yang akan di lalui. Tak jarang memaksa diri untuk berpegangan dengan akar pohon atau tali tambang yang telah disediakan. Setelah melewati semua jalur tersebut, maka tibalah di pos ke 3. Suasana hutan yang rimbu dapat ditemui pada titik ini. Kembali beristirahat pun, kami lalukan. Sungguh perjalanan penuh sensasi.

Gunung Prau
suasana pos ke-2
jalur gunung prau
foto dulu
menuju puncak
istirahat di sekitar jalur
Setelah dirasa sudah cukup, kembali menapaki jalur setapak dan kali ini tujuannya adalah Puncak Prau. Namun sebelumnya, masih terdapat beberapa tanjakan yang cukup terjal hingga terus ke arah puncak. Setelah melewati semuanya, maka tibalah saat menginjakkan kaki di Puncak Prau. Senang dan cukup bangga rasanya sudah dapat berada di puncaknya. Di karenakan malam yang mulai menjelang, maka saya memutuskan untuk mendirikan tenda didekat area pepohonan. Saat berada di puncak gunung ini, angin di malam hari akan berhembus cukup kencang sehingga cuaca akan lebih terasa dingin. Malam mulai menjelang, hangatkan diri dengan makan malam dan secangkir kop dirasakan cukup pas. Lucunya, saya mendengar suara motor malam itu, barulah saya ketahui bahwa untuk mencapai puncak sebetulnya terdapat sebuah jalur yang dapat digunakan oleh sepeda motor. Biasanya para warga memberikan jassanya untuk menghantarkan kamu dengan motor dari pos ke-1 hingga puncak. 

Sang surya mulai menampakkan diri dari ufuk timur. Cahaya orange mulai menerangi Puncak Prau, biasanya pada pendaki memang sudah sedari tadi menantikan moment tersebut. Menikmati segalanya yang tersaji membuat decak kagum, panorama alam sekitar begitu terlihat indah. Terlihat puncak Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan Gunung Merbabu. Nampak pula dari kejauhan dibalik awan putih Puncak Gunung Slamet dan Gunung Merapi yang terus mengeluarkan kepulan asapnya. Berfoto adalah hal wajib yang dilakukan oleh para pendaki, biasanya mereka mengabadikan moment tersebut dengan view ke arah gunung-gunung tersebut.

suasana camp gunung prau
suasana area camping di Puncak Prau
puncak prau
Puncak Prau
gunung sindoro
view Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing

Gunung Prau
view Gunung Slamet dan Gunung Merapi
Tak terasa hari mulai siang, suda waktunya saya kembali turun. Namun kali ini saya tak menggunakan jalur sebelumnya, untuk perjalanan turun gunung saya memilih jalur memutar agar tiba di Kawasan Wisata Dieng Plateu. Jalurnya terletak di belakang gunung dan melewati bukit-bukit savana, barulah saya mengerti mengapa banyak orang menyebutnya dengan Bukit Teletubbies. Layaknya seperti di sebuah tayangan teletubbies memiliki bukit savana yang indah di kejauhan, menjadikan jalur ini termasuk sebagai salah satu spot berfoto terfavorite. Dapat dilihat pula view telaga warna Dieng, sungguh indah warna hijau toscanya jikalau dilihat dari atas. Berjalana turun hingga menemukan area persawahan para warga, menandakan bahwasanya kamu telah tiba di bawah. Melakukan pendakian Gunung Prau dan merasakan adrenalin akan petualangan begitu mengasikkan.

padang savana
view Bukit Teletubbies
jalur menuju dieng
turun gunung melalui via Dieng
melewati padang savana
indahnya suasana padang savana


*Tips
  • Bawalah jaket yang bisa menahan dingin.
  • Usahakan tiba di puncak sebelum malam tiba, pasalnya guna menghindari angin dingin. 
  • Dikarenakan banyak pohon pinus, maka jangan membuat api di area camping.
  • Infokan pada pos pendaki Patak Banteng, bilamana kamu ingin turun gunung di jalur yang lain.
  • Gunakan pada awal tahun di Januari pendakian Gunung Prau di tutup guna mengembalikan fungsinya sebagai cagar alam. Pasalnya untuk Desember khusus menjelang tahun baru pendakian di gunung ini cukup membludak.

Melihat segala potensi alamnya, maka tak diherankan jikalau Gunung Prau cukup populer di kalangan para pecinta alam, terlebih bagi mereka yang pemula dalam pendakian. Gunung ini sering dijadikan tolak ukur kemampuan sebelum mencoba gunung lain dengan jenis track yang lebih sulit.  Untuk tujuan destinasinya berikutnya adalah Wisata Dieng Plateu. Kamu dapat membaca selengkapnya.

Berdiri di puncak Prau memberikan suatu keyakinan dalam diri ini. Walaupun baru kali pertama melakukan pendakian, namun nyatanya mampu untuk melakukannya. Percaya dan yakin akan kemampuan diri sendiri, maka itulah modal awal yang cukup penting dalam hidup. Pasalnya jika kamu memulai dengan percaya, melangkah dengan penuh keyakinan, maka percayalah kamu tak akan pernah kehilangan sebuah harapan. Selalu ingat dalam benak, jangan pernah meremehkan kemampuan diri sendiri. Kalaupun kamu tak merasa bahagia dalam hidupmu saat ini, maka perbaiki lah yang salah dan teruslah melangkah. Janganlah menyerah atas mimpimu, karena impian memberikanmu tujuan hidup dan ingatlah Kesuksesan bukanlah kunci Kebahagian, pasalnya Kebahagiaan itu sebenarnya kunci Kesuksesan.

Demikianlah ulasan saya kali ini perihal pendakian Gunung Prau Dieng Wonosobo via Patak Banteng. Semoga informasi yang telah disampaikan dapat diterima dan berguna bagi kamu ataupun para pembaca budiman sekalian.

Senin, 05 Desember 2016

Wisata Di Pulau Oar Pandeglang Ujung Kulon | Tempat Wisata di Banten

Pulau Oar sepintas masih terdengar cukup asing ditelinga, namun kecantikan pulau kecil ini mulai dilirik oleh banyak traveller. Keindahan pulau ini memang sudah terasa begitu menginjakkan jemari kaki diatas pasir pantainya. Memiliki pasir putih nan halus dan perairan jernih, menjadi pesona tiada tara Pulau Oar. 

Letaknya yang tak terlalu jauh dari pusat ibukota Jakarta, membuat Pulau Oar mudah diakses, sehingga nama pulau ini mulai dijadikan pilihan liburan bagi kaum urban. Melihat segala potensi wisata Pulau Oar, memang menjadikan daya tarik lebih untuk dapat menghabiskan liburan bersama kerabat. Suasana yang hening, jauh dari keramaian menjadikan pulau mungil ini tempat yang sangat cocok untuk merefreshkan pikiran dari segala bentuk kepenatan. Kehidupan yang tat kala menuntut seseorang untuk dapat memenuhi segala kebutuhannya, membawa pada tingkat stress yang cukup tinggi. Oleh karena sebab itulah, mengapa setiap manusia membutuhkan waktu luang untuk sekedar melepaskan segala beban tersebut. Liburan adalah solusi tepat untuk menyalurkan dan meluapkan segala keluh kesah, terlebih setiap manusia bebas dan memiliki hak untuk mengespresikan dirinya.

Bukan rahasia umum lagi, jikalau tempat wisata di Banten memiliki banyak potensi wisata yang menawan. Terlebih untuk wisata di Pandeglang, seperti contohnya mulai dari Pantai Tanjung Lesung bahkan hingga Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon yang telah populer di kanca domestik maupun internasional. Keindahan panorama alam yang menyimpan banyak habitat alami aneka flora maupun fauna. Tak salah memang, jikalau tempat ini ditetapkan sebagai kawasan cagar alam. Selain tempat-tempat tersebut, ternyata wisata alam di Pandeglang, masih memiliki beberapa pesona lainnya, dari sektor bahari misalnya. Dimana terdapat dua buah pulau yang telah cukup populer menjadi destinasi tujuan wisata, seperti Pulau Umang dan Pulau Peucang. Namun selain pulau-pulau tersebut, dewasa ini telah hadir sebuah pulau mungil bernama Pulau Oar yang mulai naik daun perihal keeksistensiannya. Mengingat segala potensi yang ada di pulau ini, maka wajib rasanya untuk memasukkan namanya dalam list tempat wisata yang wajib untuk dikunjungi.

Pada malam hari ini, saya akan memaparkan secara detail perihal wisata di Pulau Oar Pandeglang Ujung Kulon atau tempat wisata di Banten. Semoga informasi kajiannya dapat dijadikan sumber referensi tambahan bagi kamu ataupun para pembaca budiman lainnya.

welcome pulau oar
welcome to Oar Island

Pulau Oar terletak tepatnya di Desa Sumur, Pandeglang. Menurut penuturan warga sekitar yang saya temui, Desa Sumur masih termasuk dalam kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Berjarak sekitar 71 Km dengan lama perjalan sekitar 6-7 jam, kamu dapat menggunakan rute perjalanan Jakarta-Pantai Anyer-Pantai Carita, kemudian ikuti saja plang petunjuk jalan untuk menuju Labuan. Setelah itu ikuti saja jalannya hingga tiba di Desa Sumur. Untuk parkir kendaraan, kamu dapat memarkirkannya di area parkir Pelelangan Ikan atau bisa juga di rumah warga, namun untuk lebih meminimalis buged lebih baik kamu parkir dirumah warga saja dengan cukup membayar seikhlasnya.

Untuk menyebrang ke Pulau Oar, memang kamu diharuskan untuk menyebrang di Desa Sumur. Tak perlu khawatir, kamu dapat menggunakan jasa dari para nelayan setempat untuk mengantarkan kamu. Bila kamu mau, kamu dapat menggunakan seorang nelayan yang sewaktu lalu mengantarkan saya menjelajah tempat ini, hubungi saja "Pak Endang-087889204214". Dengan ramah beliau akan siap menemani perjalanan kamu. Perihal biaya, memang tak ada harga pasti dalam menyewa perahu yang akan digunakan untuk menyebrang. Kamu dapat menawar pada pemilik kapal langsung untuk mendapatkan harga terbaik. Sewaktu saya datang berkunjung, kami menggunakan jasa Pak Endang dengan biaya kisaran sekitar Rp. 500.000 untuk 9 orang (harga tersebut sudah termasuk pergi-pulang, biaya masuk pulau dan ijin untuk camping). Namun biaya tersebut belum termasuk untuk sewa alat snorkeling, biasanya untuk alat tersebut disewakan dengan biaya sekitar Rp. 45.000/orang (termasuk snorkel, pelampung dan fins).

menuju kapal
menuju perahu untuk menyebrang

Setelah menyebrang sekitar 15-20 menit, maka kamu akan tiba di Pulau Oar (tergantung kondisi lautan). Letaknya yang tak jauh dari Pulau Umang, membuat suasananya hampir tak berbeda jauh dari pulau populer tersebut. Tak seperti kebanyakan wisata pantai di Banten lainnya, yang sudah tercemar perairannya. Nyatanya di Pulau Oar masih memiliki perairan yang cukup jernih. Degradasi warna biru air lautnya kian terasa mendamaikan setiap pikiran. Terlebih dikarenakan Pulau Oar adalah sebuah pulau tak berpenghuni, sehingga kamu dapat bebas menikmati hari bercanda gurau dengan para sahabat.

pulau oar
view Pulau Oar dari kejauhan

Pulau Oar memiliki luas sekitar 5.2 Hektar dan hanya membutuhkan waktu sekitar 45-60 menit untuk mengelilinginya. Dengan komposisi pulau terdapat hutan, semak belukar dan beberapa lokasi yang banyak ditumbuhi pohon bakau. Trekking/berjalan kaki menyusuri kawasan pulau menambah seru saat berada di pulau cantik ini. Pada salah satu sudut pulau, terdapat sebuah bangunan tua yang tampak tak terawat. Menurut Pak Endang, beliau menuturkan bahwasanya dulu Pulau Oar adalah sebuah pulau pribadi. Dimana pemilik pulau tersebut, secara arogan melarang para warga sekitar untuk datang ke Pulau Oar tanpa izin terlebih dahulu. Geram akan perilaku tersebut, para warga membakar bangunan tersebut dan kemudian Pulau Oar menjadi pulau tak berpenghuni hingga saat ini.

Meskipun Pulau Oar adalah pulau tak berpenghuni, bagi kamu yang ingin bermalam di pulau ini tak perlu khawatir. Terdapat dua opsi antara lain kamu dapat menginap di Pulau Umang Resort atau berkemah. Dikarenakan sebab hanya memiliki buged yang minim, sehingga kami memilih untuk opsi ke-dua. Berkemah di pulau bertaburan bintang dimalam hari, tentu akan lebih mengasikkan bilamana kamu datang dengan jumlah rombongan. Bila kamu hanya ingin sekedar bermain di Pulau Umang, kamu hanya cukup merogoh kocek sekitar Rp. 150.000 namun hanya diberikan waktu berkunjung sekitar 2 jam saja. Bicara tentang fasilitas, Pulau Oar telah dilengkapi dengan fasilitas toilet, sumur air tawar dan beberapa saung. Sehingga kian lengkap bukan acara camping ceria kamu? Jikalau kamu kehabisan bahan logistik makanan, terdapat seorang penjual makanan keliling yang menyediakan teh, kopi hingga beberapa jenis rokok, namun dalam jumlah yang terbatas dan penjual itupun hanya ada dari pagi hingga sore hari saja.

camping ceria
camping ceria di Pulau Oar

makan siang
lafarrr menyerang
santai di pulau oar
jadi generasi nyender setelah kenyang
Seperti dalam beberapa penjelasan sebelumnya, yang menerangkan bahwasanya Pulau Oar memiliki periaran yang cukup baik. Kehidupan bawah lautnya yang masih terjaga, sehingga masih terdapat banyak biota bawah laut berserta beraneka ragam jenis terumbu karang. Terbukti dengan adanya spot snorkling yang berada di sisi kanan pulau, menjadikan kegiatan snorkeling adalah hal yang sangat direkomendasikan saat melancong ke pulau cantik ini. Selain itu tak jauh dari spot snorkling tersebut, terdapat sebuah bagan/tambak ikan yang dapat digunakan sebagai spot untuk bermain dan melompat.

snorkling di pulau oar
snorkeling di Pulau Oar

terumbu karang pulau oar
aneka terumbu karang

Pulau Oar
kehidupan biota bawah laut pulau oar
ikan di pulau oar
berbagai jenis ikan berwarna-warni
bermain di tambak
bermain di bagan/kerambah ikan

berfoto di bagan
foto dulu lah

Lelah bermain air seharian, kamu dapat bersantai menikmati suasana pantai dan menunggu moment sunset datang. Duduk dipantai seraya menikmati terpaan sinar orange dikejauhan membius mata, tak ingin rasanya beranjak dari surga Banten ini. Sungguh pengalaman yang cukup menyenangkan dapat berlibur di tempat wisata terbaik di Pandeglang ini. Pulau Oar memang menyuguhkan segala keindahan yang apik, sehingga memang cukup disayangkan bilamana tak dapat berkunjung ke pulau ini.

berfoto ria
ini bukan Benyamin

bermain di pantai
serunya Pulau Oar

sunset
sunset terbaik di tanah pesisir Banten

*Tips
  • Pandai-pandai menawar harga perahu yang akan digunakan menyebrang.
  • Bila berkemah, siapkan bahan logistik makanan dengan baik.
  • Simpanlah bahan logistik tersebut dalam tenda, pasalnya cukup banyak terdapat biawak laut di pulau ini.

Melihat segala yang tersaji di Pulau Oar, membuat diri ini takjub akan segala keindahan alam dan kuasanya Sang Pencipta. Hidup adalah serangkaian peristiwa alami dan spontan. Jangan pernah melawan kehidupan yang hanya akan menciptakan kesedihan. Biarkan realitas menjadi kenyataan dan biarkan semua mengalir secara alami. Bicara tentang hidup maka erat pula hubungannya dengan mimpi. Dalam mimpi, tak kenal kata penyesalan. Jika menyesal, itu berarti sama saja dengan mengejar bayangan kita sendiri, semakin dikejar, maka akan semakin jauh dari jangkauan.

Kamu dapat membaca juga tentang 3 Wisata Air Terjun Terbaik Di sentul Bogor 

Demikian ulasan saya kali ini perihal wisata di Pulau Oar Pandeglang Ujung Kulon atau tempat wisata di Banten. Semoga dari apa yang telah disampaikan dalam artikel ini dapat berguna dan membantu bagi kamu ataupun para pembaca budiman lainnya.

Sabtu, 03 Desember 2016

3 Wisata Air Terjun Terbaik Di Sentul | Wisata Alam Curug Terpopuler Di Bogor

Wisata air terjun merupakan wisata alam yang tak pernah sepi pengunjung, terlebih kala waktu libur tiba. Hampir di banyak tempat wisata curug di Bogor, dipenuhi oleh para wisatawan yang ingin berlibur. Pada umumnya mereka menginginkan berlibur dengan suasana alam yang asri, serta mencoba kesegaran air terjun tersebut.

Bogor seperti yang telah umum diketahui, bahwasanya dengan bentang alam daratan tinggi mempunyai cuaca yang sejuk, serta panorama alam yang masih tergolong sangat asri. Sehingga cukup banyak terdapat tempat wisata alam di Bogor, yang mampu membuat siapapun tertarik untuk dapat berlibur. Memiliki beberapa gunung serperti Gunung Salak dan Gunung Gede, menjadikan daerah ini sangat kaya akan alam indahnya. Menjadi daerah hilir air yang mengalir hampir ke beberapa kota disekitarnya seperti contohnya Jakarta, membuat kehadiran kota Bogor di nilai cukup penting. Namun ada pula kalanya, kota ini di salahkan akibat kiriman air yang tentunya akan menggenangi Ibukota. Namun, bukan itu yang menjadi sorotan utama dalam konten artikel kali ini.

Terletak tak jauh dari pusat ibukota Jakarta dan beberapa kota pendukung seperti Bekasi, Sukabumi hingga Bandung, menjadikan Bogor sebagai salah satu tujuan wisata yang cukup populer bagi banyak kaum urban. Mengingat gaya kehidupan di kota-kota besar yang menuntut setiap individunya dapat pintar menyesuaikan diri dengan banyak problematika sehari-hari, sehingga potensi akan stress cukup tinggi pada masyarakat perkotaan. Oleh karena alasan tersebut, menrefresh sejenak pikiran agar suasana hati kembali tenang dan ceria sangat penting adanya. Liburan merupakan salah satu cara terlogis untuk menjawab permasalahan tersebut. Ada pendapat yang menyatakan, jikalau liburan memiliki arti dekat dengan gaya hidup hedonisme, pernyataan tersebut memang tak bisa dikatakan benar ataupun salah, semua dikembalikan lagi terhadap persepsi dari masing-masing. Liburan sebetulnya tak butuh biaya yang besar, semua tergantung gaya liburan seperti apa yang kamu inginkan. Bagi mereka yang gemar dengan kegiatan outdoor atau backpacker contohnya, berlibur dengan gaya seperti ini dapat meminimalis pengeluaran namun pengalaman seru tetap didapatkan. 

Bagi kamu yang gemar dengan berlibur demikian, kota Bogor mempunyai banyak lokasi tempat wisata yang dapat dijadikan rekomendasi, seperti contohnya tempat wisata di Sentul. Daerah kawasan terpadu Sentul memang selalu mempunyai kharisma dan daya tarik bagi banyak orang. Mulai dari hunian elit dengan tata letak yang cukup estetika, membuat banyak orang senang kala berada di kawasan ini. Selain hal tersebut, ternyata Sentul masih menyimpan potensi lainnya seperti wisata alam di Sentul. Dimana terdapat setidaknya lebih dari 12 lokasi curug atau air terjun yang dapat kamu kunjungi. Dari sederet nama wisata curug di Sentul, tentulah pasti ada yang menjadi tujuan terfavorit bagi banyak wisatawan. Mulai dari tua hingga muda, ataupun bagi mereka yang beralasan ingin berlibur dengan biaya yang cukup terjangkau, wisata curug di Sentul memang memberikan kebahagiaan dan keceriaan bagi mereka. Penasaran seperti apa curug-curug terbaik yang ada di Sentu, Bogor? ada baiknya kamu simak dalam artikel dibawah ini.

Pada siang hari ini, saya akan mengulas perihal 3 wisata air terjun terbaik di Sentul atau wisata alam curug terpopuler di Bogor. Semoga informasinya dapat dijadikan sumber referensi tambahan bagi kamu ataupun para pembaca budiman sekalian.

Seperti dalam penjelasan di awal, bahwa terdapat banyak lokasi curug di Sentul yang dapat dijadikan opsi destinasi liburan. Dengan bentang alam yang masih asri serta jernihnya air menjadi penyegar yang positif bagi pikiran yang penat akan rutinitas sehari-hari. Dengan biaya yang cukup terjangkau bagi banyak kalangan masyarakat, menjadikan tempat wisata ini selalu ramai diserbu banyak wisatawan. Berikut adalah 3 nama atau lokasi wisata air terjun/curug di Sentul, Bogor terbaik yang wajib untuk dikunjungi. 

1. Curug Putri Kencana

Curug Putri Kencana
segarnya curug putri kencana
Curug cantik nan unik ini, banyak dikenal pula dengan nama Curug Kencana. Terletak di Desa Karang Tengah, Babakan Madang, Sentul, Bogor. Keindahan Curug Putri Kencana mampu membuat banyak pengunjung terpukau akan pesonanya. Memiliki beberapa kolam alami berbentuk berundak-undak dan air jernih, membuat para pelancongnya betah untuk berlama-lama di curug ini. 

Bagi kamu yang gemar dengan kegiatan outdoor, terdapat pula lokasi camping ground yang dapat kamu gunakan untuk bercamping ceria bersama para kerabat. Ingin mencoba sensasi lain yang memacu adrenalin? cobalah untuk lompat ke dalam kolam dari jembatan bambu yang terdapat di sekitar camping ground tersebut. Kamu dapat membaca selengkapya tentang Wisata Curug Putri Kencana, Sentul.

2. Curug Leuwi Hejo

Curug Leuwi Hejo
suasana curug leuwi hejo
Curug yang mulai populer kurang lebih sejak 2015, ini mampu membuat siapapun pengunjungnya berdecap kagum akan keindahan Curug Leuwi Hejo. Memiliki nama yang berarti "Leuwi adalah Kolam" dan "Hejo adalah Hijau", sehingga curug ini memiliki sebuah kolam atau aliran air terjun yang berwarna hijau yang sangat indah. Warna jernih air hijau tosca yang berpadu padan dengan bebatuan alam beraneka bentuk serta ukuran, mampu menyejukan banyak pasang mata yang memandang.

Meskipun Curug Leuwi Hejo pernah ditutup karena sebuah musibah longsor, namun beberapa waktu yang lalu setelah dilakukan perbaikan disegala sektor, akhirnya curug cantik ini dibuka kembali untuk umum. Ingin merasakan pengalaman seru cliff jumping lompat dari atas air terjun? ditempat inilah kamu dapat memuaskan hasrat petualangan kamu. Mengingat segala potensi wisata yang terdapat di Curug Leuwi Hejo, maka pantaslah jika tempat ini dimasukkan dalam list wisata air terjun terbaik di Bogor. Kamu dapat membaca selengkapnya tentang Wisata Curug Leuwi Hejo.

3. Curug Hordeng

Curug Hordeng
berenang di curug hordeng

Cukup unik memang mendengar nama curug yang satu ini, hal tersebut bukan karena tanpa alasan. Pasalnya air terjun unik ini memiliki bentuk kucuran yang melebar menyerupai sebuah tirai atau hordeng. Penasaran dengan deras kucurannya? cobalah untuk berdiri dibawahnya, sensasi layaknya sedang dipijat akan terasa. Berenang sepuasnya di Curug Hordeng, memberikan kesegaran dan keceriaan lebih, layaknya dapat bersatu dengan alam begitu menenangkan hati. 

Ingin bermalam di kawasan Curug Hordeng? kamu dapat mencoba camping di Bukit Masigit. Bertaburan bintang dilangit malam yang tenang seakan menjadi pelengkap kala berlibur di Curur Hordeng. Tak puas hanya datang kesatu lokasi air terjun, tak perlu khawatir masih terdapat setidaknya sekitar 3 curug lainnya, seperti Curug Ciburial, Curug Kembar dan Curug Leuwi Buluh Leseung. Baca secara detail tentang Wisata Curug Hordeng, Sentul

Mengingat semua kecantikan dan potensi wisata yang terdapat di ketiga curug ini, memang pantaslah jikalau wisata air terjun ini cukup populer dikalangan para traveller. Terbukti dengan banyaknya yang mengupload foto-foto indah tempat ini, menambah daya tarik bagi banyak orang untuk dapat berkunjung secara langsung wisata di Sentul yang satu ini. 

Melihat semua yang tersaji dalam keindahan panorama alam di Indonesia, maka patutlah diri ini berbangga hati. Tuhan telah menganugrahi alam ini dengan kekayaan yang luar biasa, bersyukur dan ikut berperan dalam menjaga kelestariannya adalah hal kecil yang wajib rasanya untuk dilakukan setiap warga negara. Walaupun terkadang masih saja ada opnum jahil yang melakukan tindak vandalisme yang cukup mengganggu, namun cukuplah mereka saja yang BODOH. Pasalnya makhluk paling bijak adalah tumbuhan dan hewan, sedangkan manusia? BELUM.

Kamu dapat pula membaca tentang Curug Cikaso Ujung Genteng.

Demikianlah ulasan saya kali ini perihal 3 wisata air terjun terbaik di Sentul atau wisata alam curug terpopuler di Bogor. Semoga informasinya dapat membantu dan berguna bagi kamu ataupun para pembaca budimana dimanapun kamu berada.

Rabu, 19 Oktober 2016

MENIKMATI KESEGARAN PEMANDIAN ALAMI ''SUMBER BULU'' , KECAMATAN SONGGON , BANYUWANGI

        Pemandian alami Sumber Bulu terletak di kecamatan Songgon , kabupaten Banyuwangi. Di tempat ini kita bisa menikmati  kesegaran air sumber bulu yang bening dan segar. Suasana nya begitu asri karena terletak di dataran tinggi kaki gunung Raung. Jika sobat backpacker hendak menuju ke air terjun Lider , Rowo Bayu ataupun hendak rafting di Kali Badeng , maka akan melewati tempat ini. silahkan tanya pada penduduk setempat jika ingin mengetahui lokasi nya yang pasti. berikut beberapa gambar keindahan Sumber Bulu. Atau tonton video nya DI SINI . Jangan lupa like facebook Backpacker Banyuwangi  untuk seputar info tempat tempat menarik di Banyuwangi.






numpang selfie





Jika sobat berkunjung kesini tetap selalu jaga kebersihan dan ke alamian nya ya sobat. Bawa pulang kembali sampah yang sobat bawa. jangan mengotori dan mencoret coret agar keindahan nya selalu terjaga. TERIMAKASIH

Baca juga :




Makassar first timer, senja di Pantai Losari..

Sebelumnya mohon maaf, karena saya sedang jaraaang banget pergi kemana-mana maka demi keberlanjutan eksistensi blog saya memutuskan untuk re...