Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Alam. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Januari 2017

Air Terjun Coban Pawon | Antrukan Pawon Explore Wisata Lumajang Sendirian

Coban Pawon atau sering dikenal pula dengan nama "Antrukan Pawon" yakni sebuah wisata air terjun di Lumajang yang terbilang masih perawan. Memiliki alam yang begitu asri dan keunikan air terjun yang satu ini, membuat Coban Pawon begitu tepat untuk menyalurkan hobi akan sebuah petualangan.

Indonesia dikenal dengan bentang alam yang begitu kaya dan potensial, bahkan hal tersebut telah diakui oleh mancanegara. Disebut-sebut sebagai Surga di Khatulistiwa, tentulah bukan tanpa alasan. Pasalnya dari seluruh wilayah Indonesia, memang dikenal memiliki sumber daya dan panorama alam yang begitu indah tersebar dari Sabang hingga Marauke. Namun sumber daya alam bukanlah menjadi topik pokok dalam blog ini, dimana saya hanya menitik beratkan pada potensi wisata alamnya saja. Dari segala potensi bentang alam tersebut lah maka didapati ribuan lokasi indah, dari beberapa lokasi tersebut bahkan dewasa ini telah menjelma menjadi tempat wisata di Indonesia yang sudah bertaraf Internasional.

Namun jika bicara akan hal tersebut, memang saat ini belum begitu banyak lokasi tempat wisata yang sudah terkenal, sebut saja hanya seperti Bali dan Jogja. Akan tetapi ternyata bukan berarti kota-kota lainnya tak terdapat lokasi indah, seperti contohnya Lumajang. Jika kalian mungkin sudah tau akan tempat wisata di Lumajang, seperti Air Terjun Tumpak Sewu atau Air Terjun Goa Tetes. Maka kali ini, saya akan menambahkan sedikit informasi tentang wisata alam lainnya yang belum begitu banyak diketahui oleh khalayak umum. Air Terjun Coban Pawon memang belum begitu dikenal, mungkin dikarenakan belum adanya pihak pengelola tempat ini. Padahal air terjun di Lumajang ini memiliki keunikan jika dibandingkan dengan air terjun pada umumnya. Ingin tau keunikan tersebut? kamu dapat simak ulasannya secara detail dalam artikel dibawah ini.

Pada siang hari ini, saya akan mengulas perihal Air Terjun Coban Pawon atau Antrukan Pawon explore Wisata Lumajang sendirian. Semoga dari segala informasi yang nantinya akan disampaikan dapat diterima dan membantu bagi kamu ataupun para pembaca budiman lainnya.

berfoto di Coban pawon
nikmati keindahan Coban Pawon / Antrukan Pawon
Sebelumnya, apa kamu tau tentang Air Terjun Coban Pawon? ya, masih mencoba mengexplore kota Lumajang, Jawa Timur secara solo karir tak menghalangi niat serta tekad saya untuk mereview beberapa wisata alam di Lumajang, agar dapat kamu dijadikan sebagai rekomendasi tambahan. Tepat pada tanggal 15/01/2017, saya mendatangi lokasi Air Terjun Coban Pawon terletak di Desa Gucialit, Lumajang. Coban Pawon, keunikannya tak hanya dari segi namanya yang ternyata bukan tanpa sebab. Asal usul sejarah Coban Pawon itu sendiri berawal dari sebuah kata "Coban" atau "Antrukan" yang berarti sebuah kucuran air dan "Pawon" berarti sebuah tungku atau dapur (dalam bahasa Jawa), berarti memiliki arti sebuah air terjun yang memiliki  kucuran yang masuk kedalam sebuah tungku didalam dapur. Cukup unik bukan?

Seperti dalam penjelasan diawal bahwasanya Coban Pawon belumlah terlalu dikenal. Hal tersebut terang saja, dikarenakan wisata air terjun ini belum dikelola secara serius ataupun mendalam, bahkan terkesan seadanya. Tak ada sarana dan fasilitas apapun, melainkan hanya sebuah rumah milik "Bu Timah" yang dijadikan sebagai lokasi parkir kendaraan bilamana kamu berkunjung ke air terjun ini. Bu Timah menceritakan pada saya, sudah sejak lama ia dan beberapa para warga sekitar yang peduli akan keberadaan air terjun cantik ini saling bahu-membahu untuk merawat dan mengelola tempat ini. Beliau pun menuturkan bahwa besar harapannya untuk Coban Pawon ramai dikunjungi para wisatawan. Pihak Pemprov dan Dinas Pariwisata setempat bukan tak mengetahui keberadaan Coban Pawon, namun entah mengapa sampai saat ini belum ada tindak lanjut akan kejelasan tempat ini. Sehingga dengan usaha yang tebatas dan terbentur akan masalah modal, para warga terus berjuang untuk merawat Coban Pawon dengan seadanya.

Dikarenakan belum dikelola dengan baik, maka tak ada biaya retribusi tiket masuk yang dikenakan pada para pengunjung. Mereka hanya dikenakan biaya parkir kendaraan dirumah Bu Timah dengan biaya sekitar Rp. 5000/motor dan Rp. 10.000/mobil. Kemudian setelah memarkir kendaraan, kamu dapat berjalan menuju sebuah gang kecil yang berada disebrang jalan rumah Bu Timah untuk menuju lokasi Coban Pawon. Namun sebelum melakukan perjalanan trekking sepanjang setengah kilo, disarankan agar kamu mempersiapkan segala keperluan pribadi ataupun bahan logistik terlebih dahulu. Dikarena tak ada fasilitas apapun dilokasi air terjun, kamu dapat membeli segala keperluan disebuah warung dekat rumah Bu Timah. Jika menelisik lebih jauh keadaan jalur yang akan dilalui, memang terkesan seadanya. Dimana jalan tersebut bertekstur tanah liat dan bilamana sehabis hujan turun, maka kondisinya akan becek dan berlumpur. Untuk rambu petunjuk menuju lokasi air terjun pun belum ada, hanya terdapat tulisan/tanda panah dari sebuah cat merah pada titik-titik tertentu dan itupun sebagian sudah ada yang luntur/rusak.

suasana parkir kendaraan
lokasi parkir kendaraan dirumah Bu Timah
Lumayan jauh kaki melangkah melewati lumpur dan pepohonan tumbuhan lengkuas yang banyak terdapat disepanjang jalur, maka tibalah dari kejuahan terdengar suara gemericik air yang menandakan lokasinya sudah dekat. Menuruni jalan setapak untuk turun kedasar sungai pun dilalui, kemudian kamu diharuskan menyebrang sungai kecil dengan aliran yang tak begitu deras, maka tibalah kamu dilokasi Air Terjun Coban Pawon. Bibir penuh dosa ini pun mengucap syukur dan takjub akan salah satu bentuk kebesaran Sang Illahi. Bagaimana tidak, sebuah air terjun yang tak terlalu tinggi mungkin hanya sekitar 15-17 meter langsung jatuh kedalam sebuah goa.

Perihal reka ulang tentang keadaan geologis Air Terjun Coban Pawon, menurut asumsi dan nalar saya yang belum bisa dipastikan akan kebenarannya, mungkin dahulu kala terdapat sebuah kubah besar yang terbuat dari batu karang besar berada tepat dibawah sebuah air terjun. Seiring berjalannya sang waktu, dikarenakan kucuran air terjun tersebut tepat jatuh diatas sebuah kubah karang, maka jatuhan air tersebut mengikis dan melubangi kubah karang tersebut. Sehingga membentuklah sebuah lubang, air yang menembus kedalam kubah tersebut pun mengalir menjadi satu aliran sungai yang lamban launpun mengikis dan melubangi bagian dalam kubah karang, sehingga membentuklah layaknya sebuah perut goa seperti saat ini. Pendapat sederhana saya ini, mungkin benar dan mungkin pula salah, semua saya kembalikan pada para pembaca sekalian.

view air terjun dari mulut goa
view dari mulut goa

bagian atas coban pawon
view air terjun bagian atas

coban pawon
view air terjun Coban Pawon

selfie
selfie dulu dong
Keunikan bentuk dan lokasi Coban Pawon inilah yang menjadi keindahan akan nilai sebuah estetika, sehingga terbilang cukup jarang ditemui pada air terjun lainnya. Bahkan tertarik akan keindahannya terdapat sebuah kelompok pemuda yang tertarik untuk membuat film trailer dokumenter yang mengangkat Coban Pawon sebagai tugas prakarya sekolah. Bertemu dan berbincang dengan salah satu murid dari SMP Negeri 1 Kencong, Jember mereka bercerita bahwa inilah pertama kalinya mereka mencoba membuat sebuah karya film dokumenter amatir, yaa menurut saya hal tersebut sangat baik dan patut untuk diapresiasikan, selain untuk mengasah kreatif dan juga dapat memupuk kepedulian terhadap lingkungan khususnya alam di Indonesia sejak sedini mungkin.

proses syuting
proses syuting
Sikon Air Terjun Coban Pawon memang sangat tak dianjurkan bagi kamu untuk berenang, sehingga kamu hanya dapat mengagumi keindahannya melalui media foto saja. Bagi kamu pengemar hobi tersebut, rasanya memanglah sangat direkomendasikan untuk mengunjungi Coban Pawon. Dengan memiliki bentuk unik, pastinya akan menghasilkan sebuah karya foto yang bernilai estetika tinggi.

Sebuah fakta tentang air terjun di Lumajang yang jarang orang ketahui, taukah kamu mengapa kebanyakan air terjun di Lumajang memiliki air yang terbilang berwarna kecoklatan dan agak keruh? Warna pada air memang dapat dipengaruhi dengan berbagai faktor, misalnya bahan-bahan organik seperti dekomposisi dari tumbuhan sekitar yang mati, kandungan plankton dalam air ataupun bersal dari pasir ataupun lumpur yang berada di dasar sungai. Untuk kebanyakan aliran sungai di Lumajang, memang memiliki potensi sumber daya pasir yang berlimpah, sehingga sering kali diexploitasi oleh para penambang pasir. Kemungkinan dikarenakan banyaknya aliran-alilran sungai besar yang dikeruk pasirnya secara berlebih yang menyebabkan warna air sungai cenderung berwarna kecoklatan.

Bagi kamu yang ingin berkunjung, kamu dapat mengikuti rute jalan menuju Air Terjun Coban Pawon dengan berbagai opsi pilihan. Dari domisili kamu saat ini, kamu diharuskan terlebih dahulu tiba di kota Lumajang. Bila kamu berada di daerah Jember dan sekitarnya, kamu dapat mengikuti rute sebagai berikut,
  • Opsi pertama, kamu dapat mengikuti rute Jember-Lumajang Kota-Gucialit dengan lama perjalanan biasanya dapat mencapai antara 90-120 menit tergantung kondisi lalin. Dari arah Jember, kamu dapat menuju Alun-Alun Lumajang ataupun langsung menuju Terminal Minak Koncar Wonorejo, kemudian kamu dapat langsung menuju Kecamatan Klakah. Setelah itu kamu dapat menuju Desa Kertowo, Gucialit untuk langsung menuju lokasi Coban Pawon. Rute ini saya gunakan dalam perjalanan pulang (dari Coban Pawon menuju Jember).
  • Opsi kedua, bila kamu berada dari arah Pronojiwo, Dampit dan sekitarnya, kamu dapat menuju tugu yang berada di Tempeh. Kemudian belok pada tugu tersebut menuju Desa Kloposawit, setelah itu ikuti marka peunjuk jalan menuju arah Senduro/B29 Lumajang. Lalu ikuti jalan tersebut hingga menemukan marka petunjuk jalan kembali menuju arah Selokambang. Sesampainya dikota Lumajang kamu cukup ikuti saja marka petunjuk menuju Gucialit/Air Terjun Pawon. Namun bila menggunakan rute ini, sesampainya di Gucialit belum ada petunjuk/marka jalan yang jelas menuju Coban Pawon, sehingga kamu dapat menayakan pada warga sekitar tentang lokasinya. 
tugu
tugu di Tempeh


    marka jalan
    ikuti arah Senduro

    marka jalan2
    ikuti arah Selokambang

    marka jalan3
    ikuti arah Air Terjun Pawon
    *Tips
    • Untuk rute jalan, sebaiknya kamu menggunakan opsi pertama karena lebih mudah. 
    • Gunakan smartphone kamu sebagai panduan tambahan tentang lokasi Coban Pawon.
    • Bila bingung, kamu dapat menanyakan pada warga sekitar tentang lokasinya, namun warga sekitar lebih mengenal dengan nama "Antrukan Pawon".
    • Pastikan BBM kendaraan kamu cukup, pasalnya cukup jarang ditemui SPBU di Gucialit.
    • Fasilitas toilet dapat menggunakan dirumah Bu Timah.
    • Gunakan alas kaki yang nyaman dan aman, utamakan yang antislip mengingat jalurnya becek dan licin. Lebih baik menggunakan sepatu gunun/sendal gunung.
    Berkunjungi ke Air Terjun Coban Pawon, memperlihatkan dan membuktikan bahwasanya begitu banyak potensi yang terdapat di Surga Khatulistiwa ini. Bangsa Indonesia patutlah berbangga diri akan anugerah yang telah diberikan oleh Tuhan. Namun apa yang terjadi saat ini, bangsa masih saja dalam sebuah keterpurukan dalam segala sektor dan aspek kehidupan. Lalu siapakah yang disalahkan? tak ada yang perlu disalahkan, melainkan kita hanya butuh perubahan. Mulailah dari diri sendiri dan tak perlu berkoar-koar akan perubahan itu, namun cukup buktikan saja, biarlah mereka melihat dan menirumu melalui fakta-fakta yang telah ada.
    Kamu dapat membaca pula tentang Pantai Sundak Jogja
    Demikianlah ulasan saya perihal Air Terjun Coban Pawon atau Antrukan Pawon explolre Wisata Lumajang sendirian. Semoga dari segala informasi yang disampaikan dengan sebenarnya tersebut, dapat dijadikan sumber referensi tambahan bagi kamu ataupun para pembaca budiman dimanapun anda berada.

    Selasa, 10 Januari 2017

    Share Liburan Ke Air Terjun Goa Tetes Tempat Wisata Di Lumajang

    Air Terjun Goa Tetes atau yang sering disebut juga dengan "Goa Tetes", merupakan sebuah wisata alam di Lumajang yang telah cukup populer. Apakah kamu tau tentang Air Terjun Goa Tetes? sebenarnya air terjun atau sebuah goa sih? ya, mungkin sepintas pertanyaan tersebut bisa saja terlontar. Sebenarnya tempat wisata ini merupakan gabungan antara air terjun dan juga goa, sehingga cukup unik bukan?

    Apakah kamu tau tentang sumber daya di Kota Lumajang? Ya, Lumajang seperti yang telah diketahui oleh khalayak umum, merupakan sebuah kota yang memiliki bentang alam yang cukup unik. Iklim di Lumajang secara umum memiliki jumlah kemungkinan intensitas curah hujan cukup tinggi, walaupun sedang musim kemarau. Sehingga membuat alamnya cukup subur dapat ditumbuhi berbagai macam jenis tumbuhan sayur-mayur. Dikarenakan memiliki topografi daratan yang cukup baik, sehingga Lumajang memiliki keadaan Hidrologi atau pengairan yang cukup pasalnya memang di daerah ini cukup banyak sumber air yang dapat dimanfaatkan seperti berasal dari danau, sungai hingga mata air. Para penduduk di Lumajang biasanya memanfaatkan sumber air tersebut untuk memenuhi segala kebutuhan sehari-hari seperti sumber air bersih hingga irigasi untuk lahan persawahan/ladang.

    Daerahnya yang dikelilingi oleh beberapa wilayah pegunungan seperti Gunung Semeru, Gunung Bromo-Tengger hingga Gunung Argopuro, telah menjadi berkah alam tersendiri bagi masyarakat Lumajang. Air Terjun Goa Tetes terletak di Desa Sidomulyo, Pronojiwo atau tepatnya bersebelahan dengan Air Terjun Tumpak Sewu. Jika kamu belum mengetahui tentang kedua air terjun di Lumajang ini, kamu bisa juga membaca terlebih dahulu tentang Air Terjun Tumpak Sewu. Wisata Goa Tetes sebenarnya telah dibuka untuk umum bahkan lebih dahulu, jika dibandingkan dengan tetangganya tersebut. Dikenal sejak 1982 yang lalu, tempat wisata ini memang telah menyedot banyak perhatian para wisatawan hingga sekarang. Bagaimana tertarik ingin pula mengunjungi Air Terjun Goa Tetes ini? ada baiknya kamu simak terlebih dahulu pengalaman pribadi yang dituangkan dalam konten artikel kali ini.

    Dalam kesempatan kali ini, saya kan mengulas secara detail perihal share lliburan ke Air Terjun Goa Tetes tempat wisata di Lumajang. Semoga ingormasinya dapat diterima dan dijadikan sumber referensi tambahan bagi kamu ataupun para pembaca budiman sekalian.

    goa tetes
    suasana mulut Goa Tetes

    Jika bicara tentang kota Lumajang, memang kota yang tak begitu luas ini terbilang belum sepopuler kota-kota lain di Jawa Timur. Meskipun demikan adanya, namun tetap saja Lumajang menyimpan begitu besar potensi andalan dari beberapa tempat wisata di Lumajang. Bagi kamu penggemar kegiatan adventure ataupun outdoor, rasanyaa sangat wajiblah bilamana kamu mengunjungi kota ini. Dengan segala kekayaan wisatanya yang belum begitu terexpose oleh media massa baik melalui media cetak, media televisi ataupun media online. Sehingga memberikan kebanggaan dan kepuasan batin yang menjadi pengalaman tak terlupakan. 

    Untuk mengunjungi lokasi Goa Tetes sebenarnya sama dengan rute menuju Tumpak Sewu, dimana kamu haruslah menuju kota Lumajang terlebih dahulu. Kemudian kamu dapat mengarahkan kendaraan menuju arah selatan Lumajang menuju Dampit-Pronojiwo. Bila kamu dari arah Jember dan sekitarnya, kamu dapat menuju Pronojiwo melalui Piket Nol dengan rute Jember-Kencong-Jombang-Tempeh-Dampit-Pronojiwo. Kondisi jalan pada titik ini berkelok-kelok sehingga kamu harus hati-hati. Bagi para pejalan biasanya beristirahat dikawasan Jembatan Gladak Perak, dimana dikawasan ini pemandangannya begitu indah. Terdiri dari sebuah jembatan kecil disisi jalan yang membentang membelah sungai berpasir dibawahnya, ya memang menurut penuturan warga lokasi ini dijadikan penambangan pasir. Sehingga tak heran jikalau banyak truk-truk berlalu-lalang pada kawasan ini.
    ambil arah pronojiwo
    plang petunjuk jalan
    lewati jembatan ini
    view Jembatan Gladak Perak
    Sesampainya di Pronojiwo sudah banyak terdapat papan rute petunjuk jalan menuju Goa Tetes/Tumpak Sewu. Sehingga kamu tak akan kesulitan menemukan lokasinya. Sebenarnya Goa Tetes dan Air Terjun Tumpak Sewu memiliki gang pintu masuk yang berbeda. Namun semenjak dibukanya wisata Air Terjun Tumpak Sewu 2 tahun silam, para pengunjung lebih banyak menggunakan tempat wisata ini sebagai akses masuk untuk kedua wisata alam ini. Umumnya mereka berkunjung terlebih dahulu ke Tumpak Sewu dengan cara turun kedasar sungai, kemudian menyusuri sungai kembali sekitar 10 menit untuk tiba di Air Terjun Goa Tetes. Dengan cara demikian, para pengunjung tak perlu lelah untuk bolak-balik naik-turun tebing, tak perlu membayar biaya retribusi masuk dan parkir lagi, serta lebih menghemat waktu.

    plang petunjuk 2
    plang petunjuk jalan
    Suasana asri dan alami yang masih terjaga kala berada di kawasan wisata Tumpak Sewu-Goa Tetes. Bagi para pengunjung, secara umum memang mereka tak bisa berenang di kawasan Tumpak Sewu, dikarenakan memang lokasinya yang tak terlalu aman untuk berenang. Namun biasanya untuk menyegarkan kembali tubuh sehabis perjalanan, mereka dapat bermain air di Goa Tetes. Lokasinya yang cukup aman, kucuran airnya pun tak begitu deras dan mengalir mengikuti bebatuan sekitar. Warna bebatuan di kawasan Goa Tetes memiliki warna kekuningan, hal tersebut dikarenakan pada bebatuan ini memiliki kandungan belerang yang cukup tinggi.

    mulut goa tetes
    tampak depan Goa Tetes
    Sebelumnya, apakah kamu tau asal usul sejarah Goa Tetes? Goa Tetes dinamakan demikian dikarenakan letaknya yang berada tepat dibawah sebuah air terjun, sehingga banyak tetesan air didalam goa yang berasal dari resapan air yang menetes dari langit-langit goa. Suasananya begitu indah kala melihat tetesan air yang jatuh mengalir melalui stalaktit. Menurut penuturan dari Mas Yanto (seorang pengelola Air Terjun Tumpak Sewu), ia secara jelas bercerita tentang asal usul ditemukannya Goa Tetes. Objek wisata Lumajang ini ditemukan oleh seorang penggergaji kayu pada tahun 1969. Kemudian pada 1975, barulah mulai dikunjungi orang yang sebagain besar pengunjungnya diwaktu itu ialah organisasi Pramuka dari sekolah-sekolah disekitar Pronojiwo. Dikarenakan dianggap menarik dan berpotensi sebagai tempat wisata populer suatu saat nanti, maka pada 1982 pihak Pemprov mulai menggarap dan mengelola tempat ini. Benar saja, hanya dalam beberapa tahun kemudian, jumlah wisatawan pun melonjak, terutama pada waktu libur nasional tiba dan semenjak itulah nama Air Terjun Goa Tetes mulai dikenal oleh khalayak luas. Baca juga tentang Gereja Ayam Magelang.

    view dari mulut goa
    view dari mulut goa

    suasana dalam goa
    suasana dalam Goa Tetes
    stalaktit
    ini adalah staktit dan stalagmit yang menyatu dalam Goa Tetes
    Pada bagian dalam goa pun begitu eksotis, dimana dapat ditemukan beragam bentuk serta ukuran dari stalaktit dan stalagmit. Sebelum lanjut, apakah kamu tau yang dimaksud dengan bebatuan stalaktit dan stalagmit? Stalaktit adalah sejenis speleothem (mineral skunder) yang menggantung pada langit-langit pada goa kapur. Sedangkan Stalagmit adalah pembentukan goa vertikal (dari bawah ke atas). Stalagmit terbentuk dari kumpulan dari kalsit (Kalsium Karbonat) yang berasal dari air yang menetes.  Secara umum stalagmit dapat ditemukan dilantai goa dan tepat berada di bawah stalaktit. Bahkah didalam Goa Tetes, terdapat sebuah stalaktit dan stalagmit yang menyatu, sudah terbayangkan bukan umur dari bebatuan tersebut? dimana rata-rata bisanya pertumbuhan stalaktit dan stalagmit sekitar 0.13 mm atau 0.005 inci/tahun. Sehingga bebatuan ini untuk menyatu membutuhkan sekittar jutaan tahun lamanya, oleh karena itulah kamu dan para pengunjung diwajibkan untuk menjaga dan tidak merusak bebatuan tersebut.

    Selain memiliki keunikan, ternyata Goa Tetes pun menyimpan beberapa mitos yang beredar di masyarakat sekitar.  Menurut pengakuan mereka pun ada yang percaya ataupun tidak, semua kembali lagi terhadap setiap individu masing-masing. Berikut adalah mitos Goa Tetes,
    • Bila mandi di Goa Tetes, dapat membuat awet muda.
    • Enteng jodoh
    • Setiap hubungan yang retak atau berakhir, bila kedua pasangan tersebut datang mengunjungi Goa Tetes maka dapat menyambung atau rujuk kembali.
    Keindahan Goa Tetes memang tak perlu diragukan lagi, bagi kamu yang hobi fotografi rasanya sangat wajib untuk mengunjungi tempat ini. Dengan memiliki berbagai ukuran dan warna stalaktit stalagmit serta bentuk goa yang terbilang unik, maka akan sangat indah bilamana diabadikan dalam bentuk foto. Oleh karena itulah banyak para wisatawan sibuk berfoto ria ditempat ini. Sungguh pengalaman tak terlupakan kala berlibur di kota Lumajang.

    *Tips
    • Hati-hati melangkah bilamana mengunjungi Goa Tetes, karena mulut goa berada sedikit naik. Sehingga kamu harus naik ke air terjun terlebih dahulu.
    • Carilah batu yang dialiri oleh air untuk berpijak, dikarenakan pada titik itulah tak ada lumut.
    • Bawalah baju ganti.
    • Jangan mengunjungi Goa Tetes dibawapukul 15.00, pasalnya kamu diharuskan menuruni tebing guna menuju lokasinya. Sehingga sangat berbahaya bilamana turun larut petang.
    • Bawalah smartphone sebagai panduan tambahan dalam perjalanan menuju Air Terjun Goa Tetes.
    Bila dipahami lebih mendalam, tentulah terdapat berbagai macam Kebesaran Tuhan. Temasuk apa yang telah terjadi apik didalam Goa Tetes, dimana Tuhan menciptakan alam dengan penuh Karomah. Banyak pembelajaran yang dapat dipetik bagi mereka yang berfikir. Dalam hidup, apapun yang telah terjadi jangan pernah disesali. Karena dibalik Hal baik adalah kenangan terindah dan Hal terburuk adalah pelajaran berharga. Bagi mereka orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memikirkan hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya.

    Kamu dapat pula membaca tentang Gili Labak Madura dan Pantai Tiga Warna Malang

    Demikianlah ulasan saya kali ini perihal share liburan ke Air Terjun Goa Tetes tempat wisata di Lumajang. Semoga kiranya dari informasi yang telah disampaikan dapat membantu dan membantu bagi kamu ataupun para pembaca budiman dimanapun anda berada.

    Senin, 09 Januari 2017

    Kisah Menuju Air Terjun Coban Tumpak Sewu Tempat Wisata Di Lumajang

    Air Terjun Tumpak Sewu atau yang dikenal pula dengan "Coban Sewu" merupakan sebuah tempat wisata alam di Lumajang yang dikenal baru namun sudah mulai menyedot perhatian khalayak umum. Bagaimana tidak dengan memiliki panorama alam berupa air terjun dengan skala besar mampu membuat siapapun kagum akan kebesaran Sang Khalik.

    Sebenarnya di Indonesia, masih banyak wisata air terjun yang memiliki ukuran besar dan juga tinggi, khususnya di pulau Jawa yang notabenenya memiliki topologi daratan yang beragam dengan terdapat banyak wilayah pegunungan. Hal tersebut sangat memungkinkan untuk tersedianya air terjun dengan beragam bentuk dan ukuran, namun hanya saja mungkin banyak air terjun cantik tersebut belum memilii kesempatan untuk dapat terekspose secara luas, akan tetapi tak menutup kemungkinan bilamana suatu saat nanti akan ada bermunculan tempat wisata air terjun baru. 

    Jika berbicara tentang air terjun berukuran tinggi di Pulau Jawa, hingga saat ini tercatat hanya Air Terjun Madakaripura di Probolinggo lah yang memiliki tinggi hingga sekitar 200 meter. Namun jangan salah, terletak tak jauh yakni di kota Lumajang ternyata terdapat pula sebuah air terjun dengan ketinggian yang hampir setara yakni Air Terjun Tumpak Sewu dengan tinggi sekitar 120 meter. Akan tetapi yang menjadi pembedanya ialah jumlah kucuran air terjunnya. Penasaran akan air terjun cantik nan megah ini? ada baiknya kamu simak terlebih dahulu konten artikel saya kali ini.

    Pada siang hari ini, saya akan mengulas secara detail dalam kisah menuju Air Terjun Coban Tumpak Sewu tempat wisata di Lumajang. Semoga informasi yang nantinya disampaikan dapat berguna bagi kamu ataupun para pembaca budiman sekalian.

    tumpaak sewu
    air terjun tumpak sewu
    Lumajang seperti yang telah diketahui, bahwasanya terletak bersebelahan dengan kota Malang, Probolinggo, Jember dan Banyuwangi. Dengan berlokasi di tengah kota-kota tersebut, menjadikan Lumajang selalu ramai dikunjungi. Sebagai kota pendamping kehadirannya ternyata dirasakan cukup penting, sehingga pihak Pemprov secara serius menggarap pembangunan guna usaha unuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakatnya. Jika bicara tentang tempat wisata di Lumajang, mungkin bagi kota Lumajang masih dianggap terlalu dini. Pasalnya meskipun memiliki bentang alam indah yang mampu disulap untuk menjadi objek wisata bertaraf internasional, akan tetapi demi mewujudkan mimpi tersebut masih dibutuhkan banyak usaha keras dari Pemprov, Dinas Pariwisata hingga masyarakat setempat. Dari ketiga element tersebut dituntut untuk bekerja sama dan bersinergi guna tujuan yang sama yakni memajukan Pariwisata Lumajang. 

    Sebagai contohnya wisata Air Terjun Tumpak Sewu, sekipun baru berumur sekitar 2 tahun. Namun nyatanya mampu menarik besar minat para wisatawan. Akan tetapi menurut seorang pengelola yakni "Mas Yanto-085331238963" yang menuturkan sejak dibuka pada 2015 hingga sekarang, mereka tak pernah mendapatkan bantuan sepeserpun dari Pemprov atau Dinas Pariwisata setempat. Cukup ironis bukan?

    Penasaran akan cerita keindahannya, saya mencoba memberanikan diri untuk datang sendiri mengunjungi Air Terjun Tumpak Sewu pada tgl 08/01/2017. Lokasi Air Terjun Tumpak Sewu letaknya bersebelah dengan Air Terjun Goa Tetes, atau secara administratif terletak di aliran Sungai Glidih, yang menjadi batas antara Kecamatan Ampel Gading Malang dengan Pronojiwo Lumajang. Bagi kamu yang ingin mengunjungi air terjun cantik ini, kamu dapat melalui beberapa opsi rute, dari domisili kamu saat ini maka kamu harus tiba di Lumajang terlebih dahulu. Sebagai contoh, bilamana kamu berada di kota Jember dan sekitarnya, kamu dapat mengarahkan kendaraan kamu menggunakan rute Jember-Kencong-Jombang-Tempeh-Dampit/Turen-Pronojiwo. Dimana kamu dapat mengikuti plang petunjuk jalan dan ikuti saja jalan tersebut. Bila kamu menggunakan rute jalan ini, maka kamu akan menemuka beberapa lokasi air terjun lainnya terlebih dahulu seperti Coban Sumber Telu, Air Terjun Kapas Biru, Air Terjun Kabut Pelangi. Dari lokasi Air Terjun Kabut Pelangi perjalanan kamu hanya tinggal menuju Goa Tetes dengan jarak 1 Km dan Air Terjun Tumpak Sewu 2 Km saja. Lanjutkan saja mengikuti jalan hingga kamu menemukan spanduk masuk Goa Tetes disisi kiri jalan. Jika sudah menemukannya, berarti lokasi pintu masuk Air Terjun sudah dekat, kamu hanya cukup mencari spanduk masuknya saja yang bertuliskan "Serpihan Surga itu Memang Ada Air Terjun Tumpak Sewu". Kamu cukup masuk mengikuti arah dari spanduk itu saja. Sebelu lanjut, kamu dapat membaca pula tentang 3 Air Terjun Terbaik di Sentul Bogor.

    ambil arah malang
    ambil arah Malang
    ambil arah pronojiwo
    ikuti jalan menuju Pronojiwo

    lewati jembatan ini
    lewati jembatan Gladak Perak

    plang petunjuk
    belok kanan sesuai dengan plang petunjuk jalan

    coban sumber telu
    lewati Coban Sumber Telu

    air terjun kapas biru
    lewati Coban Kapas Biru

    coban kabut pelangi
    lewati Coban Kabut Pelangi

    plang petunjuk 2
    ikuti terus plang petunjuk jalan

    masuk goa tetes
    gang masuk Air Terjun Goa Tetes

    gang masuk tumpak sewu
    gang masuk Air Terjun Tumpak Sewu
    Tak jauh, maka kamu akan menemukan lokasi parkir kendaraan. Dimana biasanya untuk parkir kendaraan akan dikenakan sekitar Rp. 5000/motor dan Rp. 10.000/mobil. Jangan khawatir dengan keamanannya, pasalnya pihak pengelola secara standby mengawasi kendaraan tersebut dan melengkapinya dengan sebuah tiket. Biasanya setiap kendaraan yang ingin keluar harus menunjukkan karcis tiketnya terlebih dahulu. Setelah memarkir kendaraan, kamu dapat langsung menuju pos loket untuk masuk ke dalam kawasan Air Terjun Tumpak Sewu, dimana kamu akan dikenakan biaya retribusi masuk sebesar Rp. 5000/orang. Kemudian kamu mulai menapaki jalur sepanjang sekitar 150 meter yang melewati perkebunan Salak Pondoh milik warga sekitar.

    suasana parkir
    suasana lokasi tempat parkir
    karcis motor
    karcis motor

    pos loket
    pos loket pintu masuk

    tiket
    tiket masuk Air Terjun Tumpak Sewu
    Taukah kamu asal usul sejarah Air Terjun Tumpak Sewu? Mas Yanto pun menceritakan pada saya awal mula tentang air terjun ini. Sekitar 2 tahun yang lalu banyak dari para pemuda Kampung Pronojiwo yang menganggur tak punya pekerjaan yang tetap. Akhirnya merekapun berinisiatif untuk mencari lokasi baru air terjun di Lumajang untuk dibuka dan dikembangkan tempat wisata baru. Singkat cerita, para pemuda yang beranggotakan sekitar 20 orang tersebut menemukan Air Terjun Tumpak Sewu ini, namun masih memiliki kendala perihal aksesnya yang terbentur dengan perkebunan salak milik warga sekitar. Dengan musyawarah dan kesepakatan, para warga yang tanahnya akan dilalui akses menuju lokasi air terjun akan diberikan dana kompensasi dari setiap penjualan tiket dan parkir kendaraan. Tau kah kamu bahwasanya Air Terjun Tumpak Sewu pun menjadi kontroversial saat ini? menurut Mas Yanto, sejak awal pengerjaan dan pembukaan air terjun para warga ditawarkan bergabung menjadi anggota pengelola namun menolak, barulah ketika wisata Air Terjun Tumpak Sewu mulai ramai para warga berbondong-bondong ingin bergabung, namun secara tegas pihak pengelola menolak. Menurut saya lucunya orang Indonesia ya seperti itu, hanya bisa ikut-ikutan tapi tak mau berinovasi.

    Nama Tumpak Sewu diambil dari "Tumpak" yang berarti Kumpulan dan "Sewu" berarti Seribu, sehingga Air Terjun Tumpak Sewu bermakna sebuah air terjun yang terdiri dari kumpulan air terjun yang digenapkan berjumlah seribu. Perihal kecantikannya Air Terjun Tumpak Sewu tak perlu dipertanyakan lagi. Dimana dari lokasi panorama yang telah dibuat oleh pihak pengelola, kamu dapat menikmati view terbaik dari air terjun ini. Dikarenakan tingginya permintaan dari para pengunjung yang meminta akses jalan untuk menuju ke dasar sungai agar bisa melihat air terjun ini secara lebih dekat, maka pihak pengelola membuat sebuah tangga dari bambu untuk dapat turun ke dasar tebing. Namun dikarenakan tinggi tebing yang dilalui hampir serupa dengan tinggi air terjun yakni 120 meter, untuk turun memang tak begitu mengalami kendala namun secara otomatis akan membutuhkan perjuangan ekstra untuk kembali naik ke atas dari dasar tebing tersebut. Alhasil cukup melelahkan memang dirasakan banyak para pengunjung, tak terkecuali saya. Oleh karena alasan tersebutlah, maka kamu yang membawa anggota keluarga mengunjungi Air Terjun Tumpak Sewu lebih baik dianjurkan cukup hingga batas Panorama saja. Cukup kasian melihat anak serta para orang tua yang merasa kelelahan naik dari dasar tebing tersebut.

    berfoto di panorama tumpak sewu
    berfoto ria di Panorama Tumpak Sewu
    Dalam perjalanan menyusuri tangga bambu untuk turun kebawah kamu akan menemukan dua buah air terjun kecil yang memotong jalur. Sehingga dibutuhkan ekstra kehati-hatian untuk menuruninya mengingat banyaknya lumut yang terdapat dibebatuan. Tiba didasar tebing, kamu akan menemukan sebuah pos kembali. Dimana pada pos tersebut, kamu akan dikenakan kembali biaya retribusi sebesar Rp. 5000/orang. Setelah melewatinya ikuti saja sungai dan dibalik tebing maka kamu akan dapat melihat megahnya Air Terjun Tumpak Sewu secara dekat. Para pengunjung dapat bebas bermain dan berfoto ria diarea ini. Namun dikarenakan lokasinya yang kurang aman bagi kamu yang ingin berenang sebaik cukup berfoto-foto saja. Seperti banyak wisata air terjun di Indonesia yang banyak memakan korban, Tumpak Sewu pun pernah menorehkan sejarah kelamnya. Dimana seorang anak siswa SMP terjatuh dari puncak air terjun dan langsung terlempas jatuh kedasar bagian bawah air terjun. Sudah dapat dipastikan kematian bilamana terjatuh dari ketinggian 120 meter. Oleh karena hal tersebutlah dibutuhkan kehati-hatian dari setiap pengunjung untuk lebih memperhatikan dahulu secara seksama dari setiap lokasinya.

    Bagi kamu penggemar fotografi memang sangat direkomendedkan untuk berkunjung ke Air Terjun Tumpak Sewu. Dikarenakan bentuknya yang menyerupai layaknya tirai besar yang menutupi sebuah tembok. Sungguh indah nan elok ciptaanMu Tuhan. Mengingat akan kecantikannya, sehingga membuat tempat ini menjadi lokasi liputan travelling yang disiarkan oleh tv swasta. Berkat melalui siaran tersebutlah kian membuat nama Air Terjun Tumpak Sewu menjadi populer. Bahkan saat ini banyak pula bermunculan foto-fotonya yang beredar di sosial media, menambah rasa penasaran akan  tempat eksotis yang satu ini. Kepopuleran Tumpak Sewu bahkan sudah mulai merambah kenegara-negara tetangga, tercatat selalu ada setiap minggunya wisatawan asal Malaysia, Filiphina, Hongkong hingga Singapura yang berkunjung. Dikarenakan terkenal dengan memiliki panorama indah Air Terjun Tumpak Sewu pada hari tahun baru yang lalu (31 Des 2016) bahkan jumlah wisatawannya melonjak hingga 2000 penjualan tiket dalam sehari. Luar biasa bukan?

    suasana di bawah tumpak sewu
    megahnya Air Terjun Tumpak Sewu
    view tumpak sewu dari bawah
    view dari dasar Air Terjun Tumpak Sewu

    nikmati tumpak sewu
    Bermimpi liat keatas, Bersyukur liat kebawah
    Perihal bagi kamu yang ingin bermalam di Tumpak Sewu, tak perlu khawatir. Dimana sudah disediakannya fasilitas homestay yang dapat kamu gunakan. Untuk dapat menginap di homestay, kamu hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 30.000/orang (include teh+kopi) dan untuk makan, kamu hanya dikenakan biaya sebesar Rp. 15.000/porsi untuk 1x makan. Bagi kamu yang ingin mendapatkan fasilitas tersebut, kamu dapat langsung menghubungi Mas Yanto di nomor telepon diatas. Ingin mencoba pengalaman lainnya? cobalah untuk berkemah/camping di Air Terjun Tumpak Sewu, dimana kamu hanya dikenakan biaya ijin membuka tenda saja sebesar Rp. 30.000/tenda. Kemudian kamu pun dapat request untuk diantar oleh salah seorang pengelola untuk menemani kamu kamu berkunjung ke semua lokasi wisata disekitar kawasan Tumpak Sewu, seperti Air Terjun Goa Tetes dan mata air Telaga Biru. Dimana untuk seorang guide, kamu hanya dipatok seikhlasnya saja. Bagaimana, cukup terjangkau bukan? 

    Dengan panorama air terjun indahnya Tumpak Sewu Lumajang Pronojiwo sangat sayang bilamana dilewatkan. Terlebih potensinya pun telah diakui oleh khalayak umum, sehingga membuat suatu keharusan bagi kamu untuk mengunjunginya jika kamu seorang penggemar kegiatan outdoor.

    *Tips
    • Hati-hati pada jalur Pronojiwo dikarenakan jalurnya yang sempit dan berkelok-kelok.
    • Hati-hati melangkah dan carilah bebatuan yang dialiri air untuk berpijak, karena bisanya disitulah tempat yang tak terdapat lumut.
    • Hati-hati bila ingin berfoto di area Tumpak Sewu, perhatikan dulu area pijakan kaki sekitar untuk meminimalis terjadinya longsor.
    • Bilamana ingin sekedar hanya membasahi tubuh, kamu dapat mencari air terjun kecil saja.
    • Bila sudah menunjukkan pukul 15.00, sebaiknya jangan turun ke dasar tebing.
    • Waspadalah kemungkinan ranting kayu/batu yang mungkin saja terjatuh dari atas terbawa oleh ailiran air terjun.
    • Bawalah baju ganti, pasalnya baju akan basah bila berada di bawah Air Terjun Tumpak Sewu.
    • Bawalah smartphone untuk sebagai panduan dalam perjalanan menuju Tumpak Sewu.
    • Bila kamu ingin mengunjungi Goa Tetes, langsung ikuti saja aliran sungai dibawah. Jangan naik kembali keatas dulu, jadi kamu tak membuang tenaga.
    Melihat apa yang telah tersaji begitu apik di Air Terjun Tumpak Sewu, menjadikannya sebuah pengingat akan semua kebesaran dari Sang Pencipta. Dimana terkadang manusia lupa, hal tersebut memang dapat dimaklumkan mengingat kita semua adalah makhluk ciptaanNya yang paling lemah. Namun apakah kita mau terus seperti demikian? coba tanyakanlah pada dirimu, apakah kamu pantas disebut sebagai Orang Beriman? Tanamkan dalam otakmu, agar Bermimpi dengan melihat keatas, Bersyukur dengan melihat kebawah. Niscaya kamu akan menjadi pribadi yang lebih baik.

    Kamu pun dapat membaca juga tentang  Pulau Mandeh Padang dan Pantai 3 Warna Malang

    Demikian ulasan saya kali ini perihal kisah menuju Air Terjun Coban Tumpak Sewu tempat wisata di Lumajang. Semoga dari semua informasi yang telah disampaikan dapat diterima dan dijadikan sumber referensi tambahan bagi kamu ataupun para pembaca budimanan tentang berbagai Info Tempat Pariwisata Di Indonesia

    Rabu, 04 Januari 2017

    Catatan Hidup Waikabubak Kampung Tarung Sumba Barat Di Tengah Era Modern

    Waikabubak merupakan Ibukota Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur. Memang namanya belumlah cukup populer ditelinga para masyarakat Indonesia umumnya. Namun kehadiran Waikabubak termasuk menjadi saksi hidup dari peradaban dan perkembangan zaman yang kian pesat pada dewasa ini.

    Sebagai kota yang terletak di Timur Indonesia, membuatnya seakan luput dari perhatian. Dari gemerlapnya kehidupan, kesejahteraan dan pembangunan kota-kota besar, Waikabubak hampir belum bisa dikatakan sejahtera. Dari total penduduk sekitar 22.235 jiwa yang tercatat oleh Badan Pemeriksa Statistik di tahun 2001, hampir biasa dikatakan kebanyakan masyarakat Waikabubak masih belum bisa merasakan arti sesungguhnya dari kata Modernisasi. Pasalnya dari sebagian warganya yang memilih menetap di pusat kota Waikabubak, ternyata masih terdapat sebuah Kampung Adat Sumba Barat yang masih memegang teguh terhadap keyakinan akan leluhur. 

    Kampung adat yang masih tetap bertahan dari derasnya gempuran era globalisasi contohnya ialah Kampung Tarung dan Waitabar. Berlokasi di tengah pusat kota Waikabubak dan terletak persis diatas sebuah bukit, membuatnya seakan begitu esklusif. Dimana para masyarakat sekitar percaya, bahwasanya disanalah tempat tinggal pertama leluhur Sumba, bernama Sudi Wonanyoba. Apakah kamu tau tentang arti "Tarung"? ya, arti kata yang dimaksud bukanlah sebuah perkelahian ataupun pertengkaran. Arti sesungguhnya ialah "Tarung" merupakan sebuah panggilan untuk pasangan dari leluhur. Dimana leluhur tersebut akan melindungi dari Tarung tersebut dan melindungi siapapun yang lemah. Cukup unik bukan? agar semakin jelas, ada baiknya kamu simak terlebih dahulu kkoten artikel berikut ini.

    Dalam kesempatan kali ini saya akan mengulas perihal catatan hidup Waikabubak Kampung Tarung Sumba Barat di tengah era modern. Semoga setiap informasi yang terkandung dapat diterima dan dijadikan sebagai sumber referensi bagi kamu ataupun para pembaca budiman dimanapun anda berada.

    suasana kampung tarung
    view Kampung Tarung
    Sebagai salah satu destinasi wisata di Sumba yang menyimpan banyak potensi, sehingga sayang rasanya bila dilewatkan. Selain terkenal dengan Festival Pasola, Pulau Kenawa, Pulau Moyo dan Pantai Nihiwatu, ternyata kamu pun dapat merasakan pengalaman wisata budaya. Dengan mengunjungi wisata Kampung Tarung Waikabubak kamu dapat merasakan pengalaman berlibur yang cukup berbeda, ditambah dapat mengenal edukasi tentang Suku Adat asli Sumba yang masih dapat dijumpai hingga saat ini. Dimana para warganya masih memegang teguh ajaran dari para leluhurnya. Disamping kamu dapat berinteraksi langsung dengan mereka, kamu pun dapat melihat sebuah arsitektur kuno yang terdapat pada setiap bangunan rumah tinggal para penduduk tersebut. Cukup unik bukan?

    Untuk mencapai perkampungan ini, kamu diharuskan naik keatas bukit terlebih dahulu menggunakan jalur sepanjang 150 meter, tak perlu khawatir akan lelah dimana jalurnya sudah diperlebar sekitar 3 meter yang dapat memungkinkan untuk kendaraan beroda empat dapat melintas. Setibanya di atas bukit, kamu akan tersontak kagum akan segala keindahan yang tersaji di wisata Waikabubak ini. Dimana khusus Kampung Tarung terdapat sekitar 102 rumah panggung tradisional yang dibangun secara melingkar memutari 17 makam batu kuno, layaknya pada zaman Megalithikum. Para warga Kampung Tarung tercatat berjumlah sekitar 1.530 jiwa yang terbagi dalam sekitar 400 kepala keluarga. Dimana dari kepala keluarga tersebut sehari-harinya tinggal dalam rumah panggung berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 15x15 meter persegi, biasanya dari satu rumah panggung dihuni sekitar 3-4 keluarga. Sebelum lanjut kamu dapat pula membaca tentang Gili Nanggu.

    kampung tarung
    suasana di tengah Kampung Tarung
    Rumah Adat Sumba dikenal pula dengan "Uma", dimana arsitekturnya berbentuk kotak diatas panggung yang disanggah menggunakan 4 buah kayu yang digunakan sebagai kerangka utama bangunan tersebut. Sebagai tiang atap biasanya dilengkapi dengan 36 batang kayu yang disambung menggunakan pasak yang terbuat dari kayu mosa, kayu delamora atau kayu masela. Untuk rumah adat biasanya dibagi menjadi beberapa bagian seperti,
    • Bagian Atap (Toko Uma), berbentuk kerucut atau seperti Joglo (rumah adat Jawa), namun pembedanya ialah dari bahan yang digunakan sebagai atap. Dimana untuk rumah di Kampung Tarung menggunakan rumput alang-alang. Pada bagian ini difungsikan untuk menyimpan beberapa benda pusaka dan juga bahan makanan/hasil panen.
    • Bagian Tengah Hunian (Bei Uma), dimana pada ruangan ini pun dibedakan menjadi beberapa fungsi seperti ruangan untuk khusus pria dan wanita, ruangan keluarga dan juga ruangan yang dipergunakan sebagai tempat berkumpul (Bangga).
    • Bagian Bawah Panggung (Kali Kabunga), biasanya pada bagian ini dipergunakan untuk kandang para hewan ternak.
    Apakah kamu tau mengapa sebagian besar perkakas yang digunakan secara umum terbuat dari kayu? pasalnya Suku Sumba sebelumnya hanya menggunakan parang dan kampak, kemudian ketika orang Portugis masuk kedaerah NTT barulah Suku Sumba mengenal alat-alat logam. Seperti dalam penjelasan sebelumnya, dimana menjelaskan pada bagian tengah Kampung Tarung terdapat sekitar 17 makam kuno yang terbuat dari batu datar. Dimana pada pelataran tersebut terdapat sebuah rumah adat berukuran sekitar 2x2 meter persegi yang dikhususkan untuk tempat berdoa Raja Kampung Tarung yang sekaligus menjabat sebagai imam bagi para warganya. Biasanya raja tersebut dikenal sebagai "Rato". Para masyarakat Kampung Tarung memeluk agama yang berbeda dengan yang telah diakui oleh Pemerintah, dimana mereka menganut agama Merbabu. Agama tersebut memiliki ajaran dan kepercayaan kuat terhadap nenek moyang atau leluhur. Hebatnya mereka tetap bisa menjaga keaslian ajarannya secara turun temurun, bahkan bersikap idealis tetap bisa menjaga dari derasnya arus perubahan pada dewasa ini. Bagi para warganya yang ingin menganut agama-agama formal, tak dipaksakan oleh Sang Rato ataupun warga lainnya. Namun tetap ada konsekuensinya dimana diharuskan untuk meningkalkan Kampung Tarung dan tinggal di kota Waikabubak.

    Walaupun bisa dikategorikan para warganya dinilai sebagai orang primitif, namun jangan salah. Apakah kamu tau apa pekerjaan dari warga Kampung Tarung? ya, dalam sehari-harinya para warga tersebut memiliki berbagai profesi seperti petani, pedagang, pengerajin kain tenun dan adapun yang menjadi pegawai negeri sipil. Ya, kendati tetap berpegang teguh terhadap kepercayaannya, nyatanya mereka pun tetap membutuhkan pekerjaan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    kehidupan sehari-hari
    para wanita umumnya berprofesi sebagai pengerajin kain
    anak kampung tarung
    anak-anak Kampung Tarung
    Selain Kampung Tarung, kamu pun dapat berkunjung ke perkampungan serupa yakni Kampung Waitabar. Dimana skala perkampungan ini memang lebih kecil dimana hanya terdapat sekitar 12 rumah adat. Suasananya hampir serupa, dikarenakan sebetulnya ini pun sebuah bagian dari kesatuan kampung adat suku Sumba. 

    Bagi kamu yang ingin mengunjungi Kampung Tarung dan Waitabar, kamu dapat menggunakan beberapa opsi sebagai berikut,
    • Jalur udara, kamu dapat terbangan menuju Bali atau Kupang. Kemudian dilanjutkan kembali penerbangan menuju Bandara Tambolaka, Sumba Barat Daya. Setibanya di bandara, kamu dapat menggunakan jasa bis, menyewa mobil ataupun travel untuk mengantarkan kamu menuju Waikabubak Kampung Tarung dengan lama perjalanan hanya sekitar 60 menit. 
    • Jalur Darat, bila kamu memilih opsi ini kamu dapat menggunakan bis untuk menuju Pelabuhan Sape, Bima, NTB. Kemudian kamu akan menyebrang menggunakan kapal fery menuju Pelabuhan Waikelo, Sumba Barat Daya. Setelah tiba, kamu dapat menggunakan ojek motor, menyewa mobil ataupun travel untuk menuju Kampung Tarung.
    • Biasanya untuk harga sewa mobil berkisar sekitar Rp. 500.000 dan untuk mobil travel sekitar Rp. 50.000/orang. Namun harga tersebut sewaktu-waktu dapat berubah berfariatif akan tetapi tetap kompetitif.
    Bagi kamu yang ingin mencoba sensasi, cobalah untuk menginap di rumah adat, karena biasanya dirumah-rumah adat tertentu dapat disewakan bagi para wisatawan. Opsi lainnya kamu dapat menginap dibanyak hotel melati ataupun Nihiwatu Resort dan Sumba Nautil Resort. Untuk hotel kelas melati, memang fasilitasnya kurang lengkap dan tanpa AC hanya menggunakan kipas angin. Hanya terdapat 2 buah hotel yang memiliki AC yakni Monalissa Cottages di Jl. Raya Waikabubak dan Hotel Manandang di Jl. Pemuda. 

    Dibalik kehidupan yang terbilang jauh dari gemerlapnya kota-kota besar, namun nyatanya tempat wisata Pulau Sumba ini menyimpan begitu banyak potensi yang mengagumkan. Keindahan, keunikan berpadu dengan nilai sakralnya terhadap tradisi. Sungguh mempesona. Dengan mengunjungi kedua situs perkampungan ini, kamu pun dapat mengerti akan keberagaman yang terdapat di tanah air ini. Bangga bukan?

    *Tips
    • Untuk akses internet masih belum banyak tersedia, dimana hanya ada 4 warnet saja yang berada di Sumba Barat.
    • Untuk jaringan selular hanya ada jaringan Telkomsel, karena sebagian besar wilayah Sumba Barat masih dalam kategori Blank Spot.
    • Pasokan listrik pun masih sangat terbatas, oleh karena itu, tak perlu heran jika di Sumba Barat masih sering terjadi pemadaman. Sehingga saya anjurkan kamu untuk mencari hotel yang memiliki fasilitas generator.
    • Untuk fasilitas ATM/Tarik Tunai, hanya terdapat 3 bank di Waikabubak yakni Bank BNI, BRI dan Bank NTT. Untuk ketiga mesin ATM ini sudah dilengkapi dengan sistem ATM Bersama.
    Melihat segala potensi yang terdapat di Waikabubak, ternyata menyimpan kehidupan yang bahkan bisa dikatakan tak bisa saya secara pribadi mengikuti gaya hidup suku Sumba. Begitu banyak tersirat sebuah arti kehidupan dan pembelajaran yang terkandung dalam norma-norma adatnya. Dimana dengan keyakinannya mereka tetap memegang teguh prinsip, namun tetap bisa hidup bergandengan dengan damai satu sama lainnya. Entah kita yang BODOH atau kita yang begitu gampang TERHASUT? melihat begitu mudahnya emosi tersulut kala diadu domba oleh pihak yang mengatas namakan Agama. Sejogjanya setiap agama mengajarkan pada setiap umatnya untuk menjalin hubungan baik antar sesama dan juga Sang Khalik. Mungkin lebih baik menjadi orang Primitif dari pada menjadi orang modern yang berfikir Primitif. Berpeganglah pada nalar, prinsip hidup dan agama, agar kelak dapat memfilterisasi segala sesuatu, janganlah mudah menelan segala sesuatu secara mentah. Pasalnya itu sama saja memperMALUkan diri sendiri.

    Kamu dapat membaca pula tentang Pulau Cubadak dan Pantai 3 Warna 

    Demikian ulasan saya kali ini perihal catatan hidup Waikabubak Kampung Tarung Sumba Barat di tengah era modern. Semoga dari semua informasi yang telah disampaikan dapat membantu dan menambah wawasan serta pengetahuan bagi kamu ataupun para pembaca budiman sekalian.

    Senin, 02 Januari 2017

    Rekomendasi 4 Tempat Wisata Di Lumajang Terfavorit Yang Perlu Di Ketahui

    Tempat Wisata di Lumajang memang terbilang belumlah begitu populer di telinga para traveler nusantara. Namun kehadirannya justru menambah deretan nama-nama tempat wisata Jawa Timur kian lengkap dan beragam. Memiliki beberapa destinasi tujuan wisata unggulan Lumajang, dewasa ini pun mulai menapaki keeksistensiannya di dunia pariwisata Indonesia. Melalui video viral/postingan foto di berbagai media sosial, seakan menjadi ajang promosi bagi kota ini. 

    Ya, seiring perkembangan jaman dan dunia teknologi tak bisa dipandang sebelah mata, melalui informasi-informasi yang terdapat dunia maya inilah, yang pelan tetapi pasti mulai menampaki jalan menuju kepopuleran. Tak terkecuali, oleh objek wisata di Lumajang yang dilirik oleh khalayak umum, dikarenakan banyak beredarnya foto-foto tempat indah di dunia maya. Kendati demikian beberapa tempat wisata ini masih membutuhkan perhatian khusus dari pihak Pemprov ataupun Dinas Pariwisata Daerah untuk mulai menata dan mengelola dengan baik, agar kelak dapat bersaing dengan kota-kota besar lainnya. 

    Apakah kalian tau dimanakah letak Lumajang? baiklah, bagi kamu yang masih cukup asing saya akan memberikan gambaran singkatnya. Kabtupaten Lumajang, terletak cukup strategis kenapa demikian? Pasalnya dengan lokasinya yang terletak bersebelahan dengan Kota Probolinggo, Malang, Jember dan Banyuwangi, menjadikannya sangat mudah untuk diakses. Mungkin dahulu, kota Lumajang hanya dikenal sebagai kota penghubung saja. Namun seiring waktu berjalan, pembangunan dan pemerataan kesejahteraan mulai dirasakan oleh para warga Lumajang. Perbaikan disegala aspek seakan menjadi angin segar bagi para warganya, termasuk dalam aspek pariwisata daerah. Dengan memiliki potensi yang sangat baik, membuat berbagai panorama alamnya sangat potensial untuk dikembangkan. Beberapa potensi alam yang dimiliki Lumajang antara lain ialah terdapatnya rangkaian wilayah pegunungan Bromo-Tengger-Semeru yang di kenal dengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Dimana untuk Puncak Semeru memiliki ketinggiaan sekitar 3.676 mdpl, bagi para pecinta alam mungkin sudah cukup akrab dengan gunung tertenggi di Pulau Jawa ini. Sedangkan untuk gunung fenomenal yakni Gunung Bromo dengan puncak ketinggian sekitar 2.392 mdpl. Selain itu, untuk bagian timur laut Lumajang terdapat rangkaian Pegunungan Iyang dengan puncak tertingginya yakni Gunung Argopuro yang berada antara Gunung Semeru dan Gunung Raung. Sebelum lanjut, kamu dapat membaca pula tentang KenPark Surabaya dan Wisata Dieng Plateau.

    Mengingat semua hal tersebut, membuat wisata alam Lumajang sangat berpotensi untuk dikembangkan. Menjadikannya wisata bertaraf internasional pun bukanlah hanya sekedar mimpi, namun memang dibutuhkan perhatian dan usaha nyata oleh Pemerintah setempat. Berikut adalah rekomendasi 4 tempat wisata di Lumajang Jawa Timur terfavorit. 

    lumajang
    alun-alun kota Lumajang
    Pada sore hari ini saya akan mengulas secara detail tentang rekomendasi 4 tempat wisata di Lumajang yang perlu di ketahui. Semoga dari informasi yang tersaji dapat dijadikan sumber referensi tambahan bagi kamu ataupun para pembaca budiman lainnya.

    1. Bukit B29 

    Sepintas seperti sebuah brand dari sabun colek, namun tentulah bukan hal itu yang saya maksud. Apakah kamu pernah mendengar tentang Puncak B29? bukit ini dikenal juga dengan Puncak Argosari yang notabene sebagai puncak tertinggi dari kawasan Gunung Bromo. Nama B29 itu sendiri memiliki arti yakni sebuah bukit yang memiliki ketinggian sekitar 2.900 mdpl. Sedangkan untuk puncak Gunung Bromo hanyalah sekitar 2.392 mdpl, sudah jelas membuat tempat wisata B29 ini disebut dengan "Negeri Di Atas Awan".

    b29
    view dari Puncak Bukit B29
    Letaknya yang strategis sehingga bukit ini memiliki panorama alam yang sangat indah antara lain seperti panorama perkebunan di kawasan Gunung Semeru dan melihat kaldera populer yaitu Lautan Pasir Bromo. Ditambah lagi para pengunjung dapat melihat fenomena sunset dan sunrise yang juga tak kalah indah dari Puncak Bromo. Bagi kamu para pecinta kegiatan outdoor, rasanya sangat rekomended untuk mengunjungi B29, pasalnya dari tempat ini kamu pun dapat meneruskan perjalanan untuk menuju Ranupane (sebuah pos pendakian Gunung Semeru), sehingga kamu dapat puas menyusuri segala keindahannya hingga Puncak Mahameru

    Tak ingin lelah mendaki Gunung Semeru? kamu dapat juga memilih wisata camping di B29 dengan memiliki cuaca yang sejuk serta pemandangan gugusan gunung sekitar seperti Gunung Bromo, Gunung Semeru, Gunung Batok. Selain itu masih terdapat pula view padang savana dan cemoro lawang. Sehingga memang pantaslah disebut sebagai Negeri Di Atas Awan, kamu pun dapat membaca secara detail tentang Bukit B29.
     
    2. Air Terjun Goa Tetes

    Sepintas memang agak bingung bukan sebenarnya sebuah air terjun atau goa?  Taukah kamu kenapa dinamakan Goa Tetes? tempat wisata ini memang terbilang cukup unik dan eksotis. Pasalnya goa ini terletak persis dibawah sebuah air terjun. Sudah terbayang bukan dengan keindahannya? ya, keindahan dari resapan aliran air yang melalui bebatuan stalagmit dan stalagtit dan menetes kedalam goa, sehingga disebutlah dengan Goa Tetes.

    goa tetes
    stalagmit dan stalagtit di Goa Tetes
    Wisata Goa Tetes memang begitu mempesona, sehingga belakangan ini menjadi pilihan opsi destinasi baru bagi para wisatawan. Letak Goa Tetes tepatnya di Desa Sidomulyo, Pronojiwo, Lumajang dengan jarak sekitar 50 Km dan lama perjalanan sekitar 1 jam dari pusat kota Lumajang. Tertarik untuk mengunjungi Goa Tetes, kamu dapat membaca selengkapnya di Air Terjun Goa Tetes.

    3. Air Terjun Tumpak Sewu

    Lokasi tempat wisata selanjutnya ialah Air Terjun Tumpak Sewu yang memiliki arti dalam bahasa Jawa "Tumpak" berarti Terjun/Jatuh dan "Sewu" berarti Seribu. Sehingga nama tersebut dapat memiliki makna sebuah air terjun yang memiliki sumber air yang banyak dalam satu lokasi. Sungguh keindahan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Untuk membuktikan kecantikannya, kamu haruslah merasakan langsung wisata Air Terjun Tumpak Sewu ini.

    tumpak sewu
    view dari Air Terjun Tumpak Sewu
    Tumpak Sewu miliki pula nama lain yang seperti Coban Sewu atau Grojogan Sewu. Untuk lokasi Tumpak Sewu ini sebetulnya tak terlalu jauh dari Air Terjun Goa Tetes. Sehingga kamu dapat mengunjungi kedua tempat wisata air terjun di Lumajang ini dalam satu hari atau one day trip. Kamu dapat membaca secara detail tentang Air Terjun Tumpak Sewu.

    4. Air Terjun Coban Pawon

    Tempat wisata berikutnya ialah Coban Pawon yang dikenal pula dengan nama lain Antrukan Pawon. Apakah kamu tau mengapa disebut dengan "Coban Pawon"? Dinamakan demikian dikarenakan bentuk air terjun ini cukup unik, yakni dari atas tebing memiliki kucuran air yang langsung terjun ke dalam sebuah goa berbentuk bulat, sehingga sepintas menyerupai sebuah tungku yang gunakan di dapur untuk memasak air. Oleh alasan tersebutlah para warga menggunakan nama "Pawon" yang berarti dapur untuk menamai air terjun eksotis ini.

    coban pawon
    view Coban Pawon dari bawah
    Untuk menikmati segala keindahan Coban Pawon, para pelancong biasanya memasuki bagian goa untuk dapat mengabadikan kecantikannya melalui foto. Bias cahaya yang menembus kucuran air terlihat begitu sempurna bila tertangkap oleh lensa kamera. Selain itu, kamu pun dapat berfoto dibagian atas goa sehingga dapat jelas melihat bentuk bulat dari goa tersebut. Penasaran dengan tempat wisata yang satu ini? ada baiknya kamu simak terlebih dahulu selengkapnya tentang Air Terjun Coban Pawon.

    Itulah ke empat tempat wisata di Lumajang terpopuler yang dapat kamu jadikan rekomendasi kala melancong ke kota ini. Potensi alamnya begitu luar biasa dan terbilang cukup unik, sehingga mungkin tak terdapat dikota-kota lainnya. Mengingat segala keindahannya maka sangat sayang bilamana kamu melewatkan pilihan wisata di Lumajang ini. 

    Melihat panorama alam yang begitu indah, dapat dibayangkan kebesaran akan Sang Pencipta. Tuhan adalah sesosok zat yang Maha Kaya, sehingga tak perlulah kita sibuk mencari dimana Tuhan itu sebenarnya berada. Tuhan berada dalam setiap hati manusia, dengarlah suara kecil di hati mu maka kamu akan yakin akan suara baik tersebut adalah suara Tuhan. Melalui alam semesta lah kamu dapat meyakini kebesarannya dan melalui dirimulah kamu cermin akan kebaikan dari semua sifat-sifatNya. Pecayalah itu dan jadilah orang baik.


    Demikian ulasan saya kali ini perihal rekomendasi 4 tempat wisata di Lumajang terfavorit yang perlu di ketahui. Semoga informasinya dapat diterima dan membantu bagi kamu atau para pembaca budiman lainnya tentang beragam info tempat pariwisata di Indonesia.

    Makassar first timer, senja di Pantai Losari..

    Sebelumnya mohon maaf, karena saya sedang jaraaang banget pergi kemana-mana maka demi keberlanjutan eksistensi blog saya memutuskan untuk re...