Tampilkan postingan dengan label Pulau Jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pulau Jawa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Desember 2016

Panduan Liburan Ke Wisata Kawah Wurung Di Bondowoso Jawa Timur

Kawah Wurung merupakan salah satu tempat wisata di Bondowoso yang cukup populer. Berbagai wisatawan asal domestik hingga mancanegara berbondong-bondong datang demi bisa mendapatkan pengalaman liburan yang tak terlupakan. 

Wisata Kawah Wurung memiliki potensi berupa alam perbukitan nan indah terbalut dengan padang savana terbentang sejauh mata memandang. Keindahannya mampu membuat mata dan hati menjadi tenang menikmati segala yang tersaji di alam ujung Pulau Jawa. Mengingat segala potensi tersebut, maka tak jarang banyak lokasi ini menjadi tujuan bagi penghobi fotografi maupun olahraga outdoor, seperti bersepeda, offroad bahkan hingga paralayang ataupun gantole. Sebagai tujuan wisata andalan di Kabupaten Bondowoso, kehadirannya mampu memberikan dampak positif bagi prekonomian warga sekitar. Tak bisa dipungkiri memang, banyaknya jumlah wisatawan yang hadir memberikan angin segar bagi warganya. Sehingga memang pihak pemerintah setempat terus memberikan mendukungan dari berbagai aspek guna tetap menjaga keeksistensian Kawah Wurung. Dengan perbaikan dalam akses jalan contohnya, sehingga para wisatawan cukup mudah untuk menuju lokasi tempat wisata ini. 

Udara nan segar dan alam yang asri memang memberikan pengalaman yang berbeda, dimana seakan menyatu dengan alam dapat memberikan ketenangan lebih kala berada ditempat ini. Lokasi Kawah Wurung terbilang cukup mudah untuk dituju, pasalnya masih satu jalur untuk menuju salah satu tempat wisata di Banyuwangi yang cukup populer yakni Gunung Ijen. Memberikan suatu pengalaman liburan yang cukup lengkap dapat menikmati beberapa lokasi berlibur, sehingga cukup banyak memang terdapat penginapan yang dapat digunakan untuk bermalam. Bagaimana ingin berkunjung pula ke Kawah Wurung? ada baiknya kamu simak terlebih dahulu panduan lengkapnya dibawah ini.

Pada malam hari ini saya akan memaparkan secara detail perihal panduan liburan ke wisata Kawah Wurung di Bondowoso Jawa Timur. Semoga segala informasi yang terkandung dapat diterima dan bermanfaat bagi kamu atau para pembaca budiman lainnya.

kawah wurung
welcome to Kawah Wurung
Kawah Wurung berlokasi di Desa Jampit, Sempol dengan lama perjalanan sekitar 120 menit dari pusat kota Bondowoso. Untuk menuju lokasinya seperti dalam penjelasan di awal sebetulnya cukup mudah. Dimana masih satu arah untuk menuju Kawah Ijen yang hanya ditempuh sekitar 20-30 menit saja, untuk lebih tepatnya kamu dapat mengikuti rute dibawah ini.
  • Via Banyuwangi
Bila kamu menggunakan rute ini, sebetulnya cukup mudah. Dimana cukup arahkan kendaraan kamu untuk menuju Paltuding (Pos Pendakian Gunung Ijen). Ikuti terus jalan tersebut, sudah terpadapt pula plang rute yang cukup jelas, sehingga kamu dapat mudah menemukannya. Disisi kiri jalan terdapat sebuah persimpangan jalan, ikuti plang rute tersebut akan mengarahkan kamu untuk menuju area Perkebunan Kopi. Pasalnya pintu masuk menuju kawasan Kawah Wurung memang mengarah ke perkebunan tersebut dan beberapa are permukiman warga, kemudian untuk biaya retribusi yang dikenakan sebagai tiket masuk Kawah Wurung cukup murah, dimana kamu hanya dikenakan biaya sekitar Rp. 3000/motor (incude biaya parkir). Cukup terjangkau bukan?

*Menggunakan Angkutan Umum
Bila kamu menggunakan jasa transportasi umum, kamu dapat menggunakan bis antar kota dengan jurusan trayek Surabaya/Malang-Banyuwangi. Setelah tiba di Banyuwangi, kamu dapat lanjutkan perjalanan menuju Kawah Wurung dengan menggunakan mini bus.
  • Via Bondowoso
Bila kamu melalui jalur ini, kamu dapat langsung mengarahkan kendaraan kamu untuk menuju Wonosari. Kemudian terdapat persimpangan jalan antara Situbondo dan Gunung Ijen/Kawah Ijen, ikuti arah menuju Kawah Ijen. Setelah itu arahkan untuk menuju Desa Sempol, dari desa ini perjalan sudah cukup dekat dengan Kawah Wurung, hanya sekitar 15-20 menit saja. Ikuti arah untuk menuju Kawah Ijen tersebut, maka kamu akan tiba di kawasan Kawah Wurung.

*Menggunakan Angkutan Umum
Dari Bondowoso, kamu dapat menggunakan mini bus yang menuju Sempol. Kemudian bisa langsung menuju Kawasan Kawah Wurung.

Dengan akses yang cukup mudah dari jalan beraspal hingga rute plang yang cukup banyak tersedia. Sehingga mampu diakui mempermudah para wisatawan untuk menuju Kawah Wurung. Mungkin selain keindahan potensinya, akses yang mudah pun ikut berperan dalam tingginya pariwisata di Bondowoso ini. Kawah Wurung secara sepintas memiliki bentuk seperti sebuah kawah besar dengan bentuk layaknya sebuah mangkuk, kemudian tepat ditengah kawah tersebut terdapat sebuah bukit. Dikelilingi oleh padang rumput savana terbentang diseluruh bagian membuat indah kala memandangnya. Warna hijau rumput begitu mendominasi, kemudian jika musim kemarau datang rumput-rumput tersebut akan berubah kecoklatan, namun tetap saja indah untuk dipandang. Sepintas teringat akan "Bukit Teletubies" pada Gunung Prau Dieng , savana di Gunung Merbabu atau Pulau Kenawa Lombok? ya, memang keadaannya hampir mirip namun bentuk cekungan dan bukit ditengahnya itulah yang menjadi pembeda nan uniknya.

kawah wurung2
suasana di Kawah Wurung
Jika kamu berkunjung ke tempat cantik ini, cobalah datang mengunjungi "Bukit Cincin", dimana sebuah bukit dan memiliki cekungan kecil dipuncaknya layaknya sebuah cincin. Lokasi ini lah yang menjadi salah satu lokasi terfavorit para wisatawan untuk berfoto. Rumput yang berlimpah disekitar Kawah Wurung dimanfaat bagi para warga untuk menggembala aneka hewan ternak, hal tersebut menambah kesan alami kala berada di Kawah Wurung. Namun memang cukup disayangkan, pasalnya disudut-sudut masih saja terdapat sampah, mungkin hal ini dapat menjadi catatan bagi Pemkot dan Dinas terkait untuk segera melakukan koreksi terhadap kinerja selama ini. Mungkin sebagai aksi kecil dan nyata, pemerintah untuk menambah sarana tempat sampah yang telah ada. Diharapkan dengan ditambahnya jumlah tempat sampah dapat menekan para wisatawan untuk membuang sampah sembarangan.

Lelah dan lapar sehabis berkeliling Kawah Wurung, sudah tersedia beberapa warung yang siap menyambut kedatangan kamu. Perihal harga pun tak jauh berbeda, sehingga tempat wisata Kawah Wurung memang menjadi pilihan destinasi wisata yang dapat dinikmati oleh semua lapisan kalangan masyarakat. Bagi kamu yang ingin bermalam dan melanjutkan perjalanan menuju Kawah Ijen ataupun sebaliknya, kamu dapat memilih ingin menggunakan beberapa nama penginapan yang tersedia sepanjang jalur perjalanan. Hal tersebut menjadi fasilitas yang cukup menambah minat para wisatawan untuk datang berlibur ke Kawah Wurung. Melancong ke Kawah Wurung, memang menjadi pengalaman unik yang tak terlupakan, dimana dapat menikmati panorama alam yang indah sepanjang hari.

*Tips
  • Hati-hati di area perkebunan kopi, pasalnya bila musim penghujan datang maka jalurnya akan sedikit licin. Sehingga diperlukan fokus dalam mengendalikan laju sepeda motor.
  • Gunakan GPS pada smartphone sebagai pegangan dalam perjalanan.
  • Bawalah powerbang yang cukup untuk menunjang segala aktifitas smartphone tersebut.
  • Jangan "BUANG SAMPAH SEMBARANGAN".
Pengalaman menghabiskan waktu bersama alam, menjadi pengingat akan diri ini yang seharusnya jangan pernah menyerah dan tetap berjuang. Seperti layaknya rumput, yang sering kali dipandang sebelah mata oleh banyakan orang. Namun nyatanya rumput tetaplah memberikan manfaat bagi hewan ternak. Dari kejadian tersebut, dapat dipetik sebuah hikmah, bahwasanya Tuhan memberikan suatu manfaat dan tujuan bagi setiap mahkluknya. Jika selama ini kamu masih belum merasa berguna bagi orang-orang disekitar yang dicintai. Tak perlu kecil hati dan jangan pernah sesekali menyesali hidupmu. Percayalah bahwa hari baik akan membawa mu pada kebahagiaan, sedangkan hari buruk akan membawa mu pada pengalaman.

Kamu dapat juga membaca tentang Gili Kedis.

Demikianlah ulasan saya kali ini perihal panduan liburan ke wisata Kawah Wurung di Bondowoso Jawa Timur. Semoga informasinya dapat menambah wawasan kamu atau para pembaca budiman lainnya, tentang beberapa rekomendasi info tempat pariwisata di Indonesia.

Jumat, 09 Desember 2016

Pendakian Gunung Prau Dieng Wonosobo via Patak Banteng

Gunung Prau atau Gunung Prahu sering disebut juga dengan Gunung Dieng, memang memiliki begitu banyak pesona. Hamparan padang savana dan bukit-bukit indah, sehingga banyak orang menyebutnya dengan Bukit Teletubbies. Terletak di kawasan dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah membuat cuaca sejuknya dan dinginnya tak perlu dipertanyakan lagi. 

Dieng memang menjadi daratan tertinggi di Jawa Tengah, sehingga cuaca yang dingin membuat tanah di kawasan ini sangat subur, terdapat berbagai tanaman sayur seperti cabai, sawi putih hingga kentang mampu tumbur subur, sehingga menjadi berkah tersendiri bagi para warganya yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Segala potensi wisata dan bentang alam mampu membuat siapapun kagum dengan kawasan Dieng. Ramah tamah dari para warganya terasa hangat ditengah cuaca dingin terasa menyentuh kulit. 

Berdiri di puncak prau memang menjadi pengalaman tersendiri yang cukup berharga bagi saya, mengingat ini adalah kali pertama saya mulai melakukan pendakian. Terbilang cukup nekat memang melakukan pendakian gunung yang dilakukan hanya dua orang saja dan itu pun keduanya masih seorang yang amatir dalam pendakian gunung. Syukur alhamdulillah, masih dalam perlindungan Allah SWT, semua berjalan lancar tak kurang apapun. Mendatangi Dieng, dengan tujuan utama ingin melihat kecantikan panorama alamnya dan penasaran akan adanya para anak Dieng yang memiliki rambut gimbal, yang sering disebut dengan "Anak Gembel". Kamu dapat membaca secara detail pengalaman mendaki Gunung Prau, dalam konten artikel dibawah ini.

Pada siang hari ini saya akan memaparkan secara detail perihal pendakian Gunung Prau Dieng Wonosobo via Patak Banteng. Semoga informasinya dapat dijadikan sebagai referensi tambahan bagi kamu atau para pembaca budiman dimanapun anda berada.

view gunung prau
view Gunung Prau

Gunung Dieng merupakan bukan gunung bertype api dengan memiliki ketinggian puncak sekitar 2.565 mdpl. Meskipun terbilang tak terlalu tinggi namun gunung ini mempunyai cuaca yang sangat dingin kala berada di puncaknya, itulah ciri khas yang di miliki oleh pegunungan Dieng. Terdapat tiga opsi jalur pendakian yang dapat digunakan, yaitu via Jalur Pranten, Kenjuran dan Patak Banten. Dikarenakan jalur yang aman dan bonus pemandangan yang banyak di jalurnya, maka saya memutuskan untuk menggunakan Jalur Patak Banteng. Berbekal informasi dari google, kami berangkat menuju Dieng. Untuk menuju Dieng, jika kamu berdomisili di Jakarta terdapat dua opsi perjalanan yang dapat kamu gunakan,

  • Pertama menggunakan kereta api dari Stasiun Senen menuju Purwokerto, kemudian di lanjutkan menggunakan Bis untuk menuju Terminal Wonosobo. Setibanya di terminal, carilah angkutan mobil elf jurusan Dieng. 
  • Kedua menggunakan bus antarkota untuk langsung menuju Terminal Wonosobo. Sesampainya di terminal tersebut, sama seperti halnya dengan yang menggunakan kereta perjalanan dilanjutkan menggunakan elf untuk menuju Dieng. Biaya untuk elf dari Terminal Wonosobo menuju Dieng berkisar sekitar Rp. 15.000/orang.
Kamu dapat mengatakan pada supir mobil elf untuk mengantarkan kamu menuju pos pendakian Patak Banteng. Setibanya di pos pendakian, kamu dapat meregistrasikan diri kamu dan membayar biaya retribusi pendakian. Gunung Prau merupakan sebuah kawasan cagar alam yang di kelola oleh pihak PT. Perhutani. Oleh karena itulah untuk mendaki gunung ini, kamu tak di kenakan biaya SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi), melainkan hanya sebuah tiket masuk saja.

Gunung Prau
peta pendakian Gunung Prau via patak banteng

pos pendakian patak banteng
suasana pos Patak Banteng
Selesai mengurus semua persyaratan, maka tibalah saatnya menyusuri jalan setapak untuk memulai mendaki. Dimana pertama akan menaiki sebuah tangga yang cukup banyak melewati area perkampungan warga, kemudian persawahan, barulah mulai memasuki hutan. Dengan karakteristik jalur yang cukup aman bagi seorang pemula, seperti halnya saya. Kontur jalan yang terdiri dari tanah, akar, bebatuan dan beberapa tanjakan, memang memberikan sensasi kala mendaki Gunung Prau. Dalam melakukan pendakian Gunung Prau via Patak Banteng terdapat 3 pos pendakian yang akan dilalui. Sebagai titik cek point pertama ialah pos ke 1 dengan nama "Sikut Dewo", sebetulnya pada titik ini biasa saja tak ada bangunan/shelter. Dengan yang masih bisa dikatakan cukup landai. Setelah beristirahat sejenak, maka kembali dimulai perjalanan untuk menuju cek point selanjutnya.

pos 1
suasana di Pos 1

Gunung Prau
jalur melewati hutan pinus
Untuk tujuan berikutnya yaitu pos ke 2 dengan nama "Canggal Walangan". Beristirahat seraya mengisi kembali tenang dengan memakan sedikit logistik yang telah disiapkan sebelumnya. Dengan dikelilingi pepohonan yang tinggi, menambah keasriannya yang masih terjaga dengan baik. Tak lama berselang, saya mulai melanjutkan perjalanan menuju pos ke 3 atau yang sering disebut dengan nama "Cacingan". Pada titik ini, jalur yang di lalui sudah mulai dirasakan cukup berat. Pasalnya terdapat beberapa titik tanjakan yang akan di lalui. Tak jarang memaksa diri untuk berpegangan dengan akar pohon atau tali tambang yang telah disediakan. Setelah melewati semua jalur tersebut, maka tibalah di pos ke 3. Suasana hutan yang rimbu dapat ditemui pada titik ini. Kembali beristirahat pun, kami lalukan. Sungguh perjalanan penuh sensasi.

Gunung Prau
suasana pos ke-2
jalur gunung prau
foto dulu
menuju puncak
istirahat di sekitar jalur
Setelah dirasa sudah cukup, kembali menapaki jalur setapak dan kali ini tujuannya adalah Puncak Prau. Namun sebelumnya, masih terdapat beberapa tanjakan yang cukup terjal hingga terus ke arah puncak. Setelah melewati semuanya, maka tibalah saat menginjakkan kaki di Puncak Prau. Senang dan cukup bangga rasanya sudah dapat berada di puncaknya. Di karenakan malam yang mulai menjelang, maka saya memutuskan untuk mendirikan tenda didekat area pepohonan. Saat berada di puncak gunung ini, angin di malam hari akan berhembus cukup kencang sehingga cuaca akan lebih terasa dingin. Malam mulai menjelang, hangatkan diri dengan makan malam dan secangkir kop dirasakan cukup pas. Lucunya, saya mendengar suara motor malam itu, barulah saya ketahui bahwa untuk mencapai puncak sebetulnya terdapat sebuah jalur yang dapat digunakan oleh sepeda motor. Biasanya para warga memberikan jassanya untuk menghantarkan kamu dengan motor dari pos ke-1 hingga puncak. 

Sang surya mulai menampakkan diri dari ufuk timur. Cahaya orange mulai menerangi Puncak Prau, biasanya pada pendaki memang sudah sedari tadi menantikan moment tersebut. Menikmati segalanya yang tersaji membuat decak kagum, panorama alam sekitar begitu terlihat indah. Terlihat puncak Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan Gunung Merbabu. Nampak pula dari kejauhan dibalik awan putih Puncak Gunung Slamet dan Gunung Merapi yang terus mengeluarkan kepulan asapnya. Berfoto adalah hal wajib yang dilakukan oleh para pendaki, biasanya mereka mengabadikan moment tersebut dengan view ke arah gunung-gunung tersebut.

suasana camp gunung prau
suasana area camping di Puncak Prau
puncak prau
Puncak Prau
gunung sindoro
view Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing

Gunung Prau
view Gunung Slamet dan Gunung Merapi
Tak terasa hari mulai siang, suda waktunya saya kembali turun. Namun kali ini saya tak menggunakan jalur sebelumnya, untuk perjalanan turun gunung saya memilih jalur memutar agar tiba di Kawasan Wisata Dieng Plateu. Jalurnya terletak di belakang gunung dan melewati bukit-bukit savana, barulah saya mengerti mengapa banyak orang menyebutnya dengan Bukit Teletubbies. Layaknya seperti di sebuah tayangan teletubbies memiliki bukit savana yang indah di kejauhan, menjadikan jalur ini termasuk sebagai salah satu spot berfoto terfavorite. Dapat dilihat pula view telaga warna Dieng, sungguh indah warna hijau toscanya jikalau dilihat dari atas. Berjalana turun hingga menemukan area persawahan para warga, menandakan bahwasanya kamu telah tiba di bawah. Melakukan pendakian Gunung Prau dan merasakan adrenalin akan petualangan begitu mengasikkan.

padang savana
view Bukit Teletubbies
jalur menuju dieng
turun gunung melalui via Dieng
melewati padang savana
indahnya suasana padang savana


*Tips
  • Bawalah jaket yang bisa menahan dingin.
  • Usahakan tiba di puncak sebelum malam tiba, pasalnya guna menghindari angin dingin. 
  • Dikarenakan banyak pohon pinus, maka jangan membuat api di area camping.
  • Infokan pada pos pendaki Patak Banteng, bilamana kamu ingin turun gunung di jalur yang lain.
  • Gunakan pada awal tahun di Januari pendakian Gunung Prau di tutup guna mengembalikan fungsinya sebagai cagar alam. Pasalnya untuk Desember khusus menjelang tahun baru pendakian di gunung ini cukup membludak.

Melihat segala potensi alamnya, maka tak diherankan jikalau Gunung Prau cukup populer di kalangan para pecinta alam, terlebih bagi mereka yang pemula dalam pendakian. Gunung ini sering dijadikan tolak ukur kemampuan sebelum mencoba gunung lain dengan jenis track yang lebih sulit.  Untuk tujuan destinasinya berikutnya adalah Wisata Dieng Plateu. Kamu dapat membaca selengkapnya.

Berdiri di puncak Prau memberikan suatu keyakinan dalam diri ini. Walaupun baru kali pertama melakukan pendakian, namun nyatanya mampu untuk melakukannya. Percaya dan yakin akan kemampuan diri sendiri, maka itulah modal awal yang cukup penting dalam hidup. Pasalnya jika kamu memulai dengan percaya, melangkah dengan penuh keyakinan, maka percayalah kamu tak akan pernah kehilangan sebuah harapan. Selalu ingat dalam benak, jangan pernah meremehkan kemampuan diri sendiri. Kalaupun kamu tak merasa bahagia dalam hidupmu saat ini, maka perbaiki lah yang salah dan teruslah melangkah. Janganlah menyerah atas mimpimu, karena impian memberikanmu tujuan hidup dan ingatlah Kesuksesan bukanlah kunci Kebahagian, pasalnya Kebahagiaan itu sebenarnya kunci Kesuksesan.

Demikianlah ulasan saya kali ini perihal pendakian Gunung Prau Dieng Wonosobo via Patak Banteng. Semoga informasi yang telah disampaikan dapat diterima dan berguna bagi kamu ataupun para pembaca budiman sekalian.

Makassar first timer, senja di Pantai Losari..

Sebelumnya mohon maaf, karena saya sedang jaraaang banget pergi kemana-mana maka demi keberlanjutan eksistensi blog saya memutuskan untuk re...