Tampilkan postingan dengan label Pulau Dewata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pulau Dewata. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Januari 2017

Tanjung Benoa Watersport; a fun adventure with Basuka Watersport


Maen ke Bali artinya siap mengunjungi destinasi wisata yang mostly berupa pantai, dan kudu siap dengan segala aktifitas berbasah-basah, main ombak, berenang, diving maupun surfing. Di Bali kebetulan banyak banget alternatif kegiatan yang bisa dilakukan di pantai, salah satu yang wajib dicoba adalah watersport. Olahraga air menyenangkan yang dilakukan di pantai maupun di kedalaman laut. Jenis-jenis watersport ini kebanyakan tersedia di pantai Tanjung Benoa. Meski dibilang sport, pada kenyataannya yang dilakukan adalah playing exciting sport. Jenis permainan yang dimainkan misalnya naik banana boat, seawalker, parasailing, jetsky, rolling donut, flying fish, wakeboard, waterski, scubadiving, flyboard, bahkan mengunjungi pulau penyu.

Di Pantai Tanjung Benoa tersedia banyak sekali wahana watersport. Pengunjung bisa mendatangi provider-provider yang berlokasi di pesisir pantai Tanjung Benoa secara langsung dan menyewa berbagai alat yang tersedia. Masalahnya, sewa alat watersport ini lumayan mahal harganya. Ongkosnya dihitung per jenis permainan dengan harga minimal 180K untuk permainan paling sederhana.

Salah satu tips untuk ‘mengakali’ harga yang ‘lumayan’ ini adalah dengan mempersiapkan jauh-jauh hari dan memesan secara online lewat website provider watersport yang banyak dijumpai di internet.

Salah satu provider yang recomended dan saya pilih kemarin saat ke Bali adalah Basuka Watersport,Bali.



Basuka Watersport menyediakan berbagai macam jenis permainan air yang dapat dipilih pengunjung. Selisih harga online dan harga publish (harga langsung di tempat) lumayan besar. Misalnya untuk seawalker, harga online hanya 390K, sementara harga publish 800K. Untuk memudahkan pegunjung, Basuka Watersport menyediakan paket-paket permainan dengan harga lebih masuk akal. Ada 8 paket yang disediakan, masing-masing terdiri dari 3 jenis permainan. Paket G yang saya pilih misalnya, terdiri dari permainan parasailing, banana boat dan seawalker, all seharga 500K. Lumayan murah daripada harga satuan. 

Tips : sebaiknya memesan via online, dan lebih memilih permainan dengan jenis paket daripada yang satuan. Dengan demikian harga yang dibayarkan bisa lebih murah.

Untuk cek-cek lebih lanjut, langsung cuss ke https://balipedia.id/basuka-watersport-bali/ atau hubungi CP. Berdasar pengalaman saya sih, CP cukup fast respond, ramah dan informatif.
--

Parasailing is how to define excited!

Sekitar jam 8 pagi saya dijemput oleh driver dari Basuka Watersport dari hotel tempat saya stay. Harga yang saya bayarkan kemarin ternyata sudah include makan siang dan layanan antar jemput ke hotel (wilayah Kuta dan sekitarnya), jadi nggak bingung lagi masalah transport ke Tanjung Benoa dan makan siang. Alhamdulillah..
Sampe sana langsung disambut sama Pakde Gombloh, si pemilik Basuka Watersport sendiri. Beliau ramah sekali. Setelah kenalan dll, saya diminta ganti baju dan bersiap-siap. Dari sepaket watersport yang saya pesen kemaren, seawalker adalah permainan pertama yang dimainkan.
(owner Basuka yang ramah banget, Pakde Gombloh)

a. Seawalker. 
Seperti makna harfiahnya, ini memang jalan-jalan di dalam laut. Pengunjung diajak naik perahu ke tengah laut, kemudian diminta mengenakan sepatu dan helm khusus. Helm yang bentuknya seperti helm astronot ini tersambung dengan slang oksigen yang mensuply O2. Ada dua orang petugas yang siap memandu saya, seorang instruktur yang akan menunjukkan rute, dan seorang lagi yang mendokumentasikan jalannya seawalker yang saya lakukan.

Petugas pendamping membriefing singkat tentang do and don’t selama proses seawalker berlangsung. Setelah dirasa siap, saya diminta berpegangan ke tangga kapal, bersiap meluncur. Ketika instruktur bilang “lepas”, saya melepas pegangan pada tangga kapal dan jatuh perlahan, masuk kedalam laut. Sempat panik ketika pertama kali nyemplung, telinga saya sakit dan ada sedikit air yang masuk ke helm. Tapi instruktur memberi tanda bahwa hal itu bukan masalah. Kuncinya adalah stay calm, saya dilarang panik karena air bisa masuk lebih banyak jika saya panik dan bergerak-gerak.
Overall sih seawalker ini berjalan smooth. Saya langsung dikerubuti gerombolan ikan-ikan lucu dan cantik begitu kaki menginjak dasar laut. Ternyata sudah ada rute sendiri di dalam laut sana. Ada jalan setapak buatan dari semen yang dilengkapi pagar untuk pegangan tangan. Saya hanya bisa jalan pelan-pelan karena tekanan air yang cukup besar membuat kaki berat melangkah. Kami berada di dalam laut sekitar 20 menit, jalan satu putaran sambil ngeliat-liat ikan. Its super fun! Apalagi pas ikan-ikan cantik mengerubungi roti yang saya bawa, uwaaaaaaaahh!!
Nilai : 8/10

b. Bananaboat.
Perasaan naik banana boat : tegang, tapi sambil jejeritan dan ketawa-tawa. Naik perahu berbentuk banana, ditarik perahu boat berkecepatan tinggi dan ngiterin laut maka bagaimanalah saya nggak jerit-jerit. Kayanya kuping petugas pendampingnya sampe sakit gara-gara denger jeritan saya.
Karena Basuka watersport lumayan gede dan punya banyak alat, kami nggak harus bareng dengan orang lain ketika naik banana boat. Cuma bertiga sama petugas pendamping doang.
(pardon our face, ini ekspresinya ketawa padahal hatinya deg-degan)

Sebenernya pas ditengah laut mau dijatohin dari perahu banana, tapi saya pegangan tali dan nggak mau lepas.. bisa nangis saya kalo dijatohin di tengah laut gitu, lhawong saya nggak bisa renang. Durasi main bananaboat ini agak lama, karena rutenya muterin pantai lumayan jauh. Sekitar 20-25 menit muter-muter pantai sambil jejeritan dan kadang keselek air laut yang asin, rasanya campur-campur!
Nilai : 8/10

c. Parasailing.
Its my first time doing parasailing dan sumpah ya rasanya... akuuuu mauuu naik parasailing lagiiiiihhhhhh!!!! *lebay maksimal* honestly i dont like olahraga ketinggian karena nyeremin. Tapi ketika kemaren nekat naik parasailing, semua persepsi saya tentang “segala kegiatan yang dilakukan di ketinggian itu nyeremin” seketika berubah total. Its awwwwsooome!!!!!!

Sebelum naik, saya harus pake sarung tangan merah dan biru. Sambil dibriefing sejenak, saya diberitahu untuk menarik tali parasut ketika ada aba-aba dari bawah lewat pengeras suara. Saat briefing rasanya masih ragu-ragu, mau batalin tapi udah bayar mahal, mau dilanjutin tapi semacem ngeri. Tapi ketika petugas jaga sudah memasangkan parasut di badan saya, tidak ada pilihan lagi selain lanjut terbang.

(Siap? Yak!)

Tali parasut ditarik motor boat yang melaju kencang, dan saya melayang naik ke angkasa. Dengan bantuan angin, parasut saya naik dengan cepat. Sumpah, saat itu rasanya otak saya kosong. Saking ngerinya, saya pegang kencang tali dan menjerit sampai suara habis. Saya nggak bisa denger apa-apa, saking ketakutan dan konsentrasi pada sensasi melayang meninggalkan tanah. Bahkan saya nggak denger ketika petugas jaga teriak-teriak dari bawah, meminta saya melepaskan pegangan pada tali agar parasut mengembang sempurna. Saya belum pernah merasa se-ngeri ini sebelumnya..hahaha...

Tapi ketika suara udah habis, saya udah lemes dan mulai menyadari keadaan, barulah saya bisa melihat ke sekitar dan takjub sama sekeliling. Ini amat sangat menyenangkan! Saya bisa menikmati sensasi terbang yang sebenarnya, merasakan angin dan udara yang bertiup di sekitar, melihat secara dekat burung yang beterbangan, melihat kebawah dan menikmati hijaunya lautan, serta melihat sekeliling dan mendapati pemandangan Bali yang breathtaking.  
(terkatung-katung di udara)

Masih sambil jejeritan? Pasti. Apalagi kali ini nggak ada petugas pendamping yang nemenin. Saya bener-bener sendiri diatas langit. Hanya Allah yang mengendalikan nasib saya, via abang-abang pengemudi perahu boat yang ngebut gak karu-karuan narik parasut saya dari bawah. Ketika driver boat mengambil u-turn, sejenak parasut saya berhenti bergerak dan “mengapung di udara”. Begitu pula jantung saya, berhenti sejenak saking takutnya jatuh. Duh, penakut sekali ternyata saya ini..

(almost landing)

Meski jejeritan gak karuan, tapi ketika petugas dari bawah memanggil dari pengeras suara dan mempersiapkan ‘pendaratan’ saya, saya merasa menyesal. Masih kurang puas naik parasailingnya, itu baru sebentar banget yaampuun.. sebentar bangeeet!! Bayarnya mahaaal! Aaaaa...gak ikhlas!! aaaaa...mau tetep di langit ajaaaaaa....!.
Nilai : 9/10
--

Berdasar pengalaman saya spend a day maen watersport di pantai TanjungBenoa, ada beberapa hal yang jadi perhatian misalnya :
  • Tiket maen watersport di pantai Tanjung Benoa lebih murah jika dipesan jauh-jauh hari secara online. Sistemnya dengan membeli voucher dengan pembayaran DP 50% dari harga total permainan. Jika pemesan sudah transfer dan konfirm, voucher akan dikirim by email yang bisa dibawa dan ditunjukkan di lokasi.
  • Permainan dengan sistem paket lebih murah dari sistem satuan, lumayan menghemat beberapa rupiah.
  • Sebaiknya pergi ke pantai Tanjung Benoa ketika musim kemarau, karena pada musim penghujan ada beberapa permainan yang tidak bisa dilakukan, misalnya parasailing, atau seawalker (karena air laut biasanya berubah keruh saat musim hujan).
  • Sebaiknya memilih waktu pagi hari untuk melakukan watersport. Selain karena kita masih berenergi, cuaca pagi hari biasanya lebih cerah dan tidak terlalu panas. Doing it in the morning will reduce peluang terjadinya sunburn atau kulit yang terpanggang matahari.
  • Jangan lupa mengoleskan sunblock untuk menjaga dan melindungi kulit dari sengatan matahari.
  • Jangan lupa bawa air minum dan uang cash. Tak perlu khawatir karena disediakan loker yang aman untuk menyimpan seluruh barang pribadi pengunjung.
  • Bawa baju ganti, meskipun tidak wajib. Selama bermain, pengunjung akan mengenakan baju selam yang tersedia. Basuka juga meminjamkan handuk untuk mandi setelah bermain. 
  • Setelah bermain, pengunjung akan mendapat free teh botol dingin dan sepiring indomie goreng. Sumpah, ini indomie terenak yang pernah saya rasakan. haha..lebaynya kumat..

Secara umum, saya amat puas dengan pelayanan Basuka watersport. Semoga suatu saat bisa maen kesana lagi dan maen dengan lebih puas lagi.
See ya!

Jumat, 20 Januari 2017

Planning a short trip to Bali; itenary Bali versi liburan santai dan murah meriah,

 Yang paling menyenangkan dalam liburan adalah proses ketika merencanakan liburan itu sendiri..


Mendapat kesempatan untuk mbolang di Pulau Dewata selama 2 hari 2 malam, saya tentu saja tak mau melewatkan waktu yang amat mepet dan berharga ini. Berbekal hape di tangan dan koneksi internet, segera saya merencanakan liburan santai dan murah meriah ala-ala. Ini dia beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilakukan dalam menyiapkan liburan yang tenang dan nyaman di salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia ini. 

Here the things yang harus disiapkan :
1. Tiket. Tiket keberangkatan dan kepulangan sebaiknya sudah di tangan jika kamu tidak mau kelabakan kehabisan tiket. Kecuali mau nekat mbolang naik bis PP jawa-bali yang tiketnya bisa dibeli dadakan, sebaiknya menyiapkan tiket perjalanan ini lebih awal. Ingat, Bali adalah destinasi wisata yang selalu larismanis, apalagi saat weekend, longweekend dan high season. Liburan saat lowseason bisa menjadi pertimbangan jika ingin mendapat harga tiket murah meriah. Pun direkomendasikan untuk liburan saat musim kemarau, mengingat objek wisata Bali kebanyakan outdoor, pantai, dan wisata alam. Agak nyesek kalau sudah jauh-jauh ke Bali tapi rencana liburan gagal total karena hujan,kan?
A photo posted by BALI (@explorebali) on

2. Hotel. Kamu bisa menemukan segala jenis hunian untuk stay di Bali. Mulai dari villa, hotel sampai  homestay, ada aja semua di pulau Dewata ini. Harganya pun bermacam, yang paling murah sampai yang jutaan rupiah per malam. Untuk liburan murah, kamu bisa memanfaatkan penginapan dengan sistem share room yang biasa digunakan backpacker. Atau kalau dalam kasus saya sih, saya pilih budget hotel. Hotel murah dengan privasi dan kenyamanan tetap terjaga.
Berbekal website Tra**loka, saya nemu Pophotel Kuta by Harris di jalan Kububene. Lokasi hotel ini  masuk ke gang Kububene, tak jauh dari jalan Kububene yang terkenal itu. Overall, Pophotel Kububene adalah tipe hotel budget yang ramah kantong. Kamarnya kecil namun cukup lega dihuni 2 orang. Untuk 2 malam saya cuman bayar sekitar 600K include breakfast. Di dalam hotel ada minimarket. Kebersihan terjaga, staf ramah dan kooperatif. Yang agak mengecewakan sih sarapannya. Dengan packaging seperti makanan di pesawat, rasa makananpun kurang enak. Untuk pertimbangan kalo nginep lagi disana, prefer ambil room yang nggak usah pake breakfast aja.

3. Transport.  Banyak sekali tempat penyewaan motor atau mobil di Bali. Standar harga sewa adalah 70ribu/hari untuk motor dan 450ribu/10 jam untuk mobil-include bbm dan sopir. Sewa motor disana sudah include helm dan bbm secukupnya. Sewaan motor ini ada banyak di sekitaran Kuta, Seminyak, Ubud dan sentra-sentra turis. Tinggal nanya dan pinter-pinter nawar aja. Pophotel Kuta juga bisa menyediakan jika tamu ingin menyewa motor, fortunately

4. Menyusun itenary.  
Ada dua tipe traveler ketika akan melakukan perjalanan; tipe traveler with itenary dan tipe traveler without itenary. Saya termasuk tipe pertama. I prefer to merencanakan saya mau ngapain dan kemana aja sebagai persiapan mbolang, masalah nanti mau jalan sesuai itenary atau enggak ya urusan belakangan. Yang penting jadwalnya udah siap dulu. Berbekal internet (thanks to website perjalanan, tourtravel, website Traveloka, Pegipegi dan sejenisnya) saya mencoba menyusun itenary sebisanya.
Tempat wisata di Bali terbagi dalam beberapa Zona atau Jalur. Ada jalur Kintamani (tari Barong Batubulan, Kintamani, Pura Tirta Empul, Tampaksiring, Pasar Seni Sukawati), jalur  Bedugul (Mengwi, Danau Bedugul, terasering Jatiluwih, Pura Alas Kedaton, Tanah Lot,dll), jalur Ubud (Tari Keris, pengrajin emas perak di Celuk, kerajinan lukisan di desa Batuan, Tegalalang, Agrowisata kopi Luwak Bali, Monkey forest, Pasar seni Desa Ubud,dll), dan jalur Uluwatu (termasuk Kuta, Pantai Tanjung Benoa, GWK, Tarian Barong, pantai Jimbaran).
Jalur Uluwatu adalah jalur yang saya pilih. Alasannya sih, di jalur ini sudah lumayan lengkap obyek wisatanya, ada pantai, pura, tarian tradisional dan monumen Garuda Wisnu Kencana.
Setelah berbagai macam pertimbangan dan proses kepo-mengkepo web Tourtravel, berikut adalah itenary yang berhasil saya susun :
--
Itenary Mbolang 2 hari 2 malam di Bali :
Jumat Malam : Landed di Bali. Istirahat cukup dan persiapan untuk mbolang esok hari.
Sabtu pagi – sekitar jam 8, berangkat dari hotel menuju Pantai Tanjung Benoa untuk main Watersport.
Jam 10.00 – diasumsikan sudah selesai main watersport, selanjutnya adalah main ke GWK (Garuda Wisnu Kencana). Nonton pertunjukan tari Barong dan foto-foto.
Jam 12.00 – makan siang dan shalat, istirahat sebentar
Jam 13.00 – main ke pantai Padang-padang, foto-foto dan jalan-jalan
Jam 16.00 – menuju pantai Dreamland, jalan-jalan dan foto-foto lagi
Jam 17.00 – menuju Pura Uluwatu, kemudian lanjut nonton pertunjukan tari kecak.
Jam 20.00 – makan malam di Jimbaran.
Jam 21.00 – balik ke hotel dan istirahat
Hari Minggu,
Pagi, sekitar jam 8 – jalan kaki ke pantai Kuta
Siang – acara bebas. Nyobain Bebek Tepi Sawah.
Sore – belanja oleh-oleh ke Joger dan Krisna, makan malam di Nasi Pedas Bu Andhika atau Warung Pecel Bu Tinuk.
Malam – pulang ke Jakarta.
--


5. 
A photo posted by BALI (@explorebali) on
Memastikan tujuan wisata. Salah satu yang perlu diperhatikan saat menyusun itenary liburan adalah mengetahui estimasi harga dan biaya yang dibutuhkan. Ini sangat penting dilakukan agar dompet nggak kebobolan dan masih bisa belanja oleh-oleh untuk orang-orang tersayang. Nah, salah satu cara menghemat adalah dengan beli tiket online di beberapa objek wisata Bali.

Fyi, beberapa obyek wisata memang menjual tiket online yang harganya lumayan murah dibanding tiket go show yang dibeli langsung di lokasi. Misalnya pertunjukan tari Kecak Uluwatu, pertunjukan tari Barong Batubulan, Watersport Tanjungbenoa, dll. Untuk tari kecak uluwatu misalnya, tiket online dijual hanya 85ribu saja sementara tiket go show seharga 120ribu. Yang paling terasa adalah Watersport Tanjungbenoa. Harga paket permainan dan harga satuan saja sudah beda, apalagi harga tiket online dan tiket go show, selisih harganya jauh sekali.

Salah satu penyedia layanan watersport di Pantai Tanjung Benoa adalah Basuka Watersport Bali yang dikelola pak Gombloh. Saya memilih Basuka Watersport Bali sebagai penyelenggara permainan air, karena testimoni di webnya lumayan banyak. Ada beberapa paket yang disediakan, tapi saya pilih paket Parasailing, Seawalker dan Banana Boat. Harganya : 500ribu per orang. Mahal sih, tapi kapan lagi bisa main gila-gilaan kaya gini kalo gak sekarang. Who knows kapan lagi saya diberi kesempatan maen ke Bali, right?

6. Wisata kuliner. Jangan lupakan wisata kuliner jika sudah mengunjungi Bali. Banyak sekali makanan yang must try dan recomended, pun kafe-kafe cantik maupun tempat nongkrong hits yang menyediakan signature dishnya masing-masing. Salah satu kuliner murah dan halal misalnya Nasi Pedas Ibu Andhika, atau Bebek Tepi Sawah yang telah terkenal dan memiliki beberapa outlet di Bali.
A photo posted by Daphnée A. (@daf_dvil) on

--
Dalam menyiapkan liburan ini modal saya adalah banyak-banyak baca web, blog dan tulisan tentang liburan di Bali. So, kamu ingin liburan ke Bali? prepare and plan it carefully, and then enjoy as much as you can! Selamat liburan!


A photo posted by BALI (@explorebali) on

Joger dan Krisna, pilih mana?



    Saat bepergian tentunya wajib banget bawain oleh-oleh untuk orang tercinta di rumah. Apalagi saat pergi ke Bali, kota yang dikenal dengan berbagai oleh-olehnya. So much things bisa dibeli dan dijadiin oleh-oleh, baik itu kuliner, jajanan maupun handycraft hasil tangan para pengrajin Bali yang luar biasa awsome itu. Pie susu, kacang bakar Bali, tas rajut, adalah sedikit contohnya.

    Untuk berbelanja di Bali, kamu tidak perlu repot. Banyak sekali toko oleh-oleh atau pasar yang menyediakan berbagai benda khas Bali yang siap diborong untuk keluarga tercinta. Jika ingin lebih mudah, kamu bisa pergi ke beberapa setra oleh-oleh. Misalnya, the ultrafamous shop : Joger, atau sentra oleh-oleh Bali terlengkap : Krisna. Dua tempat ini paling banyak dikunjungi wisatawan. Meski lokasinya lumayan berdekatan, tentunya mengunjungi toko-toko ini akan membutuhkan banyak waktu. Nah, bagi kamu yang tidak sempat mengunjungi keduanya, silahkan memilih salah satu :

1. Joger:


Sebuah pabrikan kaos dan pernak-pernik kreatif yang sangat terkenal di Pulau Dewata. Nggak ke Bali kalo nggak belanja di Joger, ujaran itu melukiskan betapa belanja di Joger sudah menjadi semacam ‘kewajiban’ bagi wisatawan. Terletak di Jalan Raya Kuta, toko ini sudah berdiri sejak tahun ’87 dan menjadi salah satu destinasi wisatawan saat berkunjung ke Pulau Dewata.

Apa yang dijual : 
Ada banyak yang dijual. Kaos, cangkir, sandal, tas, celana, baju, sepatu, sampai souvenir kecil-kecil misalnya magnet kulkas atau gantungan kunci. Semua produk itu tersablon kata-kata asik, unik, dan sedikit nyeleneh, sebagai trademark Joger. Perusahaan yang menisbahkan dirinya sebagai “pabrik kata-kata” ini memang menjual kata-kata yang tersablon dalam berbagai benda sebagai komoditi utama.

Range harga : 
Antara 5K sampai 500K. Range harga produk Joger memang besar karena barang yang dijual pun bermacam. Baju, tas atau kaos, dihargai sedikit lebih mahal, sekitar 90K sampai 300K. Sementara benda pernak-pernik dibanderol dengan harga lumayan murah, 3K sampai 10K per buah. Produk yang paling laris mungkin kaos dan sandal, biasanya wisatawan menyerbu tempat display benda-benda ini terlebih dahulu. Kaos oblong dibanderol sekitar 100 sampai 150ribu per potong, sedangkan sendal jepit dihargai 25-60K tergantung tipe sendal tersebut.

Waktu buka dan tutup toko : 
Jam 10 pagi sampai jam 6 sore. Tapi FYI aja, sebaiknya kamu nggak datang di waktu mepet. Baik mepet waktu buka toko atau mepet waktu tutup toko. Meski secara teori Joger buka jam 10, tapi pada kenyataannya lebih sering molor, misalnya jam 10.30 atau 10.40. Hal ini terjadi karena Joger menerapkan sistem WIJO (waktu indonesia bagian joger), jadi sering toko ini baru buka jam 10 lebih sampai pegawainya berdatangan, pun saat tutup toko, bisa jadi tutup jam setengah tujuh malam atau malah jam 7, tergantung volume pelanggan yang sedang belanja. Tapi biasanya ba’da maghrib mbak-mbak penjaga toko udah berkemas-kemas dan bersiap tutup toko sih. Nah pada saat-saat ini biasanya pengunjung pun banyak yang antri di kasir. Rame-rame membayar barang belanjaannya, pengunjung harus antri sampai berderet-deret ke belakang.

Keunggulan
Poduk yang unik. Karena produk dengan kata-kata khas Joger memang tidak bisa dibeli di tempat lain, dan karena Joger hanya punya satu outlet. So, jika ada seseorang punya barang produknya Joger, either pasti dia pernah pergi ke Bali atau diberi oleh-oleh dari Bali.  

Do and dont :
Do :
·      Siapkan Budget. Honestly barang-barang yang dijual di Joger memang harganya diatas rata-rata, meski dengan kualitas yang berbanding lurus pula. Kualitas barang yang bagus dan keunikan kata-katanya adalah komoditi utama yang dijual mahal sehingga kamu baiknya tidak kalap saat belanja disini. Kalo kalap ya siap-siap kantongnya jebol aja sih..
·     Perhatikan ukuran, terutama ukuran kaos yang kamu beli. Berdasarkan pengalaman, ukuran kaos di Joger lebih besar dari ukuran standar di toko-toko. Ukuran M kaos Joger hampir sama dengan ukuran L kaos di toko biasa. Jadi baiknya dipaskan dulu dengan badan, agar tidak membeli kaos yang terlalu besar.
·    Belanja di Joger saat hari ulangtahun, akan mendapatkan diskon 10% dari harga pembelian produk. Kamu tinggal menyodorkan KTP sebagai bukti bahwa kamu sedang ulangtahun, kemudian potongan harga 10% pun diberikan. Wah, lumayan tuh!
·      Hati-hati saat belanja. Saking ramenya pengunjung Joger, tindakan pencurian pun mungkin terjadi. Maka gengam erat dompetmu dan hati-hati dengan tas atau perhiasan yang kamu sedang kenakan. Lebih baik waspada daripada kecolongan,kan..

Dont :
·      Jangan membawa tas yang terlalu besar.Mungkin sebagai tindak preventif dari kejahatan mencuri atau semacamnya, maka pengunjung yang membawa tas besar akan diminta menitipkannya di security.
·      Jangan beli barang terlalu banyak. Pengunjung yang membeli barang dalam jumlah sangat besar (lebih dari 12 buah) akan ditanya oleh petugas dan diminta mengembalikan sebagian belanjaannya.
·      Jangan merusak barang. Merusak berarti membeli, maka sebaiknya kamu hati-hati daripada sampai terjadi kamu tidak sengaja merusak barang dan masih harus membayarnya pula. Udah jatuh ketimpa tangga lah itu..
·      Jangan mencuri barang di Joger.Sepertinya ini sudah tidak perlu diberitahu lagi sih karena mencuri adalah sebuah tindak kejahatan, dan mencuri itu dosa. Tapi sebagai pengingat bagi kamu jika masih nekat mencuri di Joger, hukuman yang akan kamu terima amatlah memalukan. Pencuri akan dihukum secara adat dengan membayar dua kali lipat harga barang curian, harus meminta maaf di depan semua orang dan diborgol tangannya sampai Joger tutup.


2. Pusat Oleh-oleh Krisna


Lain Joger lain pula Krisna. Krisna adalah sentra oleh-oleh khas Bali yang berlokasi di Jalan Raya Tuban, Kuta. Menjual berbagai oleh-oleh khas Bali yang lumayan lengkap dan beragam, Krisna juga membanderol jualannya dengan harga yang ‘masuk akal’.




    Apa yang dijual : 
  Oleh-oleh khas Bali yang bisa didapatkan di Krisna cukup beragam. Tersedia kaos berbagai ukuran (anak dan dewasa), sarung pantai, ikat kepala dan sarung khas bali, batik, tas tenun, tas sablon, maupun segala macam pernak-pernik oleh-oleh (gantungan kunci, magnet kulkas, nametag koper, dlll), layangan bali. Untuk varian jajanan, tersedia serta segala macam makanan, mulai dari bakpia, pie susu, kacang bakar, keripik, sambal, dan bahkan abon.

    Range harga : 
   Semua varian produk yang dijual di Krisna tersedia dalam berbagai merek dan kualitas, dan harga yang berbeda-beda pula. Range harga mulai 5K (pernak pernik, misalnya gantungan kunci dll) sampai 300K (jenis batik atau baju). Menurut saya, harga barang-barang di Krisna masih lumayan murah. Sarung pantai dibanderol dengan harga 50 sampai 60K, sementara ikat kepala dijual seharga 20K saja. Masih lebih murah daripada ikat kepala di lokasi wisata, yang dibanderol antara 30K sampai 50K.


    Waktu buka dan tutup toko : 
    24H per day!. Nggak perlu takut toko tutup karena Krisna buka 24 jam sehari. Dan meski tengah malam, suasana toko masih terlihat ramai. Pengunjung masih banyak dan bersemangat memilih oleh-oleh terbaik untuk orang tercinta dirumah.

    Keunggulan
   Toko yang luas dan varian produk yang banyak, plus harga yang murah, dan tempat parkir yang luas. A perfect combination untuk sebuah toko.



Do and dont :
Tidak ada peraturan spesifik di Krisna. Tak seperti Joger yang memberikan peraturan pada para pengunjungnya. Hanya saja pengunjung memang harus ekstra hati-hati saat berbelanja. Banyaknya pengunjung yang berbelanja bahkan kadang sampai berdesakan. Hal ini tentu memperbesar kesempatan terjadinya tindak kejahatan misalnya pencurian atau pencopetan.
--

Thats all, dua sentra oleh-oleh yang terkenal di Bali. Keduanya berbeda baik dalam konsep maupun produk yang ditawarkan. So, kamu pilih yang mana? Joger atau Krisna?




Makassar first timer, senja di Pantai Losari..

Sebelumnya mohon maaf, karena saya sedang jaraaang banget pergi kemana-mana maka demi keberlanjutan eksistensi blog saya memutuskan untuk re...