Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jawa Timur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Juli 2017

Pesona Ngiroboyo, keindahan pantai yang menawan mata


Pacitan, sebuah kabupaten kecil di pesisir selatan Jawa Timur. Sesuai julukannya, kabupaten yang dijuluki Kota 1001 goa ini memiliki banyak destinasi wisata berupa goa alam yang terbentuk alami sejak jutaan tahun lalu. Namun siapa sangka, di Pacitan juga terdapat banyak wisata pantai dengan panorama yang menawan. Terletak di pesisir laut selatan, pesona pantai-pantai di Pacitan layak mendapatkan perhatian. Pantai Ngiroboyo salah satunya.




     Pantai Ngiroboyo mulai berbenah sejak mulai dikenal oleh masyarakat luas. Menjadi muara dari Sungai Maron, Pantai Ngiroboyo juga turut terkenal berkat event lomba dayung yang diselenggarakan Pemda tiap tahunnya. Pantai ini mulai dilengkapi dengan beragam fasilitas umum yang memudahkan pengunjungnya. Buat kamu-kamu para beachlovers, pantai Ngiroboyo definitely patut dipertimbangkan sebagai tujuan mbolang berikutnya.




    Untuk menuju pantai yang terletak di dusun Sambi, desa Sendang, Donorojo ini kamu dapat melalui beberapa jalur yaitu:

-       Jalur Goa Gong:
Untuk kamu yang melewati jalan raya Pacitan-Solo dari arah Pacitan, silahkan belok kiri di Pertigaan kecamatan Punung (pertigaan di samping kantor KUA Punung, atau sebelah barat SPBU Punung) menuju jalur ke Goa Gong. Setelah sampai di daerah Goa Gong, silahkan ambil jalur menuju Pantai Klayar atau Desa Kalak. Dari daerah itu, kamu akan menemukan banyak petunjuk jalan menuju Pantai Ngiroboyo.
Jalan yang kamu lalui selepas Pantai Klayar memang belum beraspal mulus dan masih berliku naik turun, namun sudah  lumayan kondusif. Jangan lupa selalu hati-hati dan waspada saat melalui rute ini karena medan Pacitan yang bergunung-gunung.




-       Melalui Sungai Maron:
Untuk kamu yang ogah rugi *seperti saya*, kamu bisa mengakses Pantai Ngiroboyo lewat wisata Sungai Maron. Seperti yang telah dibahas di tulisan sebelumnya, wisata Sungai Maron menyediakan perahu untuk disewa pengunjung dan berjalan-jalan menyusuri sungai yang bermuara di Pantai Ngiroboyo ini. Nah, sesampai di Pantai Ngiroboyo, kamu bisa minta petugas pendamping untuk menghentikan sejenak perahunya kemudian mampir turun ke pantai.
Note: Durasi tergantung petugas perahu. Biasanya petugas akan memberi waktu sejenak untuk menikmati pantai saat pengunjung ramai (misalnya saat musim liburan atau sedang ada event) karena perahunya laris dan ditunggu pengunjung lain di Sungai Maron. Namun saat sepi, kamu bisa main sepuasnya di pantai sebelum kembali lagi ke starting point di Sungai Maron. Pinter-pinter nego aja sih ini..

-       Jalur Pantai Watu Karung:
Jalur ini lebih menantang nyali karena kamu harus melewati rute penuh tikungan tajam, jalan naik turun dan aspal yang berantakan di beberapa tempat. Tapi tenang saja, Pemda selalu berusaha menyediakan akses jalan yang lebih baik demi kemajuan pariwisata di Pacitan. Kamu bisa menemukan jalan yang semakin baik dan mulus tiap tahunnya.
Melalui jalur ini, pengunjung tinggal mengikuti arah yang ditunjukkan papan jalan di pinggir jalan. Kalaupun khawatir akan tersesat, kamu selalu bisa bertanya pada penduduk sekitar. Dont worry, they are nice, ramah dan cukup informatif kok!

Nah, perbaikan yang dilakukan Pemda bukan hanya tentang akses jalan menuju lokasi wisata saja guys.. Melengkapi fasilitas umum di Pantai Ngiroboyo juga menjadi concern pihak pengelola. Buktinya, meski terhitung pantai yang "Baru Hits", Ngiroboyo sudah memiliki fasilitas umum yang lumayan. Misalnya fasilitas MCK, warung-warung penjual makanan dan minuman, dan gardu pandang. Di gardu pandang ini, pengunjung bisa beristirahat  sambil menikmati deburan ombak dan semilir angin pantai. Wenaaakk... 

Biaya untuk masuk ke lokasi wisata ini juga amat murah. Cukup dengan dua ribu rupiah (untuk anak-anak) dan lima ribu rupiah (untuk dewasa) kamu bisa menikmati pantai Ngiroboyo sepuasnya. 



So, tunggu apalagi? Pack your bag and go right now! ^^


Sungai Maron, Alternatif Wisata Anti Mainstream dari Kota 1001 Goa



Kamu hobi jalan-jalan ke wisata alam? Kabar gembira buat kamu, sekarang ada wisata alam anti mainstream di Kota 1001 goa. Wisata Sungai Maron namanya, sebuah alternatif wisata alam yang ditawarkan dengan konsep baru: Jalan-jalan santai menyusuri sungai.




    Seperti namanya, Kabupaten Pacitan alias Kota 1001 Goa memiliki banyak objek wisata alam berupa goa alam yang keindahannya telah mendunia. Namun di Kabupaten yang terletak di Jawa Timur ini, belum banyak wisata sungai yang ditawarkan.  Sungai Maron adalah objek wisata baru yang saat ini berhasil menjadi salah satu daya tarik sangat potensial untuk menarik minat pengunjung. Potensi keindahan alam yang dipadu dengan “kreatifitas” penduduk sekitar menciptakan wisata Sungai Maron yang nyatanya laris manis. Konsep wisata sungai ini adalah mengajak pengunjung untuk naik perahu, sambil menikmati keindahan alam yang membentang sepanjang aliran Sungai Maron menuju Pantai Ngiroboyo. Dalam menjalankan objek wisata ini, pengelola bekerjasama dengan penduduk sekitar (yang mostly berprofesi sebagai nelayan) untuk menyewakan perahunya.

Namun meski perahu yang digunakan adalah perahu nelayan, perahu ini bersih dan bebas dari bau amis ikan. Bahkan banyak pula perahu yang baru, kinclong, dengan cat yang masih berkilau. Ada seorang guide yang nanti akan mendampingi kamu sekaligus mengemudikan perahu menyusuri Sungai Maron. Kamu cukup membayar biaya sewa perahu kemudian langsung bisa menyusuri Sungai Maron dengan santai.




   Keindahan Sungai Maron tak perlu diragukan lagi. Perpaduan air sungai dan pepohonan menghijau dijamin sejuk dipandang. Untuk kamu yang stay di kota dan biasa memandang jajaran gedung plus sesaknya kendaraan bermotor tiap hari, wisata ini sangat recomended untuk sejenak mengistirahatkan badan dan pikiran dari rutinitas pekerjaan. Sungai Maron ini bermuara di Pantai Ngiroboyo yang tidak kalah indah. Untuk kamu yang hobi maen di pantai, kamu bisa minta guide untuk sejenak berhenti dan masuk ke objek wisata Pantai Ngiroboyo ini sebelum kembali menuju titik awal pemberangkatan perahu. Pengelola menyelenggarakan event tahunan Lomba Dayung dengan rute menyusuri Sungai Maron menuju Pantai Ngiroboyo.

Okay, now, ada beberapa fakta yang perlu kamu ketahui sebelum memutuskan mbolang cantik ke objek wisata yang terletak di Desa Sendang, Kabupaten Pacitan ini. Check this out!

Lokasi:
Objek wisata Sungai Maron terletak di Desa Dersono, Kec. Pringkuku, Kabupaten Pacitan, kira-kira 27 km dari pusat kota Pacitan. Lokasi ini bisa diaksen melalui jalur Jl.Raya Solo-Pacitan, dengan kondisi jalan yang lumayan baik.

Rute menuju Objek Wisata Sungai Maron:
Lokasi wisata ini harus ditempuh dari rute jalan raya Solo-Pacitan yang berbelok ke arah Punung-Goa Gong atau melalui Desa Pringkuku. Dari lokasi wisata Goa Gong, jarak menuju Sungai Maron kira-kira hanya 15 km saja.
Meski kondisi jalan sudah lumayan baik, namun perjalanan menuju lokasi wisata di Desa Dersono ini memang masih tergolong ekstrim untuk kamu yang tidak biasa menempuh jalan pegunungan. Setelah lepas dari jalan raya, rute menuju lokasi wisata Sungai Maron masih sempit, naik turun, berbelok curam, dan aspal yang rusak di beberapa bagian. Untuk kamu yang tidak biasa menempuh jalur pegunungan, disarankan lebih berhati-hati atau mengajak driver yang lebih berpengalaman.

Transportasi:
Kamu bisa naik motor atau mobil pribadi untuk mengunjungi lokasi wisata ini karena angkutan umum masih sangat terbatas di wilayah Kabupaten Pacitan. Tidak disarankan menggunakan mobil kecil (sedan dll) karena medan yang memang lumayan berat. Lebih baik naik motor atau family car yang lumayan besar.

Retribusi:
Biaya retribusi yang harus dikeluarkan di lokasi wisata Sungai Maron antara lain:
- Biaya masuk objek wisata Sungai Maron = Rp. 2000/orang
- Biaya sewa perahu = Rp. 100.000/perahu yang bisa muat 5 orang (maksimal)
- Biaya parkir motor = Rp 2.000/motor
- Biaya jika perahu bersandar di Pantai Ngiroboyo = Rp. 5000 (tergantung nego)

Murah banget kan!! Dengan biaya nggak sampai 200 ribu rupiah kamu sudah bisa ngajakin rombongan keluarga, teman dan orang terkasih untuk menyusuri Sungai Maron.



Fasilitas umum di Objek Wisata Sungai Maron
Fasilitas umum yang tersedia berupa Mushola, MCK, tempat istirahat dan warung-warung yang menjual berbagai makanan dan minuman. Meski masih sedikit jumlahnya, namun fasilitas umum di objek wisata ini telah lumayan lengkap.

So, how? Objek wisata ini cukup menarik untuk dikunjungi bukan?. Sebagai catatan, sebaiknya kamu berkunjung ke Sungai Maron saat musim kemarau. Air sungai akan berubah keruh kecoklatan saat musim hujan tiba. Jalan aspal yang cukup sulit juga akan berubah licin dan cukup membahayakan. Kapanpun kamu akan berkunjung ke Lokasi Wisata Sungai Maron, pastikan untuk tetap selalu berhati-hati dan waspada ya,guys.. 


Senin, 16 Januari 2017

Air Terjun Coban Pawon | Antrukan Pawon Explore Wisata Lumajang Sendirian

Coban Pawon atau sering dikenal pula dengan nama "Antrukan Pawon" yakni sebuah wisata air terjun di Lumajang yang terbilang masih perawan. Memiliki alam yang begitu asri dan keunikan air terjun yang satu ini, membuat Coban Pawon begitu tepat untuk menyalurkan hobi akan sebuah petualangan.

Indonesia dikenal dengan bentang alam yang begitu kaya dan potensial, bahkan hal tersebut telah diakui oleh mancanegara. Disebut-sebut sebagai Surga di Khatulistiwa, tentulah bukan tanpa alasan. Pasalnya dari seluruh wilayah Indonesia, memang dikenal memiliki sumber daya dan panorama alam yang begitu indah tersebar dari Sabang hingga Marauke. Namun sumber daya alam bukanlah menjadi topik pokok dalam blog ini, dimana saya hanya menitik beratkan pada potensi wisata alamnya saja. Dari segala potensi bentang alam tersebut lah maka didapati ribuan lokasi indah, dari beberapa lokasi tersebut bahkan dewasa ini telah menjelma menjadi tempat wisata di Indonesia yang sudah bertaraf Internasional.

Namun jika bicara akan hal tersebut, memang saat ini belum begitu banyak lokasi tempat wisata yang sudah terkenal, sebut saja hanya seperti Bali dan Jogja. Akan tetapi ternyata bukan berarti kota-kota lainnya tak terdapat lokasi indah, seperti contohnya Lumajang. Jika kalian mungkin sudah tau akan tempat wisata di Lumajang, seperti Air Terjun Tumpak Sewu atau Air Terjun Goa Tetes. Maka kali ini, saya akan menambahkan sedikit informasi tentang wisata alam lainnya yang belum begitu banyak diketahui oleh khalayak umum. Air Terjun Coban Pawon memang belum begitu dikenal, mungkin dikarenakan belum adanya pihak pengelola tempat ini. Padahal air terjun di Lumajang ini memiliki keunikan jika dibandingkan dengan air terjun pada umumnya. Ingin tau keunikan tersebut? kamu dapat simak ulasannya secara detail dalam artikel dibawah ini.

Pada siang hari ini, saya akan mengulas perihal Air Terjun Coban Pawon atau Antrukan Pawon explore Wisata Lumajang sendirian. Semoga dari segala informasi yang nantinya akan disampaikan dapat diterima dan membantu bagi kamu ataupun para pembaca budiman lainnya.

berfoto di Coban pawon
nikmati keindahan Coban Pawon / Antrukan Pawon
Sebelumnya, apa kamu tau tentang Air Terjun Coban Pawon? ya, masih mencoba mengexplore kota Lumajang, Jawa Timur secara solo karir tak menghalangi niat serta tekad saya untuk mereview beberapa wisata alam di Lumajang, agar dapat kamu dijadikan sebagai rekomendasi tambahan. Tepat pada tanggal 15/01/2017, saya mendatangi lokasi Air Terjun Coban Pawon terletak di Desa Gucialit, Lumajang. Coban Pawon, keunikannya tak hanya dari segi namanya yang ternyata bukan tanpa sebab. Asal usul sejarah Coban Pawon itu sendiri berawal dari sebuah kata "Coban" atau "Antrukan" yang berarti sebuah kucuran air dan "Pawon" berarti sebuah tungku atau dapur (dalam bahasa Jawa), berarti memiliki arti sebuah air terjun yang memiliki  kucuran yang masuk kedalam sebuah tungku didalam dapur. Cukup unik bukan?

Seperti dalam penjelasan diawal bahwasanya Coban Pawon belumlah terlalu dikenal. Hal tersebut terang saja, dikarenakan wisata air terjun ini belum dikelola secara serius ataupun mendalam, bahkan terkesan seadanya. Tak ada sarana dan fasilitas apapun, melainkan hanya sebuah rumah milik "Bu Timah" yang dijadikan sebagai lokasi parkir kendaraan bilamana kamu berkunjung ke air terjun ini. Bu Timah menceritakan pada saya, sudah sejak lama ia dan beberapa para warga sekitar yang peduli akan keberadaan air terjun cantik ini saling bahu-membahu untuk merawat dan mengelola tempat ini. Beliau pun menuturkan bahwa besar harapannya untuk Coban Pawon ramai dikunjungi para wisatawan. Pihak Pemprov dan Dinas Pariwisata setempat bukan tak mengetahui keberadaan Coban Pawon, namun entah mengapa sampai saat ini belum ada tindak lanjut akan kejelasan tempat ini. Sehingga dengan usaha yang tebatas dan terbentur akan masalah modal, para warga terus berjuang untuk merawat Coban Pawon dengan seadanya.

Dikarenakan belum dikelola dengan baik, maka tak ada biaya retribusi tiket masuk yang dikenakan pada para pengunjung. Mereka hanya dikenakan biaya parkir kendaraan dirumah Bu Timah dengan biaya sekitar Rp. 5000/motor dan Rp. 10.000/mobil. Kemudian setelah memarkir kendaraan, kamu dapat berjalan menuju sebuah gang kecil yang berada disebrang jalan rumah Bu Timah untuk menuju lokasi Coban Pawon. Namun sebelum melakukan perjalanan trekking sepanjang setengah kilo, disarankan agar kamu mempersiapkan segala keperluan pribadi ataupun bahan logistik terlebih dahulu. Dikarena tak ada fasilitas apapun dilokasi air terjun, kamu dapat membeli segala keperluan disebuah warung dekat rumah Bu Timah. Jika menelisik lebih jauh keadaan jalur yang akan dilalui, memang terkesan seadanya. Dimana jalan tersebut bertekstur tanah liat dan bilamana sehabis hujan turun, maka kondisinya akan becek dan berlumpur. Untuk rambu petunjuk menuju lokasi air terjun pun belum ada, hanya terdapat tulisan/tanda panah dari sebuah cat merah pada titik-titik tertentu dan itupun sebagian sudah ada yang luntur/rusak.

suasana parkir kendaraan
lokasi parkir kendaraan dirumah Bu Timah
Lumayan jauh kaki melangkah melewati lumpur dan pepohonan tumbuhan lengkuas yang banyak terdapat disepanjang jalur, maka tibalah dari kejuahan terdengar suara gemericik air yang menandakan lokasinya sudah dekat. Menuruni jalan setapak untuk turun kedasar sungai pun dilalui, kemudian kamu diharuskan menyebrang sungai kecil dengan aliran yang tak begitu deras, maka tibalah kamu dilokasi Air Terjun Coban Pawon. Bibir penuh dosa ini pun mengucap syukur dan takjub akan salah satu bentuk kebesaran Sang Illahi. Bagaimana tidak, sebuah air terjun yang tak terlalu tinggi mungkin hanya sekitar 15-17 meter langsung jatuh kedalam sebuah goa.

Perihal reka ulang tentang keadaan geologis Air Terjun Coban Pawon, menurut asumsi dan nalar saya yang belum bisa dipastikan akan kebenarannya, mungkin dahulu kala terdapat sebuah kubah besar yang terbuat dari batu karang besar berada tepat dibawah sebuah air terjun. Seiring berjalannya sang waktu, dikarenakan kucuran air terjun tersebut tepat jatuh diatas sebuah kubah karang, maka jatuhan air tersebut mengikis dan melubangi kubah karang tersebut. Sehingga membentuklah sebuah lubang, air yang menembus kedalam kubah tersebut pun mengalir menjadi satu aliran sungai yang lamban launpun mengikis dan melubangi bagian dalam kubah karang, sehingga membentuklah layaknya sebuah perut goa seperti saat ini. Pendapat sederhana saya ini, mungkin benar dan mungkin pula salah, semua saya kembalikan pada para pembaca sekalian.

view air terjun dari mulut goa
view dari mulut goa

bagian atas coban pawon
view air terjun bagian atas

coban pawon
view air terjun Coban Pawon

selfie
selfie dulu dong
Keunikan bentuk dan lokasi Coban Pawon inilah yang menjadi keindahan akan nilai sebuah estetika, sehingga terbilang cukup jarang ditemui pada air terjun lainnya. Bahkan tertarik akan keindahannya terdapat sebuah kelompok pemuda yang tertarik untuk membuat film trailer dokumenter yang mengangkat Coban Pawon sebagai tugas prakarya sekolah. Bertemu dan berbincang dengan salah satu murid dari SMP Negeri 1 Kencong, Jember mereka bercerita bahwa inilah pertama kalinya mereka mencoba membuat sebuah karya film dokumenter amatir, yaa menurut saya hal tersebut sangat baik dan patut untuk diapresiasikan, selain untuk mengasah kreatif dan juga dapat memupuk kepedulian terhadap lingkungan khususnya alam di Indonesia sejak sedini mungkin.

proses syuting
proses syuting
Sikon Air Terjun Coban Pawon memang sangat tak dianjurkan bagi kamu untuk berenang, sehingga kamu hanya dapat mengagumi keindahannya melalui media foto saja. Bagi kamu pengemar hobi tersebut, rasanya memanglah sangat direkomendasikan untuk mengunjungi Coban Pawon. Dengan memiliki bentuk unik, pastinya akan menghasilkan sebuah karya foto yang bernilai estetika tinggi.

Sebuah fakta tentang air terjun di Lumajang yang jarang orang ketahui, taukah kamu mengapa kebanyakan air terjun di Lumajang memiliki air yang terbilang berwarna kecoklatan dan agak keruh? Warna pada air memang dapat dipengaruhi dengan berbagai faktor, misalnya bahan-bahan organik seperti dekomposisi dari tumbuhan sekitar yang mati, kandungan plankton dalam air ataupun bersal dari pasir ataupun lumpur yang berada di dasar sungai. Untuk kebanyakan aliran sungai di Lumajang, memang memiliki potensi sumber daya pasir yang berlimpah, sehingga sering kali diexploitasi oleh para penambang pasir. Kemungkinan dikarenakan banyaknya aliran-alilran sungai besar yang dikeruk pasirnya secara berlebih yang menyebabkan warna air sungai cenderung berwarna kecoklatan.

Bagi kamu yang ingin berkunjung, kamu dapat mengikuti rute jalan menuju Air Terjun Coban Pawon dengan berbagai opsi pilihan. Dari domisili kamu saat ini, kamu diharuskan terlebih dahulu tiba di kota Lumajang. Bila kamu berada di daerah Jember dan sekitarnya, kamu dapat mengikuti rute sebagai berikut,
  • Opsi pertama, kamu dapat mengikuti rute Jember-Lumajang Kota-Gucialit dengan lama perjalanan biasanya dapat mencapai antara 90-120 menit tergantung kondisi lalin. Dari arah Jember, kamu dapat menuju Alun-Alun Lumajang ataupun langsung menuju Terminal Minak Koncar Wonorejo, kemudian kamu dapat langsung menuju Kecamatan Klakah. Setelah itu kamu dapat menuju Desa Kertowo, Gucialit untuk langsung menuju lokasi Coban Pawon. Rute ini saya gunakan dalam perjalanan pulang (dari Coban Pawon menuju Jember).
  • Opsi kedua, bila kamu berada dari arah Pronojiwo, Dampit dan sekitarnya, kamu dapat menuju tugu yang berada di Tempeh. Kemudian belok pada tugu tersebut menuju Desa Kloposawit, setelah itu ikuti marka peunjuk jalan menuju arah Senduro/B29 Lumajang. Lalu ikuti jalan tersebut hingga menemukan marka petunjuk jalan kembali menuju arah Selokambang. Sesampainya dikota Lumajang kamu cukup ikuti saja marka petunjuk menuju Gucialit/Air Terjun Pawon. Namun bila menggunakan rute ini, sesampainya di Gucialit belum ada petunjuk/marka jalan yang jelas menuju Coban Pawon, sehingga kamu dapat menayakan pada warga sekitar tentang lokasinya. 
tugu
tugu di Tempeh


    marka jalan
    ikuti arah Senduro

    marka jalan2
    ikuti arah Selokambang

    marka jalan3
    ikuti arah Air Terjun Pawon
    *Tips
    • Untuk rute jalan, sebaiknya kamu menggunakan opsi pertama karena lebih mudah. 
    • Gunakan smartphone kamu sebagai panduan tambahan tentang lokasi Coban Pawon.
    • Bila bingung, kamu dapat menanyakan pada warga sekitar tentang lokasinya, namun warga sekitar lebih mengenal dengan nama "Antrukan Pawon".
    • Pastikan BBM kendaraan kamu cukup, pasalnya cukup jarang ditemui SPBU di Gucialit.
    • Fasilitas toilet dapat menggunakan dirumah Bu Timah.
    • Gunakan alas kaki yang nyaman dan aman, utamakan yang antislip mengingat jalurnya becek dan licin. Lebih baik menggunakan sepatu gunun/sendal gunung.
    Berkunjungi ke Air Terjun Coban Pawon, memperlihatkan dan membuktikan bahwasanya begitu banyak potensi yang terdapat di Surga Khatulistiwa ini. Bangsa Indonesia patutlah berbangga diri akan anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan. Namun apa yang terjadi saat ini, bangsa masih saja dalam sebuah keterpurukan dalam segala sektor dan aspek kehidupan. Lalu siapakah yang disalahkan? tak ada yang perlu disalahkan, melainkan kita hanya butuh perubahan. Mulailah dari diri sendiri dan tak perlu berkoar-koar akan perubahan itu, namun cukup buktikan saja, biarlah mereka melihat dan menirumu melalui fakta-fakta yang telah ada.
    Kamu dapat membaca pula tentang Pantai Sundak Jogja
    Demikianlah ulasan saya perihal Air Terjun Coban Pawon atau Antrukan Pawon explolre Wisata Lumajang sendirian. Semoga dari segala informasi yang disampaikan dengan sebenarnya tersebut, dapat dijadikan sumber referensi tambahan bagi kamu ataupun para pembaca budiman dimanapun anda berada.

    Selasa, 10 Januari 2017

    Share Liburan Ke Air Terjun Goa Tetes Tempat Wisata Di Lumajang

    Air Terjun Goa Tetes atau yang sering disebut juga dengan "Goa Tetes", merupakan sebuah wisata alam di Lumajang yang telah cukup populer. Apakah kamu tau tentang Air Terjun Goa Tetes? sebenarnya air terjun atau sebuah goa sih? ya, mungkin sepintas pertanyaan tersebut bisa saja terlontar. Sebenarnya tempat wisata ini merupakan gabungan antara air terjun dan juga goa, sehingga cukup unik bukan?

    Apakah kamu tau tentang sumber daya di Kota Lumajang? Ya, Lumajang seperti yang telah diketahui oleh khalayak umum, merupakan sebuah kota yang memiliki bentang alam yang cukup unik. Iklim di Lumajang secara umum memiliki jumlah kemungkinan intensitas curah hujan cukup tinggi, walaupun sedang musim kemarau. Sehingga membuat alamnya cukup subur dapat ditumbuhi berbagai macam jenis tumbuhan sayur-mayur. Dikarenakan memiliki topografi daratan yang cukup baik, sehingga Lumajang memiliki keadaan Hidrologi atau pengairan yang cukup pasalnya memang di daerah ini cukup banyak sumber air yang dapat dimanfaatkan seperti berasal dari danau, sungai hingga mata air. Para penduduk di Lumajang biasanya memanfaatkan sumber air tersebut untuk memenuhi segala kebutuhan sehari-hari seperti sumber air bersih hingga irigasi untuk lahan persawahan/ladang.

    Daerahnya yang dikelilingi oleh beberapa wilayah pegunungan seperti Gunung Semeru, Gunung Bromo-Tengger hingga Gunung Argopuro, telah menjadi berkah alam tersendiri bagi masyarakat Lumajang. Air Terjun Goa Tetes terletak di Desa Sidomulyo, Pronojiwo atau tepatnya bersebelahan dengan Air Terjun Tumpak Sewu. Jika kamu belum mengetahui tentang kedua air terjun di Lumajang ini, kamu bisa juga membaca terlebih dahulu tentang Air Terjun Tumpak Sewu. Wisata Goa Tetes sebenarnya telah dibuka untuk umum bahkan lebih dahulu, jika dibandingkan dengan tetangganya tersebut. Dikenal sejak 1982 yang lalu, tempat wisata ini memang telah menyedot banyak perhatian para wisatawan hingga sekarang. Bagaimana tertarik ingin pula mengunjungi Air Terjun Goa Tetes ini? ada baiknya kamu simak terlebih dahulu pengalaman pribadi yang dituangkan dalam konten artikel kali ini.

    Dalam kesempatan kali ini, saya kan mengulas secara detail perihal share lliburan ke Air Terjun Goa Tetes tempat wisata di Lumajang. Semoga ingormasinya dapat diterima dan dijadikan sumber referensi tambahan bagi kamu ataupun para pembaca budiman sekalian.

    goa tetes
    suasana mulut Goa Tetes

    Jika bicara tentang kota Lumajang, memang kota yang tak begitu luas ini terbilang belum sepopuler kota-kota lain di Jawa Timur. Meskipun demikan adanya, namun tetap saja Lumajang menyimpan begitu besar potensi andalan dari beberapa tempat wisata di Lumajang. Bagi kamu penggemar kegiatan adventure ataupun outdoor, rasanyaa sangat wajiblah bilamana kamu mengunjungi kota ini. Dengan segala kekayaan wisatanya yang belum begitu terexpose oleh media massa baik melalui media cetak, media televisi ataupun media online. Sehingga memberikan kebanggaan dan kepuasan batin yang menjadi pengalaman tak terlupakan. 

    Untuk mengunjungi lokasi Goa Tetes sebenarnya sama dengan rute menuju Tumpak Sewu, dimana kamu haruslah menuju kota Lumajang terlebih dahulu. Kemudian kamu dapat mengarahkan kendaraan menuju arah selatan Lumajang menuju Dampit-Pronojiwo. Bila kamu dari arah Jember dan sekitarnya, kamu dapat menuju Pronojiwo melalui Piket Nol dengan rute Jember-Kencong-Jombang-Tempeh-Dampit-Pronojiwo. Kondisi jalan pada titik ini berkelok-kelok sehingga kamu harus hati-hati. Bagi para pejalan biasanya beristirahat dikawasan Jembatan Gladak Perak, dimana dikawasan ini pemandangannya begitu indah. Terdiri dari sebuah jembatan kecil disisi jalan yang membentang membelah sungai berpasir dibawahnya, ya memang menurut penuturan warga lokasi ini dijadikan penambangan pasir. Sehingga tak heran jikalau banyak truk-truk berlalu-lalang pada kawasan ini.
    ambil arah pronojiwo
    plang petunjuk jalan
    lewati jembatan ini
    view Jembatan Gladak Perak
    Sesampainya di Pronojiwo sudah banyak terdapat papan rute petunjuk jalan menuju Goa Tetes/Tumpak Sewu. Sehingga kamu tak akan kesulitan menemukan lokasinya. Sebenarnya Goa Tetes dan Air Terjun Tumpak Sewu memiliki gang pintu masuk yang berbeda. Namun semenjak dibukanya wisata Air Terjun Tumpak Sewu 2 tahun silam, para pengunjung lebih banyak menggunakan tempat wisata ini sebagai akses masuk untuk kedua wisata alam ini. Umumnya mereka berkunjung terlebih dahulu ke Tumpak Sewu dengan cara turun kedasar sungai, kemudian menyusuri sungai kembali sekitar 10 menit untuk tiba di Air Terjun Goa Tetes. Dengan cara demikian, para pengunjung tak perlu lelah untuk bolak-balik naik-turun tebing, tak perlu membayar biaya retribusi masuk dan parkir lagi, serta lebih menghemat waktu.

    plang petunjuk 2
    plang petunjuk jalan
    Suasana asri dan alami yang masih terjaga kala berada di kawasan wisata Tumpak Sewu-Goa Tetes. Bagi para pengunjung, secara umum memang mereka tak bisa berenang di kawasan Tumpak Sewu, dikarenakan memang lokasinya yang tak terlalu aman untuk berenang. Namun biasanya untuk menyegarkan kembali tubuh sehabis perjalanan, mereka dapat bermain air di Goa Tetes. Lokasinya yang cukup aman, kucuran airnya pun tak begitu deras dan mengalir mengikuti bebatuan sekitar. Warna bebatuan di kawasan Goa Tetes memiliki warna kekuningan, hal tersebut dikarenakan pada bebatuan ini memiliki kandungan belerang yang cukup tinggi.

    mulut goa tetes
    tampak depan Goa Tetes
    Sebelumnya, apakah kamu tau asal usul sejarah Goa Tetes? Goa Tetes dinamakan demikian dikarenakan letaknya yang berada tepat dibawah sebuah air terjun, sehingga banyak tetesan air didalam goa yang berasal dari resapan air yang menetes dari langit-langit goa. Suasananya begitu indah kala melihat tetesan air yang jatuh mengalir melalui stalaktit. Menurut penuturan dari Mas Yanto (seorang pengelola Air Terjun Tumpak Sewu), ia secara jelas bercerita tentang asal usul ditemukannya Goa Tetes. Objek wisata Lumajang ini ditemukan oleh seorang penggergaji kayu pada tahun 1969. Kemudian pada 1975, barulah mulai dikunjungi orang yang sebagain besar pengunjungnya diwaktu itu ialah organisasi Pramuka dari sekolah-sekolah disekitar Pronojiwo. Dikarenakan dianggap menarik dan berpotensi sebagai tempat wisata populer suatu saat nanti, maka pada 1982 pihak Pemprov mulai menggarap dan mengelola tempat ini. Benar saja, hanya dalam beberapa tahun kemudian, jumlah wisatawan pun melonjak, terutama pada waktu libur nasional tiba dan semenjak itulah nama Air Terjun Goa Tetes mulai dikenal oleh khalayak luas. Baca juga tentang Gereja Ayam Magelang.

    view dari mulut goa
    view dari mulut goa

    suasana dalam goa
    suasana dalam Goa Tetes
    stalaktit
    ini adalah staktit dan stalagmit yang menyatu dalam Goa Tetes
    Pada bagian dalam goa pun begitu eksotis, dimana dapat ditemukan beragam bentuk serta ukuran dari stalaktit dan stalagmit. Sebelum lanjut, apakah kamu tau yang dimaksud dengan bebatuan stalaktit dan stalagmit? Stalaktit adalah sejenis speleothem (mineral skunder) yang menggantung pada langit-langit pada goa kapur. Sedangkan Stalagmit adalah pembentukan goa vertikal (dari bawah ke atas). Stalagmit terbentuk dari kumpulan dari kalsit (Kalsium Karbonat) yang berasal dari air yang menetes.  Secara umum stalagmit dapat ditemukan dilantai goa dan tepat berada di bawah stalaktit. Bahkah didalam Goa Tetes, terdapat sebuah stalaktit dan stalagmit yang menyatu, sudah terbayangkan bukan umur dari bebatuan tersebut? dimana rata-rata bisanya pertumbuhan stalaktit dan stalagmit sekitar 0.13 mm atau 0.005 inci/tahun. Sehingga bebatuan ini untuk menyatu membutuhkan sekittar jutaan tahun lamanya, oleh karena itulah kamu dan para pengunjung diwajibkan untuk menjaga dan tidak merusak bebatuan tersebut.

    Selain memiliki keunikan, ternyata Goa Tetes pun menyimpan beberapa mitos yang beredar di masyarakat sekitar.  Menurut pengakuan mereka pun ada yang percaya ataupun tidak, semua kembali lagi terhadap setiap individu masing-masing. Berikut adalah mitos Goa Tetes,
    • Bila mandi di Goa Tetes, dapat membuat awet muda.
    • Enteng jodoh
    • Setiap hubungan yang retak atau berakhir, bila kedua pasangan tersebut datang mengunjungi Goa Tetes maka dapat menyambung atau rujuk kembali.
    Keindahan Goa Tetes memang tak perlu diragukan lagi, bagi kamu yang hobi fotografi rasanya sangat wajib untuk mengunjungi tempat ini. Dengan memiliki berbagai ukuran dan warna stalaktit stalagmit serta bentuk goa yang terbilang unik, maka akan sangat indah bilamana diabadikan dalam bentuk foto. Oleh karena itulah banyak para wisatawan sibuk berfoto ria ditempat ini. Sungguh pengalaman tak terlupakan kala berlibur di kota Lumajang.

    *Tips
    • Hati-hati melangkah bilamana mengunjungi Goa Tetes, karena mulut goa berada sedikit naik. Sehingga kamu harus naik ke air terjun terlebih dahulu.
    • Carilah batu yang dialiri oleh air untuk berpijak, dikarenakan pada titik itulah tak ada lumut.
    • Bawalah baju ganti.
    • Jangan mengunjungi Goa Tetes dibawapukul 15.00, pasalnya kamu diharuskan menuruni tebing guna menuju lokasinya. Sehingga sangat berbahaya bilamana turun larut petang.
    • Bawalah smartphone sebagai panduan tambahan dalam perjalanan menuju Air Terjun Goa Tetes.
    Bila dipahami lebih mendalam, tentulah terdapat berbagai macam Kebesaran Tuhan. Temasuk apa yang telah terjadi apik didalam Goa Tetes, dimana Tuhan menciptakan alam dengan penuh Karomah. Banyak pembelajaran yang dapat dipetik bagi mereka yang berfikir. Dalam hidup, apapun yang telah terjadi jangan pernah disesali. Karena dibalik Hal baik adalah kenangan terindah dan Hal terburuk adalah pelajaran berharga. Bagi mereka orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memikirkan hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

    Kamu dapat pula membaca tentang Gili Labak Madura dan Pantai Tiga Warna Malang

    Demikianlah ulasan saya kali ini perihal share liburan ke Air Terjun Goa Tetes tempat wisata di Lumajang. Semoga kiranya dari informasi yang telah disampaikan dapat membantu dan membantu bagi kamu ataupun para pembaca budiman dimanapun anda berada.

    Senin, 09 Januari 2017

    Kisah Menuju Air Terjun Coban Tumpak Sewu Tempat Wisata Di Lumajang

    Air Terjun Tumpak Sewu atau yang dikenal pula dengan "Coban Sewu" merupakan sebuah tempat wisata alam di Lumajang yang dikenal baru namun sudah mulai menyedot perhatian khalayak umum. Bagaimana tidak dengan memiliki panorama alam berupa air terjun dengan skala besar mampu membuat siapapun kagum akan kebesaran Sang Khalik.

    Sebenarnya di Indonesia, masih banyak wisata air terjun yang memiliki ukuran besar dan juga tinggi, khususnya di pulau Jawa yang notabenenya memiliki topologi daratan yang beragam dengan terdapat banyak wilayah pegunungan. Hal tersebut sangat memungkinkan untuk tersedianya air terjun dengan beragam bentuk dan ukuran, namun hanya saja mungkin banyak air terjun cantik tersebut belum memilii kesempatan untuk dapat terekspose secara luas, akan tetapi tak menutup kemungkinan bilamana suatu saat nanti akan ada bermunculan tempat wisata air terjun baru. 

    Jika berbicara tentang air terjun berukuran tinggi di Pulau Jawa, hingga saat ini tercatat hanya Air Terjun Madakaripura di Probolinggo lah yang memiliki tinggi hingga sekitar 200 meter. Namun jangan salah, terletak tak jauh yakni di kota Lumajang ternyata terdapat pula sebuah air terjun dengan ketinggian yang hampir setara yakni Air Terjun Tumpak Sewu dengan tinggi sekitar 120 meter. Akan tetapi yang menjadi pembedanya ialah jumlah kucuran air terjunnya. Penasaran akan air terjun cantik nan megah ini? ada baiknya kamu simak terlebih dahulu konten artikel saya kali ini.

    Pada siang hari ini, saya akan mengulas secara detail dalam kisah menuju Air Terjun Coban Tumpak Sewu tempat wisata di Lumajang. Semoga informasi yang nantinya disampaikan dapat berguna bagi kamu ataupun para pembaca budiman sekalian.

    tumpaak sewu
    air terjun tumpak sewu
    Lumajang seperti yang telah diketahui, bahwasanya terletak bersebelahan dengan kota Malang, Probolinggo, Jember dan Banyuwangi. Dengan berlokasi di tengah kota-kota tersebut, menjadikan Lumajang selalu ramai dikunjungi. Sebagai kota pendamping kehadirannya ternyata dirasakan cukup penting, sehingga pihak Pemprov secara serius menggarap pembangunan guna usaha unuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakatnya. Jika bicara tentang tempat wisata di Lumajang, mungkin bagi kota Lumajang masih dianggap terlalu dini. Pasalnya meskipun memiliki bentang alam indah yang mampu disulap untuk menjadi objek wisata bertaraf internasional, akan tetapi demi mewujudkan mimpi tersebut masih dibutuhkan banyak usaha keras dari Pemprov, Dinas Pariwisata hingga masyarakat setempat. Dari ketiga element tersebut dituntut untuk bekerja sama dan bersinergi guna tujuan yang sama yakni memajukan Pariwisata Lumajang. 

    Sebagai contohnya wisata Air Terjun Tumpak Sewu, sekipun baru berumur sekitar 2 tahun. Namun nyatanya mampu menarik besar minat para wisatawan. Akan tetapi menurut seorang pengelola yakni "Mas Yanto-085331238963" yang menuturkan sejak dibuka pada 2015 hingga sekarang, mereka tak pernah mendapatkan bantuan sepeserpun dari Pemprov atau Dinas Pariwisata setempat. Cukup ironis bukan?

    Penasaran akan cerita keindahannya, saya mencoba memberanikan diri untuk datang sendiri mengunjungi Air Terjun Tumpak Sewu pada tgl 08/01/2017. Lokasi Air Terjun Tumpak Sewu letaknya bersebelah dengan Air Terjun Goa Tetes, atau secara administratif terletak di aliran Sungai Glidih, yang menjadi batas antara Kecamatan Ampel Gading Malang dengan Pronojiwo Lumajang. Bagi kamu yang ingin mengunjungi air terjun cantik ini, kamu dapat melalui beberapa opsi rute, dari domisili kamu saat ini maka kamu harus tiba di Lumajang terlebih dahulu. Sebagai contoh, bilamana kamu berada di kota Jember dan sekitarnya, kamu dapat mengarahkan kendaraan kamu menggunakan rute Jember-Kencong-Jombang-Tempeh-Dampit/Turen-Pronojiwo. Dimana kamu dapat mengikuti plang petunjuk jalan dan ikuti saja jalan tersebut. Bila kamu menggunakan rute jalan ini, maka kamu akan menemuka beberapa lokasi air terjun lainnya terlebih dahulu seperti Coban Sumber Telu, Air Terjun Kapas Biru, Air Terjun Kabut Pelangi. Dari lokasi Air Terjun Kabut Pelangi perjalanan kamu hanya tinggal menuju Goa Tetes dengan jarak 1 Km dan Air Terjun Tumpak Sewu 2 Km saja. Lanjutkan saja mengikuti jalan hingga kamu menemukan spanduk masuk Goa Tetes disisi kiri jalan. Jika sudah menemukannya, berarti lokasi pintu masuk Air Terjun sudah dekat, kamu hanya cukup mencari spanduk masuknya saja yang bertuliskan "Serpihan Surga itu Memang Ada Air Terjun Tumpak Sewu". Kamu cukup masuk mengikuti arah dari spanduk itu saja. Sebelu lanjut, kamu dapat membaca pula tentang 3 Air Terjun Terbaik di Sentul Bogor.

    ambil arah malang
    ambil arah Malang
    ambil arah pronojiwo
    ikuti jalan menuju Pronojiwo

    lewati jembatan ini
    lewati jembatan Gladak Perak

    plang petunjuk
    belok kanan sesuai dengan plang petunjuk jalan

    coban sumber telu
    lewati Coban Sumber Telu

    air terjun kapas biru
    lewati Coban Kapas Biru

    coban kabut pelangi
    lewati Coban Kabut Pelangi

    plang petunjuk 2
    ikuti terus plang petunjuk jalan

    masuk goa tetes
    gang masuk Air Terjun Goa Tetes

    gang masuk tumpak sewu
    gang masuk Air Terjun Tumpak Sewu
    Tak jauh, maka kamu akan menemukan lokasi parkir kendaraan. Dimana biasanya untuk parkir kendaraan akan dikenakan sekitar Rp. 5000/motor dan Rp. 10.000/mobil. Jangan khawatir dengan keamanannya, pasalnya pihak pengelola secara standby mengawasi kendaraan tersebut dan melengkapinya dengan sebuah tiket. Biasanya setiap kendaraan yang ingin keluar harus menunjukkan karcis tiketnya terlebih dahulu. Setelah memarkir kendaraan, kamu dapat langsung menuju pos loket untuk masuk ke dalam kawasan Air Terjun Tumpak Sewu, dimana kamu akan dikenakan biaya retribusi masuk sebesar Rp. 5000/orang. Kemudian kamu mulai menapaki jalur sepanjang sekitar 150 meter yang melewati perkebunan Salak Pondoh milik warga sekitar.

    suasana parkir
    suasana lokasi tempat parkir
    karcis motor
    karcis motor

    pos loket
    pos loket pintu masuk

    tiket
    tiket masuk Air Terjun Tumpak Sewu
    Taukah kamu asal usul sejarah Air Terjun Tumpak Sewu? Mas Yanto pun menceritakan pada saya awal mula tentang air terjun ini. Sekitar 2 tahun yang lalu banyak dari para pemuda Kampung Pronojiwo yang menganggur tak punya pekerjaan yang tetap. Akhirnya merekapun berinisiatif untuk mencari lokasi baru air terjun di Lumajang untuk dibuka dan dikembangkan tempat wisata baru. Singkat cerita, para pemuda yang beranggotakan sekitar 20 orang tersebut menemukan Air Terjun Tumpak Sewu ini, namun masih memiliki kendala perihal aksesnya yang terbentur dengan perkebunan salak milik warga sekitar. Dengan musyawarah dan kesepakatan, para warga yang tanahnya akan dilalui akses menuju lokasi air terjun akan diberikan dana kompensasi dari setiap penjualan tiket dan parkir kendaraan. Tau kah kamu bahwasanya Air Terjun Tumpak Sewu pun menjadi kontroversial saat ini? menurut Mas Yanto, sejak awal pengerjaan dan pembukaan air terjun para warga ditawarkan bergabung menjadi anggota pengelola namun menolak, barulah ketika wisata Air Terjun Tumpak Sewu mulai ramai para warga berbondong-bondong ingin bergabung, namun secara tegas pihak pengelola menolak. Menurut saya lucunya orang Indonesia ya seperti itu, hanya bisa ikut-ikutan tapi tak mau berinovasi.

    Nama Tumpak Sewu diambil dari "Tumpak" yang berarti Kumpulan dan "Sewu" berarti Seribu, sehingga Air Terjun Tumpak Sewu bermakna sebuah air terjun yang terdiri dari kumpulan air terjun yang digenapkan berjumlah seribu. Perihal kecantikannya Air Terjun Tumpak Sewu tak perlu dipertanyakan lagi. Dimana dari lokasi panorama yang telah dibuat oleh pihak pengelola, kamu dapat menikmati view terbaik dari air terjun ini. Dikarenakan tingginya permintaan dari para pengunjung yang meminta akses jalan untuk menuju ke dasar sungai agar bisa melihat air terjun ini secara lebih dekat, maka pihak pengelola membuat sebuah tangga dari bambu untuk dapat turun ke dasar tebing. Namun dikarenakan tinggi tebing yang dilalui hampir serupa dengan tinggi air terjun yakni 120 meter, untuk turun memang tak begitu mengalami kendala namun secara otomatis akan membutuhkan perjuangan ekstra untuk kembali naik ke atas dari dasar tebing tersebut. Alhasil cukup melelahkan memang dirasakan banyak para pengunjung, tak terkecuali saya. Oleh karena alasan tersebutlah, maka kamu yang membawa anggota keluarga mengunjungi Air Terjun Tumpak Sewu lebih baik dianjurkan cukup hingga batas Panorama saja. Cukup kasian melihat anak serta para orang tua yang merasa kelelahan naik dari dasar tebing tersebut.

    berfoto di panorama tumpak sewu
    berfoto ria di Panorama Tumpak Sewu
    Dalam perjalanan menyusuri tangga bambu untuk turun kebawah kamu akan menemukan dua buah air terjun kecil yang memotong jalur. Sehingga dibutuhkan ekstra kehati-hatian untuk menuruninya mengingat banyaknya lumut yang terdapat dibebatuan. Tiba didasar tebing, kamu akan menemukan sebuah pos kembali. Dimana pada pos tersebut, kamu akan dikenakan kembali biaya retribusi sebesar Rp. 5000/orang. Setelah melewatinya ikuti saja sungai dan dibalik tebing maka kamu akan dapat melihat megahnya Air Terjun Tumpak Sewu secara dekat. Para pengunjung dapat bebas bermain dan berfoto ria diarea ini. Namun dikarenakan lokasinya yang kurang aman bagi kamu yang ingin berenang sebaik cukup berfoto-foto saja. Seperti banyak wisata air terjun di Indonesia yang banyak memakan korban, Tumpak Sewu pun pernah menorehkan sejarah kelamnya. Dimana seorang anak siswa SMP terjatuh dari puncak air terjun dan langsung terlempas jatuh kedasar bagian bawah air terjun. Sudah dapat dipastikan kematian bilamana terjatuh dari ketinggian 120 meter. Oleh karena hal tersebutlah dibutuhkan kehati-hatian dari setiap pengunjung untuk lebih memperhatikan dahulu secara seksama dari setiap lokasinya.

    Bagi kamu penggemar fotografi memang sangat direkomendedkan untuk berkunjung ke Air Terjun Tumpak Sewu. Dikarenakan bentuknya yang menyerupai layaknya tirai besar yang menutupi sebuah tembok. Sungguh indah nan elok ciptaanMu Tuhan. Mengingat akan kecantikannya, sehingga membuat tempat ini menjadi lokasi liputan travelling yang disiarkan oleh tv swasta. Berkat melalui siaran tersebutlah kian membuat nama Air Terjun Tumpak Sewu menjadi populer. Bahkan saat ini banyak pula bermunculan foto-fotonya yang beredar di sosial media, menambah rasa penasaran akan  tempat eksotis yang satu ini. Kepopuleran Tumpak Sewu bahkan sudah mulai merambah kenegara-negara tetangga, tercatat selalu ada setiap minggunya wisatawan asal Malaysia, Filiphina, Hongkong hingga Singapura yang berkunjung. Dikarenakan terkenal dengan memiliki panorama indah Air Terjun Tumpak Sewu pada hari tahun baru yang lalu (31 Des 2016) bahkan jumlah wisatawannya melonjak hingga 2000 penjualan tiket dalam sehari. Luar biasa bukan?

    suasana di bawah tumpak sewu
    megahnya Air Terjun Tumpak Sewu
    view tumpak sewu dari bawah
    view dari dasar Air Terjun Tumpak Sewu

    nikmati tumpak sewu
    Bermimpi liat keatas, Bersyukur liat kebawah
    Perihal bagi kamu yang ingin bermalam di Tumpak Sewu, tak perlu khawatir. Dimana sudah disediakannya fasilitas homestay yang dapat kamu gunakan. Untuk dapat menginap di homestay, kamu hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 30.000/orang (include teh+kopi) dan untuk makan, kamu hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 15.000/porsi untuk 1x makan. Bagi kamu yang ingin mendapatkan fasilitas tersebut, kamu dapat langsung menghubungi Mas Yanto di nomor telepon diatas. Ingin mencoba pengalaman lainnya? cobalah untuk berkemah/camping di Air Terjun Tumpak Sewu, dimana kamu hanya dikenakan biaya ijin membuka tenda saja sebesar Rp. 30.000/tenda. Kemudian kamu pun dapat request untuk diantar oleh salah seorang pengelola untuk menemani kamu kamu berkunjung ke semua lokasi wisata disekitar kawasan Tumpak Sewu, seperti Air Terjun Goa Tetes dan mata air Telaga Biru. Dimana untuk seorang guide, kamu hanya dipatok seikhlasnya saja. Bagaimana, cukup terjangkau bukan? 

    Dengan panorama air terjun indahnya Tumpak Sewu Lumajang Pronojiwo sangat sayang bilamana dilewatkan. Terlebih potensinya pun telah diakui oleh khalayak umum, sehingga membuat suatu keharusan bagi kamu untuk mengunjunginya jika kamu seorang penggemar kegiatan outdoor.

    *Tips
    • Hati-hati pada jalur Pronojiwo dikarenakan jalurnya yang sempit dan berkelok-kelok.
    • Hati-hati melangkah dan carilah bebatuan yang dialiri air untuk berpijak, karena bisanya disitulah tempat yang tak terdapat lumut.
    • Hati-hati bila ingin berfoto di area Tumpak Sewu, perhatikan dulu area pijakan kaki sekitar untuk meminimalis terjadinya longsor.
    • Bilamana ingin sekedar hanya membasahi tubuh, kamu dapat mencari air terjun kecil saja.
    • Bila sudah menunjukkan pukul 15.00, sebaiknya jangan turun ke dasar tebing.
    • Waspadalah kemungkinan ranting kayu/batu yang mungkin saja terjatuh dari atas terbawa oleh ailiran air terjun.
    • Bawalah baju ganti, pasalnya baju akan basah bila berada di bawah Air Terjun Tumpak Sewu.
    • Bawalah smartphone untuk sebagai panduan dalam perjalanan menuju Tumpak Sewu.
    • Bila kamu ingin mengunjungi Goa Tetes, langsung ikuti saja aliran sungai dibawah. Jangan naik kembali keatas dulu, jadi kamu tak membuang tenaga.
    Melihat apa yang telah tersaji begitu apik di Air Terjun Tumpak Sewu, menjadikannya sebuah pengingat akan semua kebesaran dari Sang Pencipta. Dimana terkadang manusia lupa, hal tersebut memang dapat dimaklumkan mengingat kita semua adalah makhluk ciptaanNya yang paling lemah. Namun apakah kita mau terus seperti demikian? coba tanyakanlah pada dirimu, apakah kamu pantas disebut sebagai Orang Beriman? Tanamkan dalam otakmu, agar Bermimpi dengan melihat keatas, Bersyukur dengan melihat kebawah. Niscaya kamu akan menjadi pribadi yang lebih baik.

    Kamu pun dapat membaca juga tentang  Pulau Mandeh Padang dan Pantai 3 Warna Malang

    Demikian ulasan saya kali ini perihal kisah menuju Air Terjun Coban Tumpak Sewu tempat wisata di Lumajang. Semoga dari semua informasi yang telah disampaikan dapat diterima dan dijadikan sumber referensi tambahan bagi kamu ataupun para pembaca budimanan tentang berbagai Info Tempat Pariwisata Di Indonesia

    Makassar first timer, senja di Pantai Losari..

    Sebelumnya mohon maaf, karena saya sedang jaraaang banget pergi kemana-mana maka demi keberlanjutan eksistensi blog saya memutuskan untuk re...